7 JULUKAN NEGATIF UNTUK JOKOWI KARENA KASUS KPK VS POLRI

Pamor Presiden Joko Widodo melorot tajam setelah mencalonkan Budi Gunawan, yang tersangkut rekening gendut, sebagai calon Kapolri. Sikap Jokowi yang berkukuh meneruskan pencalonan Budi dan terkesan melakukan pembiaran setelah Bambang ditangkap memicu banyak kritik. Bahkan muncul banyak lebel atau cap negatif yang dilekatkan pada Mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Inilah beberapa di antaranya
4060 View 2 comments
1
Login and hide ads.
  • URL Tempo News Kasus Bambang KPK, Ini 7 Cap Negatif untuk Jokowi | -nasional- | Tempo.co Kasus pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri dan penangkapan Bambang Widjojanto membuat Presiden Jokowi mendapat banyak cap negatif
  • 1. "PELAYAN RATU"

    Istilah ini diangkat oleh pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bhakti. Mengomentari sikap Jokowi yang tak tegas, Ikrar berucap, "Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atau sebagai pelayan ratu," ujar dia, 25 Januari lalu.

    Muammar Khadafi @sultan_khadafi 26/01/2015 10:13:13 WIB
    Beginilah kalau punya presiden petugas partai (buaya moncong putih) dan pelayan bu Ratu (Mega), kebijakan2nya gak jelas dan gak tegas.
    edi s. mulyanta @edismulyanta 26/01/2015 09:12:22 WIB
    boneka, pelayan ratu, tukang cap, gak tampang presiden, lholhak lholhok, cengar-cenger, bukan urusan saya #SaveIndonesia
    David Yunas @david_son2863 26/01/2015 08:52:39 WIB
    Pak Jokowi tolong dong liatin ke rakyat bahwa anda itu betul2 Presiden, bukan PETUGAS PARTAI atau PELAYAN RATU
    2. "GA PUNYA NYALI"

    Saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta Jokowi dikenal dengan keberanian serta kebijakan yang pro rakyat. Tapi dalam kasus Polri vs KPK, ia dinilai sudah kehilangan kedua hal itu. Ia dianggap terus berkompromi dengan kepentingan partai penyokongnya sehingga lembaga-lembaga hukum yang seharusnya jadi pilar antikorupsi menjadi reyot. "Jokowi telah kehilangan keberanian dan independensi," kata Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan, 25 Januari.

    Vidi Perdana @vidi_perdana 24/01/2015 19:13:34 WIB
    Statement jokowi normatif, ga punya nyali, trlalu chicken. Lebih menggigit orasi samad, mski dituduh provokatif ama menkopolhukam.
    Fauzi Jamal @fauzijamal74 23/01/2015 22:47:16 WIB
    @BBCIndonesia ternyata Jokowi hanya segitu nya, kelihatan klu dia boneka pdip. Kasian bangeet RI1 ga' punya nyali
    3. "PRESIDEN TANPA DAYA"

    Peneliti Cyrus Network, Hasan Batupahat, mengatakan Presiden Joko Widodo hanya mempunyai jabatan, namun tidak memiliki kekuasaan. Faktanya, kekuasaan dan kewenangan ada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. "Jokowi presiden tanpa daya," kata dia dalam diskusi "Ada Apa dengan Jokowi" di Eatology Cafe, 25 Januari 2015.

    Maybe a comic🇮🇩 but I am muslim🇸🇦 @dikrizal 25/01/2015 18:46:42 WIB
    Apa bahasa Inggrisnya, Presiden Tanpa Daya? Bukan "Powerless President" tapi "The president under mega power." dan besok dilantik deh...!

    4. "PALING PATUH SAMA KMP(KOALISI MEGAPALOH)"
    Dikhawatirkan Tunduk Pada KMP atau Koalisi Mega Paloh
    Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana, juga ikut geram dengan sikap Jokowi dalam menangani kisruh Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Polri. Denny meminta Jokowi bersikap netral dan tidak tersandera kepentingan politik. Ia juga khawatir dengan independensi Presiden RI itu. "Jokowi jangan tunduk pada KMP: Koalisi Mega Paloh.''

    5. "PETUGAS PARTAI + KALAH TEGAS SAMA KETUA RT"
    Kritikan ini diungkapkan Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, saat menanggapi penangkapan Bambang oleh Polri. "Pernyataan Jokowi tidak lebih tegas dari seorang Ketua Rukun Tetangga. Kita butuh seorang presiden bukan petugas partai," ujar Anis.

    koar2bermartabat @tukang_koar 27/01/2015 17:59:33 WIB
    Ustaz Arifin Ilham: 'Jokowi Anda Bukan Petugas Partai!' ift.tt/1uX6cLW
  • 6. JASMERAH (JANGAN SAMPE MEGA MARAH)
    Kritik yang satu ini disampaikan pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto, pada 17 Januari lalu. Ia merujuk pada semboyan “Jas Merah” Presiden Soekarno yang berarti 'jangan melupakan sejarah'. "Kalau Jokowi itu ‘jangan sampai Mega marah’," ujar Nico.

    Agyl Firmansyah @agylbonez 26/01/2015 18:32:13 WIB
    Jaman Bpk. Soekarno ada istilah JASMERAH yg artinya 'Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah' .. Kalo sekarang… — path.com/p/4zXDBX
    Kang Hadie @hadieknight 26/01/2015 18:00:44 WIB
    JASMERAH yang ini lebih cocok buat petugas partai. fb.me/3dJReICAx

    7. "TUKANG STEMPEL"
    Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar mengatakan, sikap Jokowi yang lamban dalam menyikapi perseturuan Polri dan KPK mengcewakan. Jokowi dinilai tidak pintar memainkan emosi publik menjadi sebuah kebijakan, sehingga ia kehilangan momentum dan kepercayaan rakyat. "Tugas dia seperti tukang cap, tukang stempel," kata Haris

    1h51 ☭ @1h51 26/01/2015 20:38:33 WIB
    Apa jadinya negeri ini kalau presiden kita hanya Tukang Stempel? #SaveKPK #SaveRI
    Gregorius Christ @grechrist 27/01/2015 00:02:32 WIB
    Kontras : Jokowi lemah, hanya tukang stempel: *Aktivis marah: Jokowi cuma tukang stempel & tak lebih dari ketu... bit.ly/18kvbyo

    All Categories

    Category related to Politics

    Login and hide ads.