0
Sigit E Susilo @AgrPro
1.Tuips..saat ini pengrajin tempe menjerit karena harge kedelai mencapai Rp7.900/kg .... Sore ini kayaknya menarik kita diskusi kedele
Sigit E Susilo @AgrPro
2. Dibandingkan tanaman pangan yang lain spt padi dan jagung, kedelai merupakan tanaman yang paling “merana” kisahnya
Sigit E Susilo @AgrPro
3. Istilah Prof @b_arifin “dekedelaisasi”. Fenomena kisah kedelai yg makin merana. Luas lahan turun, makin tergantung dengan impor, dll
Sigit E Susilo @AgrPro
4. Saat ini kebutuhan Kedele Indonesia sekitar 2,3 juta ton dan sekitar 70% harus dipenuhi dari impor. Tidak ada kemandirian
Sigit E Susilo @AgrPro
5. Lahan kedele makin turun. 2012 diperkirakan 566.693 ha, turun 9% dari tahun lalu. Produktivitas juga masih 1.38 ton/hektar
Sigit E Susilo @AgrPro
6. Kita memang tidak bisa berharap banyak dari produktivitas kedele di Indonesia, karena sejatinya kedele adalah tanaman sub-tropis
Sigit E Susilo @AgrPro
7. Varietas yang kita miliki hanya memilik potensi sekitar 2 ton/ha. Produksi rata2 di “Soybean Belt States” USA sudah sekitar 4 ton/ha
Sigit E Susilo @AgrPro
8. Dengan produktivitas serendah itu, keuntungan budidaya kedele sangat jauh dibandingkan dengan jagung atau padi. Petani pindah tanaman
Sigit E Susilo @AgrPro
9. Dengan biaya produksi sekitar Rp 6-7 juta/ha dan hasil 1.3 ton/ha, maka BEP kedele sekitar Rp 4,500 - 5,000/kg.
Sigit E Susilo @AgrPro
10. Dalam kenyataanya, rata-rata harga kedele di farmers’ gate hanya Rp 4,500-5000/kg. Sdh pasti tidak ada untungnya
Sigit E Susilo @AgrPro
Jadi agar petani untung, produktivitas harus dinaikan dan harga harus pada tingkat wajar. Dua-duanya hal yang sulit..
Sigit E Susilo @AgrPro
12. Harga konsumen Rp 5.500/kg saja, pengrajin tempe-tahu sudah teriak, padahal di tingkat itu petani belum untung
Sigit E Susilo @AgrPro
13. Di bagian lain, peningkatan produktivitas kedele di negara tropis juga bukan persoalan sepele.
Sigit E Susilo @AgrPro
14. Kita harus bisa menciptakan varietas baru yg unggul disertai kawalan teknik budidayanya di tingkat petani
Sigit E Susilo @AgrPro
15. Tidak seperti jagung hibrida, F2 Kedele sama produktivitasnya dengan induknya. Perusahaan raksasa global tdk ada yg tertarik berbisnis
Sigit E Susilo @AgrPro
16. Terutama di negara seperti Indonesia yang perangkat dan penegakan hukumnya tidak jelas. Jualan semusim seterusnya dicopy orang
Sigit E Susilo @AgrPro
17. Produktivitas jagung kita naik di akhir 80an setelah perusahaan raksasa global turut memperkenalkan jagung hibrida di Indonesia. Kedele?
Sigit E Susilo @AgrPro
18. Rata-rata produksi 1.38 ton/ha masih sangat rendah. Pemerintah harus bisa menaikan sampai level 2 ton/ha. PR buat Kementan.
Sigit E Susilo @AgrPro
19. Asumsi panen 2 ton/ha, biaya produksi Rp 6 juta/ha, dan harga farmer’ gate yg “digaransi” sekitar Rp 5.500/kg, petani antusias kok
Sigit E Susilo @AgrPro
20. Tantanganya adalah apa strategi insentif sehingga petani “tergaransi” dapat harga bagus, di saat bersamaan tdk memberatkan konsumen
Sigit E Susilo @AgrPro
21. Pemerintah harus mau “menombok” selisih harga tersebut. Berkorban untuk petani itu kewajiban negara (agraris?). Amanat UUD
Sigit E Susilo @AgrPro
22. Dengan begitu petani akan semakin banyak menanam kedele dan perlahan ketergantungan terhadap impor berkurang.
Sigit E Susilo @AgrPro
23. Saat ini kedele impor menjadi permasalahan sendiri. Harga dalam negeri disetir oleh para importir dan hampir tidak ada kontrolnya
Sigit E Susilo @AgrPro
24. Saat pengrajin tempe berteriak harga tinggi, petani kedele kita juga menangis krn harga rendah. Siapa yang tertawa-tawa?
Sigit E Susilo @AgrPro
25. Harga tinggi kedele global saat ini karena tingginya demand di China dan ada penurunan produksi dunia 9.5% dr tahun lalu. Temporer
Load Remaining (17)
Login and hide ads.