0
Rumail Abbas @Stakof
#1 “Harus ngaji tafsir apa biar umat muslim mengakui Yesus sebagai tuhan?”
Rumail Abbas @Stakof
#2 “Harus mondok dimana biar bisa bilang kalau semua agama itu sama?”
Rumail Abbas @Stakof
#3 “Tidak perlu bisa bahasa Arab untuk hal dasar. Tidak perlu mondok. Abu Jahal lebih bisa Arab, namun tersesat.”
Rumail Abbas @Stakof
Diajak ketemu nDak mau. Beraninya di temlen. Sekalinya kopdar, bawa tebengan Yayasan Al-Azhar, Sidogiri, dan MUI. *lutju*
Rumail Abbas @Stakof
“JIL juga gak berani. Lihatlah HardRock!” Di Jawa Timur Ulil datang sendiri. Di acara ITJ, Ulil juga sendiri. Lawannya? Kontra semua.
Rumail Abbas @Stakof
“nDak bisa Arab jika harus membenarkan ketuhanan Yesus. Abu Jahal lebih Arab.” Abu Jahal saja bisa tersesat, apalagi modalmu terjemahan?
Rumail Abbas @Stakof
Sudah berapa kali Kang Sahal meladeni? Dan sudah berapa kali Gus Ulil mendatangi? Masih merendahkan semua, ternyata :)
Rumail Abbas @Stakof
Sudah nonton seminarnya #ITJ yang didatangi Gus Ulil. Sendiri. #ITJ? Wah, penuh. Malak-Emak² juga sok ngomong. Retorik, pula. Geli !!!
Rumail Abbas @Stakof
Gitu itu sombongnya minta ampun: “Gw ngebantah Ulil waktu seminar. Lu udah ngapain aja?” ((( Ngebantah )))
Rumail Abbas @Stakof
nDak ada itu maksudnya membenarkan ketuhanan Yesus. Apalagi umat kristiani, via pluralisme, dimaksudkan membenarkan kenabian nJeng Nabi.
Rumail Abbas @Stakof
nDak ada itu maksudnya membolehkan “Jumat ke masjid, Minggu ke gereja, sesekali ke Vihara”. Lapak sana ngertinya (maunya?) gitu² maksudnya.
Rumail Abbas @Stakof
Karena agama (termasuk Islam) adalah keyakinan, dan keyakinan berlaku personal, makanya diambil garis permisif kesamaan prinsipilnya.
Rumail Abbas @Stakof
Kenapa harus “permisif”? Karena beberapa hal yang bersifat prinsip tidak bisa disinkretiskan. Kalau akulturasi, nDak apa². Muamalah ini.
Rumail Abbas @Stakof
Orang yang semangat dengan hal² omong kosong seperti tadi adalah wujud berniat baik dari orang yang tak tahu diri.
Rumail Abbas @Stakof
Apa ada, sejak Pluralisme disebarkan #GusDur, orang berbondong² kebaktian hari minggu terus Jumat siangnya ke masjid?
Rumail Abbas @Stakof
Apa ada orang yang belajar Pluralisme terus mendadak jadi mualaf terus bersyahadat?
Rumail Abbas @Stakof
Bualan² di tempurung otak seperti itu hanya dzon (prasangka). Pemiliknya bisa jadi malas berfikir atau tak mau ambil pusing.
Rumail Abbas @Stakof
Padahal, dzon itu gak bisa jadi dalil dalam perkara aqa`id (keyakinan). Apalagi cuma wahm (sangkaan ilutif).
Rumail Abbas @Stakof
Ada yang cuma nunggu kultweet, trus habis itu petentang-petenteng kemana² kayak udah tahu segalanya. Ada. Pasti ada :D
Rumail Abbas @Stakof
Ada kecelakaan di Kudus. Pada gak tahu? Yaiyalah, wong AirAsia lebih tragedi. Kemanusiaanmu standar ganda. Gitu kok sok nyalahin tahun baru.
Rumail Abbas @Stakof
Barangkali karena Ahok itu kafir (Cina pula), jadi tonjolan kemanusiaan yang standar ganda ini dilebih²-kan umat penentangnya.
Rumail Abbas @Stakof
Headline: “Ahok: Yang Mati Di Jalan Raya Lebih Banyak dari AirAsia. Tahun Baru Tetep Jalan!” Komentar: “Serius Ahok itu manusia?” #eaa
Rumail Abbas @Stakof
Persepsi default bagi penentang: “Mengatakan 'AirAsia lebih tragedi daripada laka lantas' itu tidak manusiawi.”
Rumail Abbas @Stakof
Sama persis lah persepsi default: “Pendukung lokalisasi itu PASTI mendukung pula prostitusi dan zina.”
Rumail Abbas @Stakof
Lagi² cuma dzon (sangkaan). Dan lagi² harus divonis opini prematur kayak gini. “Pembagian kondom berarti melegalkan perzinaan!” Yakeleuus~
Load Remaining (15)
Login and hide ads.