0
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Seorang sahabat: "Profesimu yg itu (guru) lebih bermartabat drpd profesi politikus. Jgn mau disebut itu! (politikus)" Ia tdk sy salahkan :)
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Tiba-tiba kok jadi kangen pingin bahas ini... *atas bawah pinggir sy tutupi. Cc: siapa ya???? pic.twitter.com/M8ynfhUEj4
Expand pic
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Eh... Ternyata saya upload foto yg berbeda dari yg kemarin. :p pic.twitter.com/M8ynfhUEj4
Expand pic
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Ini foto form ASESOR (Penilai) yg lebih lengkap dari yg tempo hari. cc kesiapa lagi nggih?? pic.twitter.com/621aVKuIkM
Expand pic
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Banyak yg minta foto serupa dari sudut (angle) berbeda. 1000 angle juga bisa. Tuh kamera juga beda. Diskriminasi ada! pic.twitter.com/xalNfB351r
Expand pic
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Mungkin harus upload lembaran yg lain sampai anda-anda para peragu percaya. Yang ini dulu ya, sebelum lembaran lain. :) Selamat malam. :)
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Yang kemarin bilang saya sebar hoax/fitnah mana nih?
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Kalau korbannya Islam itu sudah biasa. <<~ Ini yg ada di dalam alam BAWAH SADAR (kaum muslim?) yg tidak peduli! Jadi mrk diam saja! #Miris
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Setelah ditambah lebih informasi ttg form penilai. Trus Diem <~ ini juga yg tjd kalau dibuka semua. Paling "oh itu kantornya", trus cuek.
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Sukanya motong-motong sesuai keuntungan sendiri sbg pembenaran. Jadi inget cerita ortu tentang PKI yg suka potong ayat ~> @sang_pembaharu
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Padahal mereka sendiri (via media) yg mengeralisir (dgn memotong-mlintir) utk tujuan #Diversi ~ Melebih-lebihkan utk menutupi kenyataan. :(
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Yang namanya kultwit itu memang satu kesatuan, ada twit sebelum / sesudah. Pura-pura bodoh tdk bisa baca atau memang ngga bisa? #MikirSaya
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Saya sih berkesimpulan. Para penyebar utama info plintiran kisah #Jilbab yg pura-pura bodoh. Disambut mentah2 oleh penerima yg memang bodoh.
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Jadi sebenarnya yg bodoh ini yg kasihan. Ditipu oleh yg pura-pura bodoh.
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Kasihan yg bodoh. Penipu utama yg pura-pura bodoh diagung-agungkan oleh mrk, jadi panutan. Padahal mrk sendiri yg ditipu. Kasihan :(
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Saat anda melihat seseorang begitu "sempurna", siapa saja. Anda malah harus berhati-hati. Itu cara dia berusaha menutupi kekurangannya.
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Semua orang punya kekurangan. Bila seorang terlihat kurang & mau mengaku kekurangannya (mau dikritik). Tentu saja itu malah tanda positif :)
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Sebaliknya, seseorang tampak begitu "sempurna". Tanpa celah, tanpa kritik. Ini yg bahaya! Bukan hanya menipu, kemungkinan kejahatan lain ada
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Misalnya nih, pakai contoh diri saya sendiri aja, biar ngga ada yg marah. :p
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Kadang pakai pilihan kata yg keras sprt "bodoh" "terbelakang" etc. Saya tahu itu kurang tepat, itu kekurangan sy, tapi mau gimana lagi...
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Saya kadang kehabisan cara utk katakan anda bodoh & salah. Pakai sindiran sudah, pakai cerita sudah, menjebak sudah, etc...
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Akhirnya saya katakan, anda bodoh. :( Itu tanda masih manusia, kurang mampu menyampaikan, ilmu terbatas. Begitu sob, maaf ya. :)
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Tapi yg bodoh-bodoh itu bukan sahabat saya. Yang disini nggak ada yg bodoh. :)
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Sudah serius tuh, berhati-hati pada yg tampak sempurna "@now4tomorrow SERIUS Bu !!! biar saya gak KETIPU lagi @jo_kodokk
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.