BEGINILAH LALU LINTAS UDARA KITA DIKELOLA (AIR TRAFFIC CONTROLLER, ATC) http://t.co/UzDPZ342ub | By @PartaiSocmed

Selain kekurangan pekerja, ternyata meraka juga kekurangan alat. Jangan pikir ATC kita seperti di film2 hollywood
technology airnav
5054 View 0 comments
Add to Favorite
0
Login and hide ads.
PS @PartaiSocmed
BEGINILAH LALU LINTAS UDARA KITA DIKELOLA (AIR TRAFFIC CONTROLLER, ATC) pic.twitter.com/UzDPZ342ub
 Expand pic
PS @PartaiSocmed
Air Traffic Controller (ATC) adalah profesi yang memberikan layanan pengaturan lalu lintas di udara
PS @PartaiSocmed
Tugas ATC antara lain, mencegah antarpesawat terlalu dekat satu sama lain, mencegah tabrakan antar pesawat udara..
PS @PartaiSocmed
Mencegah tabrakan pesawat udara dengan rintangan yang ada di sekitarnya, mengatur kelancaran arus lalu lintas,
PS @PartaiSocmed
membantu pilot dlm mengendalikan keadaan darurat, memberikan informasi yang dibutuhkan pilot (info cuaca, info navigasi penerbangan, dll)
PS @PartaiSocmed
Jadi tugas dan peran ATC ini sangat vital bagi keselamatan penumpang dan awak pesawat
PS @PartaiSocmed
Bisa dikata petugas ATC adalah orang yang perannya sama pentingnya dgn pilot. Tanpa mereka yang terjadi adalah kekacauan lalu lintas udara
PS @PartaiSocmed
Namun berbeda dengan profesi pilot yang menjadi bintang panggung, profesi ATC seperti pahlawan dibalik layar
PS @PartaiSocmed
Demikian juga dgn urusan kesejahteraan. Profesi yg begitu vital bagi keselamatan banyak orang ini seperti dianak tirikan
PS @PartaiSocmed
Awalnya ATC berada di bawah manajemen Angkasa Pura. Namun oleh Dahlan Iskan diubah mjd operator tunggal penerbangan
PS @PartaiSocmed
Dan menjadi BUMN baru bernama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) yang disingkat Airnav Indonesia
PS @PartaiSocmed
Ini benar sebab ATC melulu berpikir ttg keamanan jalur penerbangan sedangkan pengelola bandara hny berorientasi pd keuntungan semata
PS @PartaiSocmed
Keputusan ini juga disambut baik oleh pekerja ATC akibat ketidakpuasan mereka terhadap manajemen Angkasa Pura
PS @PartaiSocmed
Namun setelah airNav terbentuk, rupanya managementnya masih dikuasai oleh pihak statusquo. Kekecewaan pun kembali terjadi
PS @PartaiSocmed
Meskipun belakangan ada perubahan yg terjadi namun belum terlalu memuaskan, tapi lumayanlah
PS @PartaiSocmed
Beberapa hal yang masih belum terjadi perubahan antara lain: Airnav masih kekurangan pekerja.
PS @PartaiSocmed
Ketika AirAsia jatuh, direktur airnav bilang pekerja cukup, kenyataannya tidak demikian
PS @PartaiSocmed
Contoh: untuk shift jam 1.30 - 5.00 pagi ATC hanya diisi 1 pekerja. Dimana seharusnya ada 2 pekerja
PS @PartaiSocmed
Meskipun traffic udara tdk terlalu ramai pada jam2 tersebut, namun secara prosedur tetap dibutuhkan 2 orang
PS @PartaiSocmed
Mengapa demikian? Bayangkanlah apabila petugas ATC yg shift malam itu mengantuk, bukankah itu beresiko utk keselamatan banyak orang?
PS @PartaiSocmed
Pelanggaran prosedur ini membuat keselamatan dan kelancaran lalu lintas udara hanya diandalkan pada satu orang saja
PS @PartaiSocmed
Contoh lain kekurangan pekerja adalah; jam kerja ATC tdk sesuai ketentuan depnaker. Banyak dari mereka yg terpaksa over lembur
PS @PartaiSocmed
Shift ATC kita biasanya digilir, hari ini bisa kerja pagi, besok siang. Lusa seharusnya off, tapi krn kurang pekerja akhirnya masuk malam.
PS @PartaiSocmed
ATC adalah jenis pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Karena mereka hrs memandu pesawat yg terbang sedemikian cepat
PS @PartaiSocmed
Apabila mereka terlalu lelah akibat diforsir, maka itu akan berakibat pada konsentrasi kerja mereka
Load Remaining (16)
Login and hide ads.