0
Lentera NU @Lentera_NU
berhentilah sesaat beri aku kesempatan munajat atau sekedar menatap isyarat sebelum nafsuku menghentikan salat
Lentera NU @Lentera_NU
dalam tahiat kulihat wajahmu berkelebat ke mana gerangan kau berangkat?
Lentera NU @Lentera_NU
kuingin menatap meski sekejab wajahmu yang elok mengerlap setelah sekian lama mataku hanya menangkap gelap
Lentera NU @Lentera_NU
“Kesucian sebagai hamba tak lagi mengharapkan perhatian dan sorotan mata dari para pengagungnya” ~Koridor~
Lentera NU @Lentera_NU
“Kalau dulu, semua orang apapun etnis dan golongannya; agama dan alirannya-adalah orang Indonesia” ~Koridor~
Lentera NU @Lentera_NU
kini seperti sebaliknya; orang indonesia sendiri tidak mengenal sesamanya, padahan tantangan saat ini lebih berat dari tempo dulu ~Koridor~
Lentera NU @Lentera_NU
Antara hidup dan mati tentu kau memilih mati Lihatlah kau seumur hidup mati-matian mempertahankan kematian
Lentera NU @Lentera_NU
andaikata kupunya tak hanya lengan lunglai tempat kita meletakkan kalah
Lentera NU @Lentera_NU
Dengan kedua mata yang mampu menangkap gerak-gerik dunia Kedua telinga yang dapat menyadap kersik-kersik berita
Lentera NU @Lentera_NU
Hidung yang bisa mencium wangi parfum hingga borok manusia Mulut yang sanggup menyulap kebohongan menjadi kebenaran
Lentera NU @Lentera_NU
Hanyalah seper sekian percik tetes anugerahmu Alangkah amat mudahnya Engkau melumatnya, Alloh
Lentera NU @Lentera_NU
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Bagaimana pun cuaca di luar, semoga Allah mencerahkan hati dan pikiran kita
Lentera NU @Lentera_NU
Kalau kau sibuk berteori Kapan kau sempat menikmati mempraktekan teori? Kalau kau sibuk menikmati praktek teori Kapan kau memanfaatkannya?
Lentera NU @Lentera_NU
Kalau kau sibuk mencari penghidupan saja Kapan kau sempat menikmati hidup? Kalau kau sibuk menikmati hidup saja Kapan kau hidup?
Lentera NU @Lentera_NU
Kalau kau sibuk dengan kursimu Kapan kau sempat memikirkan pantatmu? Kalau kau sibuk memikirkan pantatmu Kapan kau menyadari joroknya?
Lentera NU @Lentera_NU
Kalau kau pamer kepintaran saja Kapan kau sempat membuktikan kepintaranmu? Kalau kau sibuk membuktikan kepintaranmu saja Kapan kau pintar?
Lentera NU @Lentera_NU
Kalau kau sibuk berbicara Kapan kau sempat memikirkan bicaramu? Kalau kau sibuk memikirkan bicaramu Kapan kau mengerti arti bicara?
Lentera NU @Lentera_NU
Kalau kau sibuk mendendangkan puisi saja Kapan kau sempat berpuisi? Kalau kau sibuk berpuisi saja Kapan kau memuisi?
Lentera NU @Lentera_NU
Tuhan, ampunilah kami yang tanpa sadar ikut memperpekat gelap yang mereka giring kemari dan datanglah kembali dengan maha cahya Mu
Lentera NU @Lentera_NU
inilah negeri paling aneh dimana keserakahan dimapankan kekuasaan dikerucutkan kemunafikan dibudayakan
Lentera NU @Lentera_NU
negeri yang sangat sukses menernakkan kambing hitam dan tikus-tikus negeri yang akngkuh dengan utang-utang yang tak terbayar
Lentera NU @Lentera_NU
inilah negeri paling aneh negeri adiluhung yang mengimpor majikan asing dan sampah negeri berbudaya yang mengekspor babu-babu dan asap
Lentera NU @Lentera_NU
kuingin menatap meski sekejab wajahmu yang elok mengerlap setelah sekian lama mataku hanya menangkap gelap
Lentera NU @Lentera_NU
Antara beradab dan biadab tentu kau memilih beradab Lihatlah kau habiskan umurmu menyembunyikan kebiadaban dalam peradaban
Lentera NU @Lentera_NU
apalagi y bisa kita lakukan bila kata kehilangan makna kehidupan kehilangan sukma manusia kehilangan kemanusiaan agama kehilangan Tuhannya
Load Remaining (22)
Login and hide ads.