Kesalahan Utama Qarun: Sombong Menganggap Sukses Itu Dari Kehebatan Dirinya by: @SyarifBaraja

Kesalahan utama Warun yg membuatnya binasa adl menganggap sukses itu adl dari kehebatan dirinya. Krn dirinya hebat, dia sukses. Sebuah kesombongan!
islam religion sukses sombong menganggap qarun kesalahan kehebatan utama dirinya
0
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
1. Kita bahas lagi tentang Qarun, kali ini kita masih membahas kesalahan utama Qarun, yang membuatnya binasa.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
2. Kesalahan utama Qarun adalah menganggap sukses itu adalah dari kehebatan dirinya. Karena dirinya hebat, dia sukses.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
3. Innama uutiituhuu ala ilmin indi. Aku diberi semua ini karena ilmuku, karena aku tahu ilmunya. Karena aku mampu.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
4. Sementara ada tafsiran lain dari kalimat Qarun itu, yaitu aku diberi semua ini karena Allah tahu aku layak.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
5. Karena aku tahu ilmunya, karena aku hebat, karena aku bisa, karena aku mampu.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
6. Satu lagi, yaitu karena aku layak, aku sudah memantaskan diri, aku layak & pantas untuk mendapatkan semua ini.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
7. Nah mazhab Qarun dalam menilai sukses inilah yang sekarang tak terasa menyebar hari ini.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
8. Kita temukan hari ini ajakan untuk menganggap diri kita hebat, menganggap diri kita bisa dan mampu.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
9. Kita diajak untuk menganggap bahwa prestasi adalah akibat dari merasa diri kita hebat.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
10. Dan kita perlahan diajak meyakini bahwa adanya diri menjadi hebat adalah dengan merasa hebat.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
11. Akhirnya kita diajak untuk membuat diri kita merasa hebat, yaitu dengan mengucapkan: saya hebat. Bukan dg kerja keras.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
12. Mengulang-ulang ucapan saya hebat, aku hebat, aku pasti bisa, aku kuat. Dan aku hebat.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
13. Akibatnya kita memasukkan pikiran ke dalam jiwa kita bahwa kita hebat. Kita menjadi seperti Qarun.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
14. Pikiran yang dimasukkan terus menerus ke dalam jiwa akan membentuk jiwa kita. Kita menjadi sombong.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
15. Akhirnya kita tidak sadar sudah menjadi sombong. Sudah merasa menjadi sumber prestasi kita sendiri.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
16. Kita menjadi sombong dan kita akan lupa peran Allah. Meski kita masih shalat dan berdzikir.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
17. Meski kita masih melakukan shalat, bahkan tahajud dan dhuha. Tapi shalat kita tidak berbekas.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
18. Kalimat-kalimat dalam shalat tidak lagi masuk ke dalam jiwa kita. Karena memang kita tak paham maknanya.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
19. Akibatnya kalimat-kalimat Qarun yang masuk: aku hebat, aku luar biasa, aku pasti bisa. Bukan kalimat-kalimat Allah.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
20. Akhirnya pelan-pelan perasaan hebat itu masuk ke dalam jiwa kita. Dan kita pun merasa hebat.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
21. Kita sudah merasa hebat, dan pelan-pelan kita tak lagi merasakan kehebatan Allah. Kita lupa kepada Allah.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
23. Karena kita miskin itulah kita ingin bangkit dengan mencari resep kebangkitan di selain Allah.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
22. Akhirnya kesombongan memenuhi hati kita, meski kita miskin, tak punya apa-apa. Kita merasa pandai dan kaya. Merasa aja.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
24. Akhirnya kita menjadi Qarun, dengan membanggakan diri dan melupakan peran Allah dari kesuksesan kita.
Syarif Ja'far Baraja @SyarifBaraja
25. Kita merasa bisa tanpa peran Allah. Kita sudah lupa akan peran Allah. Lupa meski tubuh ini adalah ciptaanNya.
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.