0
#99 @PartaiSocmed
GKI YASMIN, CERMIN KEGAGALAN HADIRNYA NEGARA pic.twitter.com/geVFZH73ql
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Tuhan tidak beragama. Kitalah yg beragama krn cara kita menyembah-Nya
#99 @PartaiSocmed
Kebebasan beragama dan beribadah menurut agama dan kepercayaan masing2 warga negara adalah fundamen terpenting bangsa ini
#99 @PartaiSocmed
Hal tersebut tertuang dalam Pasal 29 ayat 2 UUD 1945, yang bunyinya:
#99 @PartaiSocmed
Negara menjamin kemerdekaan tiap2 penduduk utk memeluk agamanya masing2 dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
#99 @PartaiSocmed
Namun tampaknya di era reformasi ini dasar negara kita justru sering dilupakan. Dengan satu dan lain alasan dasar negara dikalahkan
#99 @PartaiSocmed
Dalam kultwit ini kami tidak akan bicara tentang kronologis kasus #GKIYasmin tetapi lebih pada gagalnya negara hadir dalam kasus ini
#99 @PartaiSocmed
Di belahan bumi lain ada masa dimana rakyat tidak memiliki kebebasan berkeyakinan. Yaitu pada masa abad kegelapan
#99 @PartaiSocmed
Ketika itu banyak orang yg kehilangan nyawa karena keyakinannya. Ada juga yg harus mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya
#99 @PartaiSocmed
Berabad-abad setelah jaman kegelapan itu berlalu, lahirlah sebuah bangsa yg didirikan dgn semangat menghargai keberagaman
#99 @PartaiSocmed
Bangsa itu bernama INDONESIA. Yg didirikan dari bersatunya banyak suku dan agama. Semangatnya adalah Bhineka Tunggal Ika
#99 @PartaiSocmed
Hingga beberapa puluh tahun sejak bangsa itu lahir semangat menjunjung toleransi masih tinggi
#99 @PartaiSocmed
Namun bersamaan dengan hadirnya reformasi, semangat saling menghargai perbedaan mulai memudar
#99 @PartaiSocmed
Negara yg harusnya menjadi penjamin Undang-Undang Dasar kini seperti mengalah pada gerombolan
#99 @PartaiSocmed
Kasus #GKIYasmin adalah salah satu dari sekian banyak kasus kalahnya negara oleh gerombolan
#99 @PartaiSocmed
Kita sudah saksikan kasus Syiah di Sampang dimana pemerintah daerah sebagai representasi negara mengalah pada gerombolan
#99 @PartaiSocmed
Sama persis seperti yg terjadi di masa kegelapan eropa, penganut Syiah di Sampang dipaksa terusir dr tanah kelahirannya krn kepercayaannya
#99 @PartaiSocmed
Sungguh ironis, setelah diusir dari kampung halamannya pemerintah daerah justru berencana akan mencabut KTP warganya itu
#99 @PartaiSocmed
Dalam hal kasus Syiah di Sampang ini negara adalah pelaku intoleransi itu sendiri.
#99 @PartaiSocmed
Kita juga masih ingat beredarnya video pembantaian penganut Ahmadyah di Cikeusik - Banten lewat BBM beberapa tahun yg lalu
#99 @PartaiSocmed
Kelak beberapa pelaku pembantaian keji tersebut hanya dihukum beberapa bulan saja.
#99 @PartaiSocmed
Ada pembenaran terhadap kasus Syiah di Sampang dan Ahmadyah di Cikeusik. Yaitu alasan aliran yg menyimpang
#99 @PartaiSocmed
Jika saja penganut Syiah dan Ahmadyiah itu tidak bawa2 agama Islam tentu reaksi umat tak akan sedemikian keras. Demikian kira2
#99 @PartaiSocmed
Tapi benarkah demikian yg terjadi? Apakah kasus Syiah dan Ahmadyah karena penistaan agama atau semata2 intoleransi terhadap keyakinan lain?
#99 @PartaiSocmed
Faktanya yg tidak ada hubungannya sama sekali dgn Islam pun mengalami nasib serupa dgn kasus Ahmadyah dan Syiah itu
Load Remaining (40)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.