0
Erykar @erikarlebang
Barusan ada temen lagi nyombong, "gue udah olahraga, ngapain jaga makan kayak elu?" Ealah, statemen blo'on gini keluar lagi. Kok ya bisa?
Erykar @erikarlebang
Tadi pagi teman saya komplen masalah kolesterol tubuhnya tinggi, terus dokternya cuma bilang, "Kamu badannya kegedean, olahraga aja"
Erykar @erikarlebang
Logika teman saya segera nyamber ke sisi dimana dia bisa cari enaknya, "kalau udah olahraga, kolesterol bisa normal, makan bisa enak terus"
Erykar @erikarlebang
Konyolnya sang dokter pun tidak mengkoreksi pendapat gebleg temen saya ini. Dia ho-oh, ho-oh aja. Well, sebenarnya normal sih *angkat bahu*
Erykar @erikarlebang
Temen saya yang olahraga, temen saya yang bermasalah kolesterol, dan sang dokter semua ada dalam 'geng telat mikir urusan realita kesehatan'
Erykar @erikarlebang
Kombinasi ketidak tahuan (baca: keblo'onan) ini salah satu penyebab rentetan masalah kesehatan yang makin aneh-aneh saja dari hari ke hari.
Erykar @erikarlebang
Sejatinya olahraga itu membutuhkan energi yang lebih besar dari keseharian, otomatis kebutuhan energi identik dengan kebutuhan akan oksigen
Erykar @erikarlebang
Kehadiran oksigen selain vital menghidupi manusia dalam urusan memproses makanan agar menjadi energi, sebenarnya dia punya sisi gelap juga
Erykar @erikarlebang
Sisi gelap itu adalah sebagian oksigen berubah fungsi menjadi pemicu radikal bebas dalam tubuh. Yang lama follow saya pasti paham apa itu?
Erykar @erikarlebang
Buat yang baru follow, mari kita sederhanakan paham radikal bebas, semacam sel yang berubah sifat (rusak) akibat hilang salah satu elektron
Erykar @erikarlebang
Sel rusak ini berusaha memperbaiki diri dengan mencuri elektron dari sel lain. Upaya ini gak berhasil, tapi sayangnya sel lain keburu rusak
Erykar @erikarlebang
Begitu terus berulang-ulang. Panik? Nahan nafas, supaya gak menghirup oksigen? Ya silahkan mampus kalau gitu sih. Tenang aja, ini normal
Erykar @erikarlebang
Keberadaan radikal bebas sebenarnya diperlukan untuk memelihara keseimbangan. Sel memang harus rusak dalam kondisi tertentu, usia misal
Erykar @erikarlebang
Sel usang memang harus dibuang dan diganti baru. Radikal bebas memainkan fungsi disini. Jadi ini siklus normal. Nah, kalo gak normal gimana?
Erykar @erikarlebang
Tenang! Tubuh punya parasut cadangan untuk mengatasi masalah ini. Ada Superoksida Dismutase (SOD), enzim yang dibuat untuk menangkalnya
Erykar @erikarlebang
Tapi ya namanya payung darurat, seharusnya gak boleh sering-sering tubuh menciptakan enzim ini. Karena bisa ganggu harmoni tubuh menyeluruh
Erykar @erikarlebang
Tubuh yang kelewat sering dikuras cadangan enzimnya, ya makin cepat rusak dan habis masa pakainya, bahkan jauh sebelum masuk masa 'expired'
Erykar @erikarlebang
Radikal bebas pun bisa dipicu lewat makanan yang kualitasnya buruk. Makanan prosesan, makanan tinggi protein, teh, susu, kopi dan sejenisnya
Erykar @erikarlebang
Nah kebayang gak begonya teman saya yang sombong "karena olahraga bisa makan apa saja" tadi? Sudah pasca olahraga kebanjiran radikal bebas
Erykar @erikarlebang
Eh, ditambah lagi dengan mengkonsumsi makanan buruk yang menambah jumlah aliran radikal bebas dalam tubuhnya. Makanya sehat gak, mampus iya
Erykar @erikarlebang
Atau teman saya yang bermasalah dengan kolesterol, kalau jalan keluar dari dokternya cuma olahraga, dan dianggap juga bisa makan apa saja
Erykar @erikarlebang
Dadah bye-bye aja deh. Gak banyak yang paham, radikal bebas melimpah juga punya efek derivatif (turunan) berupa menggetasnya pembuluh darah
Erykar @erikarlebang
Pembuluh darah getas rentan pecah akan segera dilindungi oleh tubuh dengan melapisinya pergunakan kolesterol 'jahat' yang bersifat lengket
Erykar @erikarlebang
Kasian amat kolesterol jenis itu, kena fitnah, sebenarnya dia gak jahat, malah sedang melangsungkan tugas perlindungan
Erykar @erikarlebang
Nah konyol kan? Olahraga keras mungkin memang bisa mengurangi berat badan dan tumpukan lemak tubuh. Tapi kolesterol tidak sesederhana itu
Load Remaining (9)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.