0
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
Saya lanjutkan #NovelTweet CINTA DI TITIK NOL twit 141 dst semoga ada yg berkenan menyimak. Dan CDTN semoga bisa terbit menyusul NOVEL AID.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
141. Tiba di bandara Soekarno-Hatta pulang dari Malang, Gala melarikan mobilnya ke arah Puncak. Seorang temannya mengajaknya bertemu.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
142. Sempat dihadang dengan beberapa titik kemaacetan, Gala berhasil melalui jalan tol, melewati gadog Ciawi, dan sampai di sebuah vila.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
143. Vila itu terletak agak jauh dari jalan Puncak. Gala harus melewati jalan kecil yang berkelok-kelok sebelum sampai di Vila itu.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
144. Tiba di pelataran Vila itu, Gala melewati pintu gerbang halaman yang terbuka. Agak aneh. Tak biasanya seperti itu bila ia datang.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
145. Turun dari mobilnya, Gala melihat ke sekelilingnya. Lalu menuju ke pintu bangunan utama Vila. Ia ketuk pintunya. Tak ada jawaban.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
146. Gala mencoba membuka pintu itu ternyata bisa. Ia pun masuk dn terkejut krn melihat Totok, temannya, terkulai di lantai berlumur darah.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
147. Di dekat tubuh itu terserak sepucuk pistol di lantai. Ia periksa tubuh temannya. Ah, sudah meninggal dia. Gala bingung harus bagaimana.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
148. Di dekatnya, Gala melihat telepon di atas meja diletakkan tak pada tempatnya. Seperti terburu-buru diletakkannya.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
149. Masih memikirkan apa yg terjadi, tiba2 Gala mendengar suara keras,"Angkat tangan. Letakkan tangan di atas kepala !" Dua polisi datang.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
150. "Bukan saya yg melakukan, Pak." | Belum sempat menjelaskan, kedua polisi itu sudah bergerak meringkusnya, memborgolnya, dan membawanya.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
151. Beberapa polisi lainnya langsung mendekati jasad korban, memeriksanya, dn mengamankan brg bukti serta melakukan tindakan yg diperlukan.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
152. Dgn tgn diborgol, Gala dinaikkan ke mobil dan dibawa ke kantor polisi terdekat. Gala pasrah. Ia masih tak mengerti dgn apa yg terjadi.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
153. Mendengar kabar mantan suaminya di tahan, Vivi menghubungi Putri,"Kamu sudah pulang dari Malang?" | "Barusan landing di bandara Soetta"
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
154. "Tunggu di situ ya. Aku jemput," kata Vivi. "Kebetulan aku tak jauh dari bandara." | Ah, syukurlah, kata Putri dalam hati.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
155. Tak berapa lama, Vivi sampai. Putri segera masuk ke mobil dn berpelukan dengan sahabatnya itu. "Kau bisa temani aku khan?" | "Ke mana?"
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
156. Vivi melarikan mobilnya lalu menjawab, "Menjenguk Bang Gala." | "Bang Gala sakit?" | Vivi menggeleng,"Ia ditahan polisi" | Putri kaget.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
157. "Apa yang terjadi, Vi?" | "Entahlah, Put, aku tak tahu," kata Vivi." Tapi ia terlibat kasus pembunuhan. Begitu yang aku tahu."
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
158. Putri hanya bisa melongo. Bagaimana mungkin Bang Gala bisa terlibat pembunuhan? Ia orang yang sangat lembut, setahu Putri.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
159. Putri melihat ke arah Vivi yg sedang menyetir. Tampak kesedihan terbayang di wajah cantik itu. Ia yakin Vivi masih mencintai Bang Gala.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
160. Putri mengusap2 pundak Vivi sambil menyemangati,"Kamu yg sabar ya, Vi." | Vivi hanya mengangguk menahan tangis. | Mobil terus meluncur.
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
161. HP Lelaki berdering. Lelaki mengambil HP-nya dan menerima panggillan yang masuk, "Halo, dengan siapa ini?" | "Ini Ira, Mas."
Novel~nikmat&manfaat @dedhi_suharto
162. " Oh .. Assalamu'alaikum, Ira. Bagaimana kuliahmu?" | "Wa'alaikumussalam. Lancar, Mas. Alhamdulillah. Bagaimana kabar nenek?" |
Load Remaining (129)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.