0
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Serapan anggaran Pemprov DKI tahun 2014 mencapai titik terendah sepanjang sejarah. Baca beritanya disini --> megapolitan.kompas.com/read/2014/11/1….
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Serapan anggaran yg rendah, bagi saya adalah cerminan bahwa pemprov bekerja sangat minim ditahun tersebut.
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Setiap pekerjaan pemprov membutuhkan anggaran, kalau serapan anggaran rendah ? Maka dapat dipastikan pekerjaan yg dilakukan juga minim
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Kenapa serapan anggaran di DKI bisa rendah ? Segala hal njelimet dijadikan dalih oleh pegawai pemprov
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Tapi buat saya, serapan anggaran rendah karena 2014 adalah tahun politik. Tahun dimana jakarta ditelantarkan kedua pemimpinnya
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Jokowi sibuk dengan pilpres, Ahok sibuk koar2 sistem pilkada langsung, cerai sama Gerindra, dan kesibukan lainnya yg gak penting
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Kesibukan2 gak penting para pemimpin DKI bisa tercermin dr pernyataan kepala BPKD DKI --> "Tahun ini banyak transisi, jadi mohon dimaafkan"
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Terus terang, saya makin khawatir memikirkan nasib ibukota. Banjir kian mengancam, macet makin parah, transportasi publik makin buruk
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Warga Jakarta membutuhkan kinerja nyata dari pemimpinnya. Warga sudah lelah dengan pencitraan palsu & bacot2 yg gak penting
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Mengatasi banjir memang ga mungkin 3 tahun, tapi setidaknya minimal perlihatkan upayanya mengatasi banjir. Selama in apa upayanya ?
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Kali Ciliwung kemarin digarap bersama TNI, tapi itu tetap aneh, seharusnya pekerjaan2 terkait banjir dikerjakan SEBELUM musim hujan tiba
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Terlihat pemprov DKI dibawah kepemimpinan Ahok lebih senang mengeluarkan Punishment untuk warga dibanding memberi fasilitas
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Larangan2 semakin banyak dikeluarkan, tapi tidak disertai fasilitas alternatif sebagai dampak dari larangan tersebut
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Contohnya ? Larangan sepeda motor. Ini jelas lucu, pemprov belum siapkan alternatif selain motor tapi sudah langsung keluarkan larangan
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Memang betul pemprov siapkan 10 bus sebagai solusi larangan sepeda motor. Tapi apakah 10 bus cukup ? Lagi2 warga jadi dendeng desak2an
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Kebijakan2 yg dikeluarkan Jokowi Ahok hanya bersifat represif, tidak bersifat solutif & persuasif. PERHATIKAN !!
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Kalau saya pribadi, DEMI ALLAH sampai kapanpun ga akan ikhlas naik bus/kopaja/metro mini selama besi kursinya karatan, asapnya pun hitam
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Naik busway ? Desak2an seperti dendeng, rawan copet, rawan terbakar, frekuensi waktu lewat cukup lama.
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Selamanya warga akan melawan larangan jika pemprov tidak menawarkan solusi alternatif yg memadai, aman, nyaman, layak
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Anda sekolah tinggi capek2, setelah lulus sekolah lalu bekerja disuruh naik bus penuh karat, desak2an, asap hitam, MAU ? Saya sih ogah
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Dengan APBD sebesar 72 triliun seharusnya pemprov DKI bisa mengatasi masalah2 utama di ibukota. Hentikan pencitraan & Bacot2 ga penting
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Jangan cuma mengeluarkan Punishment utk warga, keluarkan juga kebijakan2 yg solutif fasilitatif dan kreatif.
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
SAMPAI KAPAN JAKARTA SEPARAH INI ?!!! Dan kenapa pemimpin yg belum mampu membenahi Jakarta malah makin digilai sebagian orang !!
IG : dimasakbarz @dimasakbarz
Musim hujan pun tiba, ini adalah musim yg menjadi momok bagi warga Jakarta. Bukan cuma banjir, tapi lalu lintas LUMPUH tiap selesai hujan
Load Remaining (4)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.