0
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
1. Sedikit cerita soal sistem pendidikan anak2 di Cambridge, Massachusetts, AS. Dua anak saya pindah sekolah ke sini ikut ortunya.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
2. Seperti di Indonesia, ada sekolah negeri dan ada juga yg swasta. Tapi orang cenderung pilih negeri/public schools krn gratis.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
3. Secara total, jumlah sekolah negeri u. SD-SMA lebih banyak dari sekolah swasta dan cukup untuk menampung anak usia sekolah.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
4. Sayangnya jumlah public schools untuk level playgroups, pre-kindergarten & TK sedikit dan ortu terpaksa pilih swasta yg tentu tdk gratis.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
5. Yg menarik, pemerintah lokal Cambridge punya sistem IT yg terintegrasi u.tahu jumlah kursi siswa di setiap sekolah di kota ini.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
6. Ortu siswa tidak bisa pilih sekolah di mana. Kita boleh punya 3 preferensi tapi pemerintah yg tentukan anak kita masuk sekolah yg mana
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
7. Sistem ini dibuat agar tdk ada sekolah khusus orang kaya, sekolah anak pinter, sekolah kelas bawah, atau sekolah u. etnis tertentu.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
8. Semua siswa dng latar belakang etnis, kelas sosial dan jumlah pendapatan dicampur agar komposisi siswa tiap sekolah sama. Berbaur.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
9. Gimana kalau dpt sekolah yg jauh dari rumah? Ada bus sekolah u.antar jemput. Pengecualian hanya u.kakak-adik. Boleh pilih sekolah yg sama
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
10. Semua ortu mendaftarkan anaknya di Cambridge Public Schools/CPS, spt Dinas Pendidikan. Registrasi terpusat memudahkan distribusi siswa
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
11. Ortu diberi form yg perlu diisi dng info detail ttg latar belakang budaya, ekonomi, kesehatan dan pendidikan anak.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
12. Semua gratis kecuali lunch. Semua siswa makan di kafetaria sekolah. Tapi kita bs minta subsidi untuk school lunch yg sekitar $2/hari
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
13. Tidak ada kantin atau jajanan jalanan di sekolah. Ada riset kalau school lunch adl jaring pengaman u.memastikan anak dpt makanan bergizi
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
14. Data kesehatan anak jg diminta o. school nurse. Jadi sekolah berfungsi sbg jangkar u. memastikan anak sehat, makan bergizi dan belajar.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
15. Sekolah punya riwayat kesehatan semua siswa, berkoordinasi dng rumah sakit/health provider dan asuransi kesehatan.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
16. Kembali ke registrasi, ortu boleh punya preferensi sekolah anak. Sebelm memilih, kami dpt brosur yg menjelaskan kurikulum tiap sekolah
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
17. Tdk ada kurikulum nasional di sini. CPS hanya minta ada materi english, sains & math tp variasi & model pendidikan terserah sekolah.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
18. Jd ada sekolah negeri yg pake kurikulum montessori. Ada yg project based learning. Bebas, terserah guru dan sekolah masing2.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
19. Sekolah dng kurikulum project based learning mendidik anak bertanya kritis tanpa sekat mata pelajaran. Mirip konsep kurikulum 2013.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
20. Metode ini hanya bisa berhasil jika guru dan sekolahnya siap. Model ini sangat menarik krn didesain sangat student - driven.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
21. Masalahnya banyak yg ragu guru di Indonesia siap menjalankan kurikulum berbasis project based learning. Kunci nya di guru.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
22. Kami akhirnya pilih 3 sekolah yg semuanya menerapkan project based learning. Total ada 9 elementary schools yg bisa di pilih.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
23. Itu untuk si kakak. Yg bungsu masuk swasta karena waiting list u . pre-kindergarten negeri, panjang. Harus daftar setahun sebelumnya.
Wahyu Dhyatmika @WahyuDhyatmika
24. Sejauh ini asyik. Tidak ada PR sama sekali. Krn kata gurunya, PR membuat siswa jadi enggan/malas bersekolah. Learning should be fun!
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.