KISRUH GOLKAR - ANCAMAN DAN PELUANG http://t.co/FErmhmCpBI | By @PartaiSocmed

Golkar adalah partai yg tidak bisa jauh dr kekuasaan. Meski sukses menang di pileg, kekalahan di pilpres menimbulkan kegalauan tersendiri
golkar
0
#99 @PartaiSocmed
KISRUH GOLKAR - ANCAMAN DAN PELUANG pic.twitter.com/FErmhmCpBI
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Terlepas dari munculnya calon2 baru ketum Golkar, namun kisruh Golkar kali ini tak lepas dr episode rivalitas panjang sejak Munas 2004
#99 @PartaiSocmed
Yaitu rivalitas dua tokoh Golkar pasca lengsernya Soeharto sang patron, yaitu Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla
#99 @PartaiSocmed
Untuk lebih jelasnya, marilah sejenak kita menengok kembali perjalanan Partai Golkar pasca reformasi. Selamat begadang..
#99 @PartaiSocmed
Akbar Tanjung menjabat sebagai ketum Golkar saat bangsa ini mengalami gelombang besar reformasi.
#99 @PartaiSocmed
Ini adalah masa2 paling berat bagi Golkar yg selama pemerintahan Soeharto selalu dapat keistimewaan, kini justru jadi sasaran tembak
#99 @PartaiSocmed
Namun kepiawaian Akbar Tanjung terbukti dgn suksesnya membawa Golkar selamat dari saat2 paling kritis partai ini
#99 @PartaiSocmed
Pd pemilu pertama pasca lengsernya Soeharto, yaitu di tahun 1999. Golkar yg biasanya menang telak kini berada di urutan kedua setelah PDIP
#99 @PartaiSocmed
Meski tidak jadi pemenang namun bisa dikata itu adalah prestasi tersendiri mengingat besarnya tuntutan pembubaran Golkar saat itu
#99 @PartaiSocmed
Secara perlahan tapi pasti Akbar Tanjung membangun Golkar modern, yg suka tidak suka harus bersaing dgn partai2 lainnya
#99 @PartaiSocmed
Dan harus diakui Akbar Tanjung sukses menjadi penyelamat Golkar. Terbukti tahun 2004 Golkar tampil perkasa menjadi pemenang pileg
#99 @PartaiSocmed
Tahun 2004 adalah pertama kalinya pemilihan Presiden dilakukan secara langsung.
#99 @PartaiSocmed
Tahun 2004 itu bisa dikata Golkar tampil gilang gemilang. Mereka menang di pileg dan di pilpres kader mereka menang sebagai wapres
#99 @PartaiSocmed
Namun persoalannya justru disitu. Jusuf Kalla yg berduet dgn SBY saat itu tidak melalui jalur Golkar
#99 @PartaiSocmed
Seperti diketahui, tahun 2003 Golkar sudah mengadakan konvensi capres yg dimenangkan oleh Wiranto (yg mengalahkan Akbar Tanjung)
#99 @PartaiSocmed
Golkar adalah partai yg tidak bisa jauh dr kekuasaan. Meski sukses menang di pileg, kekalahan di pilpres menimbulkan kegalauan tersendiri
#99 @PartaiSocmed
Disinilah kepiawaian strategi SBY dibuktikan. Beliau mendorong wapresnya utk ikut memperebutkan kursi ketum Golkar tahun 2004
#99 @PartaiSocmed
Dan bagi kader2 Partai Golkar pilihannya menjadi sederhana. Mendukung Akbar Tanjung yg sukses membawa Golkar memenangkan pileg atau JK?
#99 @PartaiSocmed
Mendukung Akbar Tanjung berarti akan berada diluar pemerintahan. Tapi mendukung Jusuf Kalla akan spt sekali dayung dua pulau terlampaui
#99 @PartaiSocmed
Betapa tidak, Golkar akan menjadi partai pemenang pemilu sekaligus bagian dari pemerintah. Sebab ketumnya adalah cawapres
#99 @PartaiSocmed
Maka pada Munas ke-7 Golkar bulan Desember 2004 Jusuf Kalla sukses mempecundangi Akbar Tanjung dgn selisih suara yg telak
#99 @PartaiSocmed
Dan disinilah awal dari rivalitas tak berujung dan beranak pinak antara Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla
#99 @PartaiSocmed
Selama kepemimpinan Jusuf Kalla di Golkar terlihat sekali ada kelompok Jusuf Kalla dan kelompok Akbar Tanjung
#99 @PartaiSocmed
Kelompok Jusuf Kalla tentu saja antaranya adalah Surya Paloh yg diangkat sbg Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar
#99 @PartaiSocmed
Sementara kelompok Akbar Tanjung ada Aburizal Bakrie cs. Meski spt bara dlm sekam namun mereka mampu mengelola konflik dgn baik
Load Remaining (37)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.