2
Hunter 99 @SangPemburu99
Selamat pagi tweeps. Konflik dlm tubuh Partai Golkar semakin memanas. Krn itu tdk ada salahnya bila kita bahas dalam kultwit saya pagi ini.
Hunter 99 @SangPemburu99
Partai Golkar, salah satu partai tertua itu memang tak pernah sepi dari konflik antar pengurusunya, khususunya setelah era reformasi.
Hunter 99 @SangPemburu99
Sedangkan dalam era sblmnya (era Orde Baru) nyaris tak pernah terdengar adanya konflik di Golkar karena peran sang "maestro", Soeharto.
Hunter 99 @SangPemburu99
Di masa kejayaannya itu, setiap kali terjadi suksesi kepemimpinan di Golkar selalu berjalan mulus, nyaris tak nampak adanya kompetisi.
Hunter 99 @SangPemburu99
Hal itu krn begitu dominannya kekuasaan Soeharto yang selalu mengkader setiap calon suksesor ketum Golkar.
Hunter 99 @SangPemburu99
Semua "calon jadi" ketua umum Golkar di masa itu pasti atas restu Soeharto. Tanpa restunya, mustahil seorang kader Golkar bisa menjadi ketum
Hunter 99 @SangPemburu99
Namun tradisi suksesi Golkar di era Orde baru itu berubah total di era reformasi. Sejak era itu, Golkar tak pernah sepi dari konflik.
Hunter 99 @SangPemburu99
Dalam batas2 tertentu, sesungguhnya hal itu bisa dimaklumi karena tidak ada lagi sosok yang begitu dominan di Golkar sekaliber Soeharto.
Hunter 99 @SangPemburu99
Menariknya, konflik yang terjadi di Golkar itu selalu terjadi menjelang digelarnya MUNAS (Musyawarah Nasional).
Hunter 99 @SangPemburu99
Dan setiap selesai digelarnya Munas Partai Golkar, calon ketua umum Golkar yang kalah selalu keluar dari Golkar dan membentuk partai baru.
Hunter 99 @SangPemburu99
Mari sekilas kita menengok ke belakang melihat sejarah konflik yang terjadi di tubuh partai Golkar sejak Munas 1998, 2004, dan 2009.
Hunter 99 @SangPemburu99
Pada Munas Partai Golkar 1998, ada 3 kandidat yang memperebutkan posisi ketua umum yaitu Akbar Tandjung, Edy Sudrajat, dan Sri Sultan HB X.
Hunter 99 @SangPemburu99
Ketika akhirnya Akbar Tandjung yg memenangkan perebutan ketua umum, pesaing terkuatnya yaitu Edy Sudrajat keluar dan bikin partai baru.
Hunter 99 @SangPemburu99
Partai baru yang dibentuk Edy Sudrajat saat itu adalah Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). PKP ikut Pemilu 1999 bersama 47 partai lainnya.
Hunter 99 @SangPemburu99
Namun PKP tidak dapat lolos Electoral Treshold 2% dan untuk bisa ikut pemilu berikutnya tahun 2004 partai ini mengubah namanya menjadi PKPI.
Hunter 99 @SangPemburu99
Nasib PKP pada Pemilu 1999 itu mirip dengan PK (Partai Keadilan) yang pada Pemilu 2004 bermetamorfosis menjadi Partai Keadilan Sejahtera.
Hunter 99 @SangPemburu99
Selain Edy Sudrajat, kader Golkar yg keluar dan membentuk partai baru pasca Munas 1998 adalah Mien Sugandhi yg membentuk partai MKGR.
Hunter 99 @SangPemburu99
Memasuki Munas Partai Golkar tahun 2004, persaingan panas memperebutkan posisi ketua umum kembali terjadi.
Hunter 99 @SangPemburu99
Pada Munas Partai Golkar 2004 itu, ada 2 kandidat terkuat yang memperebutkan posisi ketua umum yaitu Akbar Tandjung & Jusuf Kalla.
Hunter 99 @SangPemburu99
Saat itu Akbar Tandjung baru lengser dari posisinya sebagai ketua DPR, sedangkan JK baru terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi SBY.
Hunter 99 @SangPemburu99
Karena posisinya yang lebih menguntungkan itu, akhirnya secara dramatis JK berhasil menjadi ketum Partai Golkar mengalahkan Akbar Tandjung
Hunter 99 @SangPemburu99
Terpilihnya JK menjadi Ketum Partai Golkar (PG) membawa implikasi perubahan sikap politik PG saat itu di parlemen.
Hunter 99 @SangPemburu99
PG yang sebelumnya bersama dengan PDIP menjadi oposisi dgn memotori Koalisi Kebangsaan berbalik arah mendukung pemerintahan SBY-JK.
Hunter 99 @SangPemburu99
Hal itu membuat perimbangan kekuatan di DPR langsung berubah drastis. Koalisi partai pendukung pemerintah saat itu (2004) menjadi mayoritas.
Load Remaining (117)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.