Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

REFLEKSI KONFLIK GOLKAR, INTERVENSI DAN PERTARUHAN EKSISTENSI by @SangPemburu99

Chirpified
0
Hunter 99 @SangPemburu99

Selamat pagi tweeps. Konflik dlm tubuh Partai Golkar semakin memanas. Krn itu tdk ada salahnya bila kita bahas dalam kultwit saya pagi ini.

26/11/2014 09:05:32 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Partai Golkar, salah satu partai tertua itu memang tak pernah sepi dari konflik antar pengurusunya, khususunya setelah era reformasi.

26/11/2014 09:13:02 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Sedangkan dalam era sblmnya (era Orde Baru) nyaris tak pernah terdengar adanya konflik di Golkar karena peran sang "maestro", Soeharto.

26/11/2014 09:14:54 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Di masa kejayaannya itu, setiap kali terjadi suksesi kepemimpinan di Golkar selalu berjalan mulus, nyaris tak nampak adanya kompetisi.

26/11/2014 09:16:27 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Hal itu krn begitu dominannya kekuasaan Soeharto yang selalu mengkader setiap calon suksesor ketum Golkar.

26/11/2014 09:18:57 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Semua "calon jadi" ketua umum Golkar di masa itu pasti atas restu Soeharto. Tanpa restunya, mustahil seorang kader Golkar bisa menjadi ketum

26/11/2014 09:19:59 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Namun tradisi suksesi Golkar di era Orde baru itu berubah total di era reformasi. Sejak era itu, Golkar tak pernah sepi dari konflik.

26/11/2014 09:20:52 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Dalam batas2 tertentu, sesungguhnya hal itu bisa dimaklumi karena tidak ada lagi sosok yang begitu dominan di Golkar sekaliber Soeharto.

26/11/2014 09:21:43 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Menariknya, konflik yang terjadi di Golkar itu selalu terjadi menjelang digelarnya MUNAS (Musyawarah Nasional).

26/11/2014 09:24:17 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Dan setiap selesai digelarnya Munas Partai Golkar, calon ketua umum Golkar yang kalah selalu keluar dari Golkar dan membentuk partai baru.

26/11/2014 09:25:08 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Mari sekilas kita menengok ke belakang melihat sejarah konflik yang terjadi di tubuh partai Golkar sejak Munas 1998, 2004, dan 2009.

26/11/2014 09:26:58 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Pada Munas Partai Golkar 1998, ada 3 kandidat yang memperebutkan posisi ketua umum yaitu Akbar Tandjung, Edy Sudrajat, dan Sri Sultan HB X.

26/11/2014 09:28:19 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Ketika akhirnya Akbar Tandjung yg memenangkan perebutan ketua umum, pesaing terkuatnya yaitu Edy Sudrajat keluar dan bikin partai baru.

26/11/2014 09:29:35 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Partai baru yang dibentuk Edy Sudrajat saat itu adalah Partai Keadilan dan Persatuan (PKP). PKP ikut Pemilu 1999 bersama 47 partai lainnya.

26/11/2014 09:30:35 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Namun PKP tidak dapat lolos Electoral Treshold 2% dan untuk bisa ikut pemilu berikutnya tahun 2004 partai ini mengubah namanya menjadi PKPI.

26/11/2014 09:31:49 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Nasib PKP pada Pemilu 1999 itu mirip dengan PK (Partai Keadilan) yang pada Pemilu 2004 bermetamorfosis menjadi Partai Keadilan Sejahtera.

26/11/2014 09:33:27 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Selain Edy Sudrajat, kader Golkar yg keluar dan membentuk partai baru pasca Munas 1998 adalah Mien Sugandhi yg membentuk partai MKGR.

26/11/2014 09:34:41 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Memasuki Munas Partai Golkar tahun 2004, persaingan panas memperebutkan posisi ketua umum kembali terjadi.

26/11/2014 09:35:55 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Pada Munas Partai Golkar 2004 itu, ada 2 kandidat terkuat yang memperebutkan posisi ketua umum yaitu Akbar Tandjung & Jusuf Kalla.

26/11/2014 09:37:38 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Saat itu Akbar Tandjung baru lengser dari posisinya sebagai ketua DPR, sedangkan JK baru terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi SBY.

26/11/2014 09:38:32 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Karena posisinya yang lebih menguntungkan itu, akhirnya secara dramatis JK berhasil menjadi ketum Partai Golkar mengalahkan Akbar Tandjung

26/11/2014 09:39:46 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Terpilihnya JK menjadi Ketum Partai Golkar (PG) membawa implikasi perubahan sikap politik PG saat itu di parlemen.

26/11/2014 09:40:51 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

PG yang sebelumnya bersama dengan PDIP menjadi oposisi dgn memotori Koalisi Kebangsaan berbalik arah mendukung pemerintahan SBY-JK.

26/11/2014 09:42:03 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Hal itu membuat perimbangan kekuatan di DPR langsung berubah drastis. Koalisi partai pendukung pemerintah saat itu (2004) menjadi mayoritas.

26/11/2014 09:43:07 WIB
Hunter 99 @SangPemburu99

Akbar Tandjung yg dikalahkan JK pada Munas 2004 itu merasa ditelikung Agung Laksono yg berbalik mendukung JK.

26/11/2014 09:44:14 WIB
Load Remaining (112)

Comment

No comments yet. Write yours!