1
akhmad sahal @sahaL_AS
Ustadz @ShamsiAli2 nyari titik temu IslamYahudiKristen, eh @hafidz_ary nyari titik tengkar. Hapid pasnya hidup di era perang salib :)
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary tentu. krn itu jgn pake standar sendiri utk menilai pihak lain, krn kita jg ga mau diri kita dinilai dari standar pihak lain.
G A R P U @hafidz_ary
Jgn pake standar anda utk menilai saya ๐Ÿ˜… โ€œ@sahaL_AS: @hafidz_ary tentu. krn itu jgn pake standar sendiri utk menilai pihak lain
G A R P U @hafidz_ary
Anda anggap sy tengkar itu standar anda ๐Ÿ˜… โ€œ@sahaL_AS: @hafidz_ary tentu. krn itu jgn pake standar sendiri utk menilai pihak lain,
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Lahirnya modernitas di tandai dgn munculnya ide ttg perspektif: pandangan manusia ditentukan n dibatasi oleh titik pijaknya.
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Muncul kesadaran ttg keragaman perspektif, masing2 dgn tolok ukurnya sendiri. Ide Leibniz ttg monade bertolak dari situ.
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Kajian ttg agama dlm dunia akademis modern bertolak dari, di antaranya, perspektivisme ini.
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Pandangan pra modern ttg agama, yg menilai agama lain dari tolok ukur agama sendiri, dianggap bukan hanya tak adil, tp jg sia2.
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Sia2 krn pandangan yg menjadikan tolok ukur agama sendiri jadi patokan akan berujung pd saling mengklaim, ngotot2an.
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary yg muncul kemudian adlh perang agama. Misal, perang salib, perang katholik-protestan di eropa. Krk gini mau diteruskan?
G A R P U @hafidz_ary
Tolok ukur sy bibel kok, gak bawa2 alquran โ€œ@sahaL_AS: @hafidz_ary Sia2 krn pandangan yg menjadikan tolok ukur agama sendiri jadi patokan
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Perang agama pad akhirnya sia2 karena iman sejati harus bertolak dari kesukarelaan, bukan paksaan/kekerasan.
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Makanya di Eropa perang katholik-protestan berhenti krn disadari, masing2 toh tetap bertahan dgn keyakinannya masing2.
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Ironisnya, kecederungan perang berdasar keyakinan dinyalakan lagi, misal dlm pernag sunni-syiah di Timteng. Perang yg sia2
G A R P U @hafidz_ary
Sy menilai bibel dg bibel, anda menilai sy dg persepsi anda โ€œ@sahaL_AS: @hafidz_ary Sia2 krn pandangan yg menjadikan tolok ukur agama
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Backrground konflik berdarah yg sia2 di Eropa menjadi dasar munculnya kesadaran utk mengadposi perspektivisme dlm studi agama
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Wujudnya: ditinggalkannya paradigma lama perbandingan agama yg coba buktikan kesalahan agama lain dari perspektif agama sendiri
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Disadari bahwa cara paling adil utk mengkaji agama lain adlh melihat agama lain dari perspektif pemeluknya. Pendekatan empatik.
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Mengutip Wilfred C Smith, kajian ttg agama lain valid kalo pemeluk agama lain tsb menyatakan amin (sepakat) dgn kajian tsb
G A R P U @hafidz_ary
Harus dr sumbernya kitab sucinya, persepsi pemeluk bs salah โ€œ@sahaL_AS: cara paling adil utk mengkaji agama lain adlh melihat agama lain
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Simaklah Karen Armstrong, misalnya. Doi Katholik, tpi ketika apresiatif ketika membahas Islam, orang Islam setuju n sukak.
G A R P U @hafidz_ary
Menurut logika, valid jk sesuai sumbernya โ€œ@sahaL_AS: @hafidz_ary Mengutip Wilfred C Smith, kajian ttg agama lain valid kalo pemeluk agama
G A R P U @hafidz_ary
Ada yg kontra juga, dan ini biasa โ€œ@sahaL_AS: @hafidz_ary Simaklah Karen Armstrong, misalnya. Doi Katholik, tpi ketika apresiatif ketika
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Kayak gitu yg disebut "obyektif" dlm kajian agama. Membiarkan "obyek" (agama lain) berbicara ttg dirinya.
akhmad sahal @sahaL_AS
@hafidz_ary Perlu dicatat, bersikap obyektif dlm melihat agama lain tak lantas mengimaninya. Ini soal sikap ilmiah, Bung !
Load Remaining (140)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.