Mengapa Penulis Harus Rajin Membaca? - oleh @gradien

RT ‏@sriv3ani: @gradien Bener bgt Min, menulis itu berawal dari membaca itu sih kata penulis. Kalau kita pembaca tulisan itu berawal dari penulis...
0
Gradien Publisher @gradien
Sambil menemani aktivitas siang, Mimin mau share tentang "mengapa penulis harus rajin membaca." #Twittip
Gradien Publisher @gradien
Tadi siang, sembari menikmati secangkir kopi dan red velvet, *uhuk* Mimin ketemu sama seorang editor freelance khusus fiksi. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
Tahu-tahu tercetus pernyataan, "Penulis memang harus amat sangat suka baca." Mimin sih cuma bisa ngangguk bengong melompong. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
Loh, emang kenapa sih, kok sampai 'harus amat sangat suka baca'? Kok nggak boleh, 'suka baca' aja deh *edisi nawar* #Twittip
Gradien Publisher @gradien
1. Bahan baku tulisan itu kata-kata. Ini seringkali dilupakan penulis pemula. Mereka pikir, nulis novel yang penting imajinasi #Twittip
Gradien Publisher @gradien
2. Tulisan tanpa kata-kata, sama seperti minuman espresso tanpa kopi. Tidak ada tulisan tanpa kata-kata. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
3. Tidak akan ada novel tanpa kata-kata. Jadi, kata-kata adalah sesuatu yang wajib ada dalam tulisan. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
4. Dan darimana kita memperoleh "bahan baku" ini? Jawabnya, dengan membaca tulisan/buku karya penulis lain. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
5. Err, bukan dari kamus ya, atau apa tuh nama kerennya? Tesaurus? | Terus, gimana mindahin isi kamus kalau ngga dibaca? #Twittip
Gradien Publisher @gradien
6. Dari karya orang lain, kita bisa menemukan kata-kata unik, yang mungkin sudah mulai tergerus jaman. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
7. Misal, kata 'tapal gigi'. Hayoo, siapa yang tahu apa artinya? #Twittip #Surcil
Gradien Publisher @gradien
8. Generasi lawas pasti masih sempat ingat kata 'tapal gigi'. Kalau sekarang, kata itu memang sudah menghilang dari peredaran. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
9. Makna 'tapal gigi' *jrengjreng* sama dengan kata odol alias pasta gigi. Lazim dipakai di era 50an. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
10. Ya ampunnnn, Min. Itu kan jadoooeelll buaanggettt. Apa gunanya kata-kata seajaib itu? Malah bikin orang nggak ngerti juga kan. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
11. Kata-kata seperti 'tapal gigi' atau 'terompah' menjadi penting bila Graders menulis dengan seting waktu 50an. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
12. Kata-kata seperti itu akan membantu pembaca merasakan situasi seting thn 50an. Walau gaya bahasa yang digunakan 'modern' #Twittip
Gradien Publisher @gradien
13. Dengan kata-kata lawas, kita bisa membawa pembaca ke seting masa lalu, tanpa harus menggoenakan ejaan jaman doeloe kala. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
14. Kedua, semakin kaya perbendaharaan kata-kata seorang penulis maka semakin kaya juga karyanya. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
15. Ketika penulis mempunyai stok kata-kata yang luas, maka semakin mudah baginya untuk menulis dengan indah #Twittip
Gradien Publisher @gradien
16. Misal nih, kalimat "Kepalaku cenut-cenut, kaya digetoki palu." Tidak ada yang salah dengan kalimat di atas. Tapi.... #Twittip
Gradien Publisher @gradien
17. Coba bandingkan dengan kalimat ini, "Kepalaku sakit, seakan dihantam godam". Godam bermakna yang sama dengan "palu" #Twittip
Gradien Publisher @gradien
18. Kalimat tersebut menjadi lebih unik dan ringkas. Pun berima. 'dihantam-godam' mempunyai akhiran '-am' #Twittip
Gradien Publisher @gradien
19. Godam juga membuat pembaca langsung merasakan palu yang besar. Inilah kekuatan kata. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
20. Setiap kata mempunyai "rasa" yang berbeda walau bermakna sama. Contoh, kata kangen mempunyai rasa yang beda dengan kata rindu. #Twittip
Gradien Publisher @gradien
21. Kalimat 'aku suka kamu' mempunyai kekuatan rasa yang berbeda dengan kata 'aku mencintaimu'. #Twittip
Load Remaining (13)

Comment

Gemar Baca @gemar_baca 22/09/2012 12:14:00 WIB
CATATAN: No. 28 memang gak ada di twit aslinya.
Login and hide ads.