Kesaksian Korban JIS Berubah-ubah" berdasarkan sidang #KasusJIS

JAKARTA - Kesaksian korban dugaan tindak kekerasan seksual di sekolah Jakarta International School (JIS) berakhir antiklimaks. MAK, siswa TK JIS yang diminta keterangannya melalui teleconference dan didampingi LPSK menyampaikan keterangan yang berubah-ubah dan sulit dipahami. Read More
law crime >>1 motif sodomi JIS tuntuta palsu ekonomi kasus 5t
0
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Liputan @tvOneNews mengungkap penyiksaan terhadap petugas kebersihan JIS youtu.be/jvzbn0rdftQ?li…
Expand pic
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Mari simak kultwet ttng "Kesaksian Korban JIS Berubah-ubah" berdasarkan sidang #KasusJIS hari ini 6/11 @beritaterbaik @arbib @kangdede78
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Sementara majelis hakim langsung memberikan kesempatan kepada jaksa penuntut umum (JPU).
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Kesaksian korban dugaan tindak kekerasan seksual di sekolah Jakarta International School (JIS) berakhir antiklimaks.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
MAK, siswa TK JIS yg diminta keterangannya melalui teleconference&didampingi LPSK menyampaikan keterangan yg berubah2&sulit dipahami.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Tdk ada informasi baru&banyak dari keterangan yg disampaikan saksi korban tdk mengungkapkan siapa sebenarnya yg melakukan dugaan sodomi ini
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Demikian keterangan yg disampaikan Patra M. Zen, kuasa hukum Virgiawan Amin&Agun Iskandar usai sidang hari ini di PN Jakarta Selatan.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Patra justru mempertanyakan urgensi dari teleconference yg dilakukan ini.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Apalagi dlm sidang sblmnya, sebagai bagian dr pembelaan, pengacara terdakwa tdk diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kpd MAK.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
"Teleconference ini sbnrnya tdk perlu dilakukan,dgn dihadirkan langsung kita akan melihat ekspresi&penjelasan lebih detil&murni dari MAK.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Melalui teleconference semuanya tdk dlm kontrol kita, karena kita tidak bisa lihat apa yg ada di sekitarnya," jelas Patra,
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Patra punya alasan kuat kesaksian melalui teleconference tidak independen.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Dlm sidang yg menghadirkan MAK dan Alec sebagai saksi, banyak keterangan MAK yg bertolak belakang dengan keterangan ibunya
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
"Sebagai contoh ketika di persidangan ditanya siapa yg memasukan burung ke dalam anusnya? MAK menjawab, Icha (Afrischa),
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Melihat hal itu ibu Pipit yang duduk didekat MAK langsung memotong jawaban MAK dan melakukan intervensi.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
si ibu langsung mendelik dan berbisik-bisik ke telinga anaknya", ungkap Patra.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Perlu diketahui, Afrischa adalah salah satu dari 5 terdakwa yg disidangkan. "Mana mungkin Afrischa bisa memasukan penisnya?
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Karena Icha adalah satu-satunya terdakwa perempuan," lanjut Patra.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Patra menegaskan, jika dalam teleconference ini, orang tua lagi-lagi bebas mengintervensi dan mempengaruhi anaknya
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
maka keterangan MAK bahwa dirinya disodomi patut diragukan.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Apalagi dijadikan alasan untuk menghukum seseorang.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
"Dlm hukum pidana kita, keterangan anak tidak bisa dijadikan dasar bagi Majelis Hakim untuk membuat putusan.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Karena anak belum cakap dalam bertindak dan berpikir.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Itulah mengapa dalam persidangan, anak tidak diambil sumpah sebelum memberikan keterangan" jelas Patra.
Raysha Syahbani. ST @raysha_st
Terkait kasus JIS ini sebelumnya Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)
Load Remaining (112)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.