0
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Dengan tubuh menggigil, Mohamed Jendeyyah terbangun setelah air hujan mengucur dari atap kamar rumahnya yang rusak akibat agresi zionis.
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Udara dingin pertama di tahun ini yang melanda wilayah itu menambah berat tragedi yg dihadapi Jendeyyah dan ribuan orang Palestina lainnya.
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Rumah mereka rusak parah selama serangan udara dan darat zionis secara besar yang berakhir pada 26 Agustus. pic.twitter.com/S9CnkOrwEo
Expand pic
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Jendeyyah memiliki keluarga dengan 12 anggota, istri dan 10 anaknya. Air hujan menerobos melalui lubang di langit-langit & tembok rumahnya ~
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
~ di Permukiman Sheja’eya di bagian timur Kota Gaza, akibat bom yang ditembakkan dari tank Israel ke permukiman itu.
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
“Hari ini saat menjelang fajar, saya tiba-tiba terbangun dan merasakan kolam air besar di dalam kamar tidur kami. ~ pic.twitter.com/075niFuwwd
Expand pic
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
~ Saya bergegas dan membawa anak-anak saya ke luar kamar tidur mereka dan gagal menutup lubang serta menghentikan air mengucur.
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
~ Sehingga merusak barang-barang kami dan membuat kasur kami kebasahan,” kata Jendeyyah.
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Jendeyyah menghabiskan waktu sepanjang hari, untuk menutup langit-langit rumahnya dengan nilon. Karena bahan mentah bangunan sangat kurang.
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Penduduk Jalur Gaza menduga musim dingin tahun ini akan berat dan mendatangkan hujan lebat, serta topan. pic.twitter.com/PJQ5yLb348
Expand pic
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Dan bayangkan warga yang rumahnya telah rusak parah atau hancur selama serangan zionis terhadap Jalur Gaza.. pic.twitter.com/Hrm0Y72Xe8
Expand pic
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Para ahli dan pejabat di daerah kantung pantai tersebut mengatakan, sebanyak 18.000 rumah hancur total. pic.twitter.com/AC8ZiGk5N1
Expand pic
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Sementara ada 30.000 rumah rusak parah dan rusak sebagian akibat perang itu. Prasarana daerah kantung tersebut, juga rusak sangat parah.
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Ketika Matahari terbenam, Jendeyyah, istri & anak-anaknya berkumpul di sekitar kompor kayu utk menghangatkan diri ~
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
~ setelah sepanjang hari mengeluarkan air dari kamar tidur. Dan hampir sepanjang hari pula mereka basah kuyup diguyur hujan.
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
“Saya merasa betapa sulitnya kondisi kami saat ini. Jika membandingkan bagaimana rumah kami sebelum perang & sekarang,” kata Jendeyyah.
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Ia menambahkan, “Saya benar-benar berharap bisa mengatasi tragedi ini sebelum musim dingin yg berat tiba pada November, Desember & Januari.”
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Sementara itu, keluarga Salman Qudeih di bagian tenggara Jalur Gaza hidup dalam kondisi yg tak jauh lebih baik dibanding keluarga Jendeyyah.
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Keluarga Qudeih hidup di karavan yang terbuat dari besi yang disumbangkan oleh lembaga amal lokal di Desa Khuzaa. pic.twitter.com/LILhESLNtA
Expand pic
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
“Berat untuk hidup di dalam karavan yang dibuat dari besi. Ketika hujan mengguyur atap, menambah ketakutan dan keprihatinan, ~
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
~ Karavan ini hanya memiliki luas 35 meter persegi dan berisi dua ruang kecil, satu toilet dan satu dapur,” kata Qudeih.
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Sementara itu, puluhan keluarga hidup di ruang kelas gedung sekolah yang dioperasikan oleh PBB. Berdesak-desakan, tanpa alas tidur nyaman..
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Tak ada ruang privasi keluarga, semua bercampur baur, tak kenal milik si fulan atau milik si fulanah. Semua milik bersama..
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Bayangkan jika kita berada diposisi mereka. Anak-anak, remaja, orang tua, mendapat ujian yang bertubi-tubi sama rata. pic.twitter.com/LyXTSnC0dT
Expand pic
Aksi Cepat Tanggap @ACTforHumanity
Teruntuk saudaraku di Gaza, semoga kesabaran dan keikhlasanmu, menjadi hal yang dimuliakan di sisi-Nya. #SolidaritasKemanusiaanDuniaIslam
Load Remaining (1)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.