1
akhmad sahal @sahaL_AS
Gw makan malem dulu deh, abis itu langsung kultwit ttg "Islam, Bahasa Arab, dan Surga" :)
akhmad sahal @sahaL_AS
(1) Bismillah... Berikut adlh kultwitku ttg "Islam, Bahasa Arab, dan Surga."
akhmad sahal @sahaL_AS
(2) Kultwitku ini mulanya dipicu oleh twit Ust @Yusuf_Mansur ttg bhs Arab sbg bhs surga pic.twitter.com/aXXwpvIhvn
Expand pic
akhmad sahal @sahaL_AS
(3) Respon spontan saya thd twit Ust @Yusuf_Mansur di atas: "Tak pake dalil. Ngarang."
akhmad sahal @sahaL_AS
(4) Sampe skrg belum ada respon dari Ustadz Yusuf Mansur. Tp ada yg mensyen ke saya ttg "hadits" yg ditwitkan Gus @awyyyyy
akhmad sahal @sahaL_AS
(5) Bunyi haditsnya: Cintailah Arab krn 3 hal, krn Aku (Nabi) org Arab, Qur'an dlm bhs Arab, dan bhs Arab adlh bhs surga."
akhmad sahal @sahaL_AS
(6) Kenapa gw mengklaim twit Ust Yusuf Mansur tsb ak berdalil, pdhl ada hadist itu? Berani dong! :) Krn bbrp alasan:
akhmad sahal @sahaL_AS
(7) Sekedar info, tema ini sakjane udah jadi "makanan" gw sejak gw ngaji bhs Arab di pesantren. Jd isunya gw akrab banget :)
akhmad sahal @sahaL_AS
(8) Ada sejumlah alasan kenapa klaim bhs Arab sbg bhs surga itu tak berdasar sama sekali.
akhmad sahal @sahaL_AS
(9) Pertama, ga ada rujukannya sama sekali dlm Qur'an-Sunnah! (kecuali satu "hadits" di atas yg problematis, akan saya jelaskan)
akhmad sahal @sahaL_AS
(10) Setidaknya itulah pendapat Ibnu Taimiyyah dlm kitabnya Majmu' Fatawa, juz 4, hal. 300-301.
akhmad sahal @sahaL_AS
(11) Ibnu Taimiyyah ditanya, betulkah di surga yg dipakai bhs Arab? Jawab: soal ini TAK DIKETAHUI, krn ga ada info dari Qur'an-Sunnah.
akhmad sahal @sahaL_AS
(12) Lanjut Ibnu Taimiyyah: Sahabat dan Tabi'in tak berminat membahasnya, krn itu soal yg percuma utk dibahas.
akhmad sahal @sahaL_AS
(13) Ibnu Taimiyyah: memang ada yg bilang bhs Arab bhs surga, bhs Persia jadi bhs neraka. Tp semua itu TAK BERDASAR, tak ada dalilnya.
akhmad sahal @sahaL_AS
(14) Bgmn dgn hadits yg ditwitkan Gus @awyyyyy di atas? Hadits itu diriwayatkan Ibn Abbas, dimuat Al-Thabrani dlm Al Mu'jam al-Kubra.
akhmad sahal @sahaL_AS
(15) Pertama, para ulama kek Al-Haitami, Ibn Hibban, Imam Jawzi menyebut hadits itu maudlu', alias palsu.
akhmad sahal @sahaL_AS
(Kedua) ulama lain bilang hadits itu sangat lemah, krn perawinya, Al A'la bin Al 'Amir, tak bisa dipercaya, matruk (layak diabaikan).
akhmad sahal @sahaL_AS
(17) Krn itu hadits itu sangat layak diragukan, tak bisa jadi dalil. Apalagi kalo terbukti palsu, jgn dipake sbg dalil!
akhmad sahal @sahaL_AS
(18) Lantas bgmn kita menyikapi hadits yg problematis tsb? Toh ia termuat dlm kitab hadits, dan keknya bkn hanya di satu kitab.
akhmad sahal @sahaL_AS
19. Soal bgmn bersikap thd hadits keknya perlu kultwit terpisah. Utk semetara, simak kultwit gw dan Gus @awyyyyy chirpstory.com/li/164992
akhmad sahal @sahaL_AS
(20) Ttg sikap kita thd hadits yg problematis di atas, saya teringat pendapat Kiai saya di Mranggen soal itu, saat saya ngaji Alfiyah.
akhmad sahal @sahaL_AS
21. Pendapat kiaiku di Mranggen ttg bahasa arab sgb bahasa surga menarik, krn berkebalikan total dgn kesimpulan Ust @Yusuf_Mansur
akhmad sahal @sahaL_AS
22. Catatan, kaiku jg berpendapat hadits bhs arab-bhs-surga sgb sangat lemah, terindikasi palsu. Saya dulu taunya dari beliau :)
akhmad sahal @sahaL_AS
22. Tp meski hadits itu problematis, tetap boleh saja diambil maknanya, asal disadari itu problematis statusnya hadits.
akhmad sahal @sahaL_AS
23. Kesan dari twit Ustadz @Yusuf_Mansur, krn statusnya sbg bhs surga, maka bhs arab seakan jd prasyarat utk bisa masuk surga.
Load Remaining (22)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.