0
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Hukum di bumi saja tak boleh pandang bulu, apalagi Hukum Tuhan. Hukum Tuhan tak pernah memandang apa agama, suku, status manusia.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Ada banyak agama, apakah itu berarti ada banyak Tuhan? tentu saja tidak! Tuhan tetap satu, hanya saja manusia berbeda dalam memahami Tuhan
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Kalau agama adalah sebuah cara, tentu saja semua orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam menafsirkan seperti apa Tuhan itu.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Tuhan ada disemua kebaikan, jika engkau adalah orang yang baik terhadap sesamamu, maka Tuhanlah yang menggerakkan hatimu.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Tuhan itu terlepas dari ikatan "kontrak" dengan Agama manapun, Tuhan hanya ada pada hati manusia yang baik.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Mengapa saya mengatakan "kontrak"? karena agama biasanya hanya bertahan pada kurun waktu tertentu..
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Misalnya pada jaman dulu manusia sudah mengenal tatacara melakukan pemujaan terhadap dewa, tata cara itu bisa kita katakan agama mereka.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Sama dengan kita saat ini yg percaya kepada sosok Tuhan yg diajarkan oleh agama. Suatu saat nanti ajaran agama akan runtuh eksistensinya.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Agama kita saat ini masih berusia tidak lebih dari 2000 tahun, usia ini bahkan masih terlalu muda dibandingkan kepercayaan jaman dahulu.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Kepercayaan pada peradaban Mesir kuno misalnya, anda tau berapa lama kepercayaan itu bertahan? pada akhirnya kepercayaan itu punah juga.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Demikian juga dengan Agama yang kita anut saat ini, suatu saat agama kita akan bergeser dengan kepercayaan baru lainnya pada saatnya nanti.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Seperti yang sudah saya katakan tadi, Agama adalah sebuah cara. Cara atau metode selalu berganti-ganti menyesuaikan dengan kondisi.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Kepercayaan Mesir kuno bertahan selama kurang lebih 3 Milenium, tentunya sesuaikan juga dengan kondisi saat itu.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Masyarakat pada jaman Mesir kuno masih belum sekolah, tidak lulus SD, tidak dibekali dengan cara berfikir bebas, karena mereka budak.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Mereka yang tak tau apa-apa saja hanya eksis 3 Milenium, bagaimana dengan kondisi sekarang yang sudah punya logika berfikir lebih bagus?
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Jangankan 3 Milenium, saya tidak yakin kalau tahun 2100 M masih ada yang percaya dengan ajaran Agama yang tak bisa dijelaskan secara logika.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Setiap hari logika manusia berkembang, bayangkan.. sudah berapa kepercayaan yang ditinggalkan manusia sejak manusia mengenal kepercayaan?
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Banyak sekali kepercayaan sudah punah termakan oleh waktu karena logika manusia selalu berkembang dan berkembang.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Pada akhirnya, satu kepercayaan yang sudah lama eksis akan digantikan dengan kepercayaan lainnya sesuai dengan jamannya.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Misalnya anda mengatakan Tuhan yang diterjemahkan oleh agama anda adalah yang paling benar,.. (misal)
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Bagaimana kalau suatu saat agama anda kehilangan eksistensinya? apakah Tuhan dalam ajaran anda kalah? TIDAK! Tuhan tidak pernah kalah
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Ajaran agama anda-lah yang kalah termakan oleh jaman, Tuhan tidak pernah kalah. Agama adalah cara.. cara selalu berganti-ganti..
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Adalah satu hal yang lucu jika saya melihat orang-orang yang fanatik akan agamanya, saya sedikit tertawa kepada orang-orang seperti itu.
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
"Agamaku yang paling benar", itu kata manusia. Persamaannya "Caraku paling benar.."
Komisi Provokator Kerusuhan @pseudosopi
Siapakah anda dan mengapa cara anda paling benar? kembali lagi kepada kerangka berfikir kita diawal, "Agama adalah cara mengenal Tuhan"
Load Remaining (50)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.