Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

KIH,KMP,Media vs Jokowi by @DennyJA_WORLD

Kasihan Indonesia. Kasihan rakyat jika pemimpinnya tak bisa bertindak cerdas dan berani.
0
Denny JA @DennyJA_WORLD

1) Munculnya DPR tandingan adalah indikator prilaku elit terburuk sejak pemilu era reformasi 1999.

31/10/2014 06:32:16 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

2) Pemerintahan juga terbelah. Eksekutif dan Legislatif dikuasai oleh koalisi partai yg berbeda. Ini menghasilkan pemerintahan yg lemah.

31/10/2014 06:35:39 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

3) Figur kabinet Jokowi juga biasa-biasa saja. Itu justru anti klimaks dari kampanye politik non-transaksional yg awalnya memberi harapan.

31/10/2014 06:37:17 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

4) Hasil pemilu 2014 adalah tiga produk politik yg buruk: DPR tandingan, pemerintahan terbelah, dan figur kabinet anti klimaks.

31/10/2014 06:39:22 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

5) Inilah produk pemilu terburuk sejak pemilu demokratis diselenggarakan tahun 1999. Rakyat banyak yang menjadi korbannya.

31/10/2014 06:41:59 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

6) Apa yg dapat dipelajari dari 3 produk politik buruk hasil pemilu 2014. Siapa yg harus disalahkan?

31/10/2014 06:42:52 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

7) Ini kesalahan kolektif. Analisa perlu dibuat agar kesalahan fatal tak terulang lagi. Tiga pihak yg paling bertanggung jawab.

31/10/2014 06:43:52 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

8) Pertama, pihak dari kubu Jokowi. Jika sejak awal kemenangan, kubu Jokowi lebih merangkul partai lain untuk bergabung, hasilnya lain.

31/10/2014 06:45:18 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

9) Koalisi Jokowi akan juga mayoritas di parlemen. Pemerintahan tidak terbelah. Dan DPR tandingan tak muncul.

31/10/2014 06:46:00 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

10) Koalisi Jokowi terlalu naif soal kampanye anti politik transaksional, dgn resiko mereka terisolasi di parlemen,

31/10/2014 06:46:53 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

11) Lebih buruk lagi ternyata strategi politik anti transaksional itu berujung pada figur kabinet yg juga mengecewakan publik.

31/10/2014 06:47:36 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

12) Lalu apa buah dari politik anti transaksional itu jika akhirnya toh banyak transaksi terjadi juga dalam hasil akhir figur kabinet?

31/10/2014 06:48:30 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

13) Pihak kedua yang juga perlu disalahkan adalah kubu Prabowo. Benar, mereka hanya bereaksi atas manuver kubu Jokowi.

31/10/2014 06:50:25 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

14) Karena kubu Jokowi terlambat mengakomodasi, dalam rangka survival politik, mereka solid merebut DPR.

31/10/2014 06:51:22 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

15) Tak tanggung-tanggung, semua pimpinan dan alat kelengkapan DPR mereka kuasai sekaligus.

31/10/2014 06:52:15 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

16) Benar pula bahwa strategi "the winner takes all" itu dibolehkan oleh UU yg ada, yg sudah mereka susun dulu.

31/10/2014 06:53:14 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

17) Tapi DPR itu berbeda dgn eksekutif. Di pilpres, hanya ada satu pemenang. Namun di DPR, semua partai yg lolos threshold adalah pemenang.

31/10/2014 06:54:47 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

18) Kemenangan dalam pileg adalah kemenangan kolektif secara proporsional. Harus ada kearifan untuk membagi kekuasan antar partai.

31/10/2014 06:55:56 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

19) Di satu sisi, mereka (KMP) mengagungkan "kebersamaan" yg menjadi inti demokrasi pancasila.

31/10/2014 06:56:37 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

20) Namun dalam prakteknya, mereka mengambil habis kursi kekuasaan di DPR dan mengingkari kebersamaan, dan tak mau sharing jabatan.

31/10/2014 06:57:58 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

21) Pihak ketiga yg disalahkan adalah publik luas, termasuk media. Mereka berharap dan memberikan "cek kosong" kepada Jokowi.

31/10/2014 06:58:56 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

22) Awalnya mereka menduga Jokowi dgn niat baik dan ketulusan akan bisa menghasilkan "strong government" yg pro rakyat.

31/10/2014 06:59:37 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

23) Hanya dgn melihat figur kabinet, mereka menyadari Jokowi tak sekuat dan setegas yg diduga. Begitu banyak kompromi yg harus ia lakukan.

31/10/2014 07:00:49 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

24) Jokowi memang dalam posisi sulit. Ia tak mengontrol partai. Aneka kompromi harus ia lakukan agar ia sendiri juga "survive."

31/10/2014 07:02:54 WIB
Denny JA @DennyJA_WORLD

25) Akibatnya kita menyaksikan pemerintahan terlemah dalam sejarah Indonesia. Rakyat menjadi korbannya.

31/10/2014 07:03:32 WIB
Load Remaining (8)

Comment