Hentikan Kekerasan Terhadap Buruh Migran

Kondisi kerja buruh migran di Uni Emirat Arab dikritik organisasi hak asasi. Terutama para pembantu rumah tangga dari Asia dan Afrika kerap disiksa majikan dan tdk mendapat perlindungan hak. Tajuk @GrahameLucas.
0
DW Indonesia @dw_indonesia

01. Sedikitnya 146.000 buruh migran perempuan kerja di Uni Emirat Arab, mayoritasnya dr Asia dan banyak yg berasal dr Indonesia.

27/10/2014 16:57:55 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

02. Kerja di luar negeri sbg PRT adlh satu jalan keluar termudah dr masalah pengangguran kronis dan upah rendah di negara masing2.

27/10/2014 16:58:15 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

03. Buruh migran tertarik dgn iming-iming pekerjaan tetap dan upah reguler.

27/10/2014 16:58:23 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

04. Hampir semua mengirim sebagian besar upah mereka ke keluarga di negara asal.

27/10/2014 16:58:50 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

05. Tapi tudingan penyiksaan bahkan pelecehan seksual sejak bertahun-tahun daftarnya makin panjang.

27/10/2014 16:58:57 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

06. Otoritas di Uni Emirat Arab sejauh ini juga nyaris tdk melakukan apa-apa untuk menanggapi permasalahan.

27/10/2014 16:59:06 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

07. Aturan perlindungan buruh di negara Teluk itu adalah masalah intinya.

27/10/2014 16:59:14 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

08. Sistem sponsor dr majikan yg mengikat buruh migran, adalah prasyarat bagi izin masuk ke negara itu.

27/10/2014 16:59:21 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

09. Sistem ini membuka peluang bagi perlakuan kejam majikan, karena buruh tdk bisa pindah kerja.

27/10/2014 16:59:29 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

10. Ditambah lagi, aturan lokal mendukung hukuman thDp buruh yg dituduh melarikan diri. Efektifnya pr buruh adlh budak dr majikannya.

27/10/2014 17:00:16 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

11. Pengaduan menyagkut perilaku buruk majikan yg dilontarkan buruh yg berhasil kabur, dlm bbrapa tahun terakhir makin gencar.

27/10/2014 17:00:43 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

12. Mulai dr penyitaan paspor, menahan atau tdk membayarkan upah, memaksa kerja terus terusan,…

27/10/2014 17:00:51 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

13. tdk memberi makan hingga buruh kelaparan sampai pemerkosaan. Siksaan fisik dan psikis terus dilakukan.

27/10/2014 17:01:00 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

14. Human Right Watch @hrw, organisasi pembela hak asasi menyebutkan,...

27/10/2014 17:01:53 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

15. buruh kerap dipukul atau ditempeleng oleh majikan, untuk memaksa mereka kerja keras.

27/10/2014 17:02:03 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

16. Majikan beralasan, tindakan berkaitan dgn "harga mahal" yg mereka keluarkan untuk mendatangkan buruh migran.

27/10/2014 17:02:22 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

17. Sebuah alasan yg tdk bisa dimaafkan.

27/10/2014 17:02:30 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

18. Sampel responden yg diambil HRW mungkin terlalu kecil untuk dianggap representatif.

27/10/2014 17:02:39 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

19. Tapi berbagai indikasi sebelumnya, mendukung gambaran dr kondisi umum yg sebenarnya dr buruh migran di Uni Emirat Arab.

27/10/2014 17:02:47 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

20. Memang harus dicatat, pemerintah di negara Teluk itu beberapa bulan lalu telah mengambil tindakan untuk memperbaiki situasi.

27/10/2014 17:02:55 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

21. Misalnya menetapkan kerja hanya 6 hari seminggu maksimal 16 jam sehari bagi para pembantu rumah tangga.

27/10/2014 17:03:05 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

22. Tapi aturan ini tdk efektif, karena jika tdk ditaati juga tdk bisa dijadikan landasan untuk aduan di pengadilan.

27/10/2014 17:03:12 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

23. Selain langkah di negara pemberi kerja, untuk mengkaji lebih teliti isu penyiksaan serta sistem sponsor,

27/10/2014 17:03:22 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

24. kita juga harus menelaah lebih serius kondisi di negara asal para buruh migran.

27/10/2014 17:03:32 WIB
DW Indonesia @dw_indonesia

25. Negara inilah sebetulnya yg bertanggung jawab untuk kondisi kerja buruk dan kekerasan terhadap para buruh migran.

27/10/2014 17:03:39 WIB
Load Remaining (9)

Comment

No comments yet. Write yours!