Tagih janji Jokowi tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional

Bulan Muharram (محرّم) adalah bulan pertama tahun penanggalan Islam, Hijriyah. Ditetapkan nya Bulan Muharram pertama kali oleh Khalifah Umar ibnu al-Khattab, berdasar pada hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.
santri muharram nasional Jokowi hari
0
Budidaya LELE™ @williamperkasa
Tagih janji Jokowi tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional

Bulan Muharram (محرّم) adalah bulan pertama tahun penanggalan Islam, Hijriyah. Ditetapkan nya Bulan Muharram pertama kali oleh Khalifah Umar ibnu al-Khattab, berdasar pada hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.

Bulan Muharram adalah bulan di mana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang tersebut dalam Al-Quran. "Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."

Keempat bulan itu adalah, Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Semua ahli tafsir Al-Quran sepakat dengan hal ini karena Rasululullah Saw dalam haji kesempatan haji terakhirnya mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab."

Selain keempat bulan khusus itu, bukan berarti bulan-bulan lainnya tidak memiliki keutamaan, karena masih ada bulan Ramadhan yang diakui sebagai bulan paling suci dalam satu satu tahun. Keempat bulan tersebut secara khusus disebut bulan-bulan yang disucikan karena ada alasan-alasan khusus pula, bahkan para penganut paganisme di Makkah mengakui keempat bulan tersebut disucikan.

Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah Swt memilih bulan khusus untuk menurunkan rahmatnya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu atas kehendakNya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengadakan sebuah acara peringatan Tahun Baru Hijriah ke 1436 di Stadion Gelora Bung Karno. Tahun Baru Islam yang jatuh pada tanggal 26 Oktober mendatang. Tetapi umat Muhammadiyah akan memperingati Tahun Baru Hijriah ke 1436 jatuh pada hari Sabtu 25 Oktober 2014.

"MUI selama ini dapat pengaduan dari masyarakat, kok tahun baru Hijriah kurang semarak. Lebih semarak dari tahun baru lainnya, baik 1 Januari atau Imlek" kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

MUI saat ini telah menyiapkan panitia untuk acara yang tidak sampai satu pekan lagi. Seluruh umat muslim di sekitar Ibukota yang akan ikut dalam perayaan, juga dipersilahkan datang. Diharapkan datang dengan menggunakan pakaian serba putih. "Semuanya putih baik laki atau pun perempuan dan boleh membawa bendera kelompoknya." pungkas Din.

Selain mengundang berbagai kelompok muslim, tokoh agama dan perwakilan negera sahabat, MUI juga berencana akan mengundang Presiden Joko Widodo untuk hadir di acara tersebut.

''*Janji Jokowi untuk menetapkan tanggal 1 Muharram sebagai hari santri nasional
''
Dulu sewaktu calon presiden Joko Widodo dalam kampanyenya di Malang, Jawa Timur ingin menetapkan bahwa tanggal 1 Muharram sebagai hari santri nasional. Jokowi beralasan santri adalah kearifan lokal yang sudah selayaknya dijadikan kearifan nasional.

Apabila 1 Muharram ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional berpotensi memecah belah umat Islam. Karena 1 Muharam sudah diperingati sebagai Tahun Baru Islam dan sudah barang tentu milik seluruh umat Islam, tanpa memandang status sosialnya di masyarakat. Baik itu santri maupun masyarakat biasa yang memeluk agama Islam.

Jika 1 Muharam ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional sama artinya itu menafikan umat Islam lainnya, yang juga berpotensi menimbulkan perpecahan.

Muharram adalah bulan haram
Di dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan (telah ditetapkan) di dalam kitab Allah sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. Di antara dua belas bulan tersebut terdapat empat bulan yang haram. Itulah dien yang lurus. Maka janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan (haram) tersebut.” (QS. At-Taubah [9]: 36)

10 cerita lucu Jokowi

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.