0
#99 @PartaiSocmed
Sudahlah.. Tak perlu mempermasalahkan anonimitas kami. Percuma mancing2 kami utk buka diri. Tak mungkin berhasil :)
#99 @PartaiSocmed
Kami akan sedikit cerita pengalaman tentang akun anonim dan akun riil ya. Supaya kita tak jatuh dalam cara berpikir sempit :)
#99 @PartaiSocmed
Dulu ada follower kami yg memperkenalkan dirinya dgn nama dokter Arfan. Nama akunnya pun pakai gelar dokter
#99 @PartaiSocmed
Dalam perkembangannya akun dokter Arfan ini banyak berinteraksi dgn cewe2 follower akun kami. Terutama yg "matang"
#99 @PartaiSocmed
Namun belakangan kami sering dapat keluhan mengenai si dokter Arfan ini. Dan hampir semua berkenaan dgn uang dan asmara
#99 @PartaiSocmed
Kami coba konfirmasi ke akun dokter Arfan melalui DM. Jawabannya begini: "Tum saya kan akun riil, orangnya ada. Tidak spt dirimu yg anonim"
#99 @PartaiSocmed
Akhirnya kami cari tahu tentang dokter Arfan yg dikeluhkan banyak wanita menipu uang dgn modus cinta atau kerjasama bisnis itu
#99 @PartaiSocmed
Yg terjadi sungguh mengejutkan. Ternyata Arfan bukanlah seorang dokter. Dia juga tidak tercatat di RS tempat dia mengaku bekerja
#99 @PartaiSocmed
Diapun tak pernah tercatat sbg mahasiswa di fak kedokteran kampus tempat dia mengaku kuliah
#99 @PartaiSocmed
Lebih mengejutkan lagi, bahkan orang tuanya pun palsu! Keluarga yg diaku2 sbg keluarganya membantah punya anak si Arfan dokter abal2 ini
#99 @PartaiSocmed
Memang ava akun dokter Arfan ini pakai fotonya sendiri, memang benar dia orangnya ada. Tapi itu tidak menjamin dia ASLI
#99 @PartaiSocmed
Sejak kami bongkar aksi tipu2nya itu si dokter abal2 Arfan ini langsung tutup akun utk selamanya
#99 @PartaiSocmed
Pelajaran dr kejadian dokter abal2 Arfan ini adalah, berhati2lah dalam bersocmed. Jangan mudah percaya meskipun pd akun2 yg mengaku riil
#99 @PartaiSocmed
Kami sendiri tak pernah sekalipun menyerukan utk percaya begitu saja dgn informasi2 dr kami. Ujilah! Lakukan cross check pd info2 kami
#99 @PartaiSocmed
Saat kalian percaya begitu saja pada akun2 yg mengaku2 riil itu. Maka pada saat itu pula kalian kehilangan sikap kritis
#99 @PartaiSocmed
Akibatnya ya seperti korban2nya dokter abal2 Arfan itu. Banyak sekali korbannya yg tertipu hingga puluhan juta
#99 @PartaiSocmed
Bahkan orang yg diaku2nya sbg orang tuanya ternyata adalah korban tipu2nya juga. pic.twitter.com/xEwsdLUe4M
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Itulah si dr. Arfan yg selalu bangga mengaku2 sbg akun riil. Faktanya dia bukan dokter, dan namanya pun bukan Arfan
#99 @PartaiSocmed
Kami juga ingatkan penghuni twitland utk berhati2 dgn akun2 yg menggunakan gaya bahasa high profile
#99 @PartaiSocmed
Akun2 semacam ini suka gunakan istilah2: info A1, ring satu, komunitas intelejen publik, forensic auditor, dll
#99 @PartaiSocmed
Semua bahasa high profile itu semata2 untuk membuat kita kehilangan sikap kritis dan obyektif. Kita jadi terlena pd kulit, bukan isi
#99 @PartaiSocmed
Dgn gaya high profile-nya akun2 itu mengharapkan followernya akan percaya begitu saja apapun yg disampaikan
#99 @PartaiSocmed
Pdhl inilah awal mula pembodohan. Follower dibuat lbh terkesima pd status akun tsb sehingga apapun yg disampaikannya akan diterima mentah2
#99 @PartaiSocmed
Alih2 mencerdaskan followernya, akun2 macam ini justru jadi akun cuci otak dan pembodohan bagi followernya
#99 @PartaiSocmed
Tanda2 akun2 cuci otak ini adalah cara dia mengata2i pihak yg tidak sependapat dgn dirinya
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.