Inginnya Belajar, Yang Dijumpai Justru Kerewelan Berbiaya Mahal by: @Kupinang

Msh banyak yg memandang buruh migran sbg peluang mendptkan uang, bukan peluang dakwah. Akhirnya alih2 memberikan kesempatan belajar & berbagi kpd para TKW tapi justru merongrong dgn aneka permintaan.
dijumpai berbiaya belajar inginnya mahal kerewelan
0
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
1. Lama saya tak ke Hongkong. Jika belum takdir, sampai tiket hangus pun tak berkesempatan untuk berkunjung ke sana. Mei lalu, misalnya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
2. Saat itu ada dan istri berencana mengunjungi sahabat-sahabat BMI (TKW), berdiskusi dengan mereka & mendengar semangat pun masalah mereka.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
3. Insya Allah Ahad ini saya akan menyapa mereka. Rencananya berangkat sama istri. Alhamdulillah, dapat tiket murah banget buat istri.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
4. Perjalanan ke Hongkong untuk menyapa saudara kita di sana kerapkali adalah perjalanan dengan derai airmata; menyisakan tanya saat pulang.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
5. Mereka ke sana bukan karena sedang berwisata. Mereka ke sana demi memperjuangkan sesuap nasi untuk keluarga atau orangtua yang renta.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
6. Mereka harus rela meninggalkan anak-anaknya karena tak ada tempat di negerinya sendiri untuk mencari bekal sekolah dan kuliah anaknya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
7. Mereka meninggalkan sanak keluarga, lalu tinggal di rumah orang lain, disebabkan himpitan ekonomi yang tak tertanggungkan.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
8. Meski ada juga, dan semakin banyak, yang memilih jadi TKW karena memperturutkan mimpi tentang gaya hidup & secuil "kemewahan".
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
9. Artinya, mereka bukanlah orang-orang yang berlimpah harta. Ironisnya, banyak yang datang ke sana seakan memandang mereka sebagai uang.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
10. Sejak tahun 2005 (yang saya tahu), banyak berdatangan dari negeri ini orang yang justru mengeruk uang mereka dengan sangat beragam modus
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
11. Beberapa kali pula saudara-saudara kita menghadapi kebingungan. Inginnya belajar, tapi yang dijumpai justru kerewelan berbiaya mahal.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
12. Pernah ada yang diundang, tapi mendekati hari H minta disediakan tiket untuk banyak orang (saya tak tega sebutkan). Ini mencekik.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
13. Mereka kalut. Akhirnya saya sarankan untuk batalkan jika tetap bersikeras berangkat berombongan. Saya janjikan untuk carikan pengganti.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
14. Mereka juga masih harus berdebar jika ada yang rewel minta jalan-jalan berbiaya mahal atas tanggungan panitia. Menguras kas & airmata.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
15. Ada yang minta untuk tinggal di sana dalam waktu cukup lama. Bukan untuk menyapa & berbagi, tetapi memperbanyak jalan-jalan & rekreasi.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
16. Alhasil, acara utama jadinya jalan-jalan. Adapun berbincang dengan mereka, mendengar keluh kesah & beri nasehat hanya sekedar pembuka.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
17. Tentu tak setiap yang jalan-jalan itu menodong sahabat-sahabat kita. Ada satu dua orang yang bahkan ringan hati keluarkan biaya sendiri.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
18. Ada juga yang bahkan sahabat kita BMI itulah yang mendesak agar mau diajak ke pusat wisata, di Hongkong atau di negeri tetangga.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
19. Syukur, masih ada yang semacam Ustadz M. Arifin Ilham. Syaratnya cuma satu: dicarikan tempat menginap dekat masjid. Semoga istiqamah.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
20. Mereka terpisah dari keluarga karena desakan ekonomi. Tapi masih banyak yang memandang mereka sebagai lembar uang, bukan peluang dakwah.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.