0
#99 @PartaiSocmed
RINI SOEMARNO, KEBERHASILAN DAN KEGAGALANNYA - Part 1 pic.twitter.com/JlyqALNzPb
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Kultwit ini akan ditulis dalam dua seri agar publik lebih jelas melihat kiprah Rini ketika masih di Astra maupun setelah keluar
#99 @PartaiSocmed
Hal ini penting sebab prestasi Rini di Astra sudah seperti legenda saja bagi para pemujanya. Padahal kita harus melihat secara keseluruhan
#99 @PartaiSocmed
Kultwit yg pertama ini akan membahas tentang peran Rini di Astra serta seberapa jauh perannya selama masa2 krisis
#99 @PartaiSocmed
Tahun 1990 sampai 1998 Rini menjabat sebagai Direktur Keuangan Astra Internasional. Meski beberapa kali sempat menjabat diluar itu
#99 @PartaiSocmed
Periode inilah Astra melakukan banyak ekspansi usaha. Sama spt konglomerasi lain era Soeharto masa itu
#99 @PartaiSocmed
Hal ini diakui sendiri oleh Rini dlm wawancara dgn Tempo bit.ly/1CEah5u pic.twitter.com/8Ed4bCNU3B
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Sebagai Direktur Keuangan Rini adalah bagian yg tak terpisahkan dari ekspansi2 tsb. Tanpa persetujuannya semua tak akan terjadi
#99 @PartaiSocmed
Sama spt konglomerasi Indonesia lainnya saat itu. Mereka semua seolah melihat mendung tak akan datang. Maklum ekonomi sedang bagus2nya
#99 @PartaiSocmed
Nafsu ekspansi ini tak pernah surut meski pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan uang ketat
#99 @PartaiSocmed
Sulit mendapatkan sumber dana di dalam negeri, mereka ramai2 cari pinjaman dari luar negeri
#99 @PartaiSocmed
Sungguh sayang banyak pinjaman tersebut tidak diamankan dgn hedging. Sekali lagi mereka berpikir ekonomi akan cerah terus
#99 @PartaiSocmed
Sebagai Direktur Keuangan Rini membiarkan perusahaannya ambil pinjaman yg kemudian jadi blunder besar itu
#99 @PartaiSocmed
Selama perjalanan terjadi peristiwa yg cukup penting. Antaranya tentang keluarga Willian Soerjadjaja yg kehilangan sahamnya di Astra
#99 @PartaiSocmed
Meskin banyak hal menarik tentang lepasnya Astra dari tangan keluarga Soerjadjaja ini, tapi kami tak akan bahas masalah itu
#99 @PartaiSocmed
Ekspansi Group Astra ini masih berlanjut terus hingga menjelang krismon. Tentu saja hutang mata uang asing terus bertambah juga
#99 @PartaiSocmed
Bahkan ada kejadian ketika hutang Astra disetujui nilai tukar dolar sudah melonjak 3x lipat dibanding ketika saat pengajuan
#99 @PartaiSocmed
Kondisi ini memperlihatkan betapa ekspansifnya Astra saat itu. Bayangkan sampai bisnis bumbu masak pun mereka masuki
#99 @PartaiSocmed
Apapun alasannya kondisi ini terjadi juga ada peran Rini sebagai Direktur Keuangan disana
#99 @PartaiSocmed
Dan ketika mendung itu benar2 datang dan menjadi badai besar krismon maka semua hutang valas menjadi pukulan balik yg telak
#99 @PartaiSocmed
Astra yg tahun sebelumnya gencar berekspansi kini hutangnya membengkak mjd US$ 2 Milyar plus 2 trilyun rupiah
#99 @PartaiSocmed
Sementara itu, akibat krismon bisnis otomotif juga terpuruk. Pendapatan Astra Internasional menurun drastis krn 80% pendapatan mrk dr situ
#99 @PartaiSocmed
Bahkan pada Semester I 1998 Astra merugi Rp 7,36 trilyun. Praktis Astra tak mampu membayar cicilan hutang plus bunganya
#99 @PartaiSocmed
Maka jadilah Astra salah satu pasien BPPN saat itu. Untuk itu kemudian BPPN kemudian menguasai 45 saham PT. AI (Astra Internasional)
#99 @PartaiSocmed
Dalam masa2 krisis itu terjadi pula pergantian pucuk pimpinan Astra. Dari Teddy P Rachmat ke Rini Soewandi (namanya saat itu)
Load Remaining (28)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.