Pengakuan

Cerita Pendek tentang kehidupan rumah tangga, antara pengorbanan, tanggungjawab, dan pengakuan
0
Mugi @Mugianto_

1. Syamsudin harus bangkit lagi untuk menutup pintu. Ini sudah tiga kali angin mengganggu duduknya.

18/10/2014 16:16:12 WIB
Mugi @Mugianto_

2. . Ia sedikit kesal, lalu menghujat angin di luar sana. Selepas itu ia memukuli pintu. Menurutnya, pintu juga salah. Tak bs menahan angin

18/10/2014 16:17:58 WIB
Mugi @Mugianto_

3. Akhirnya pintu ditutup kembali. Syamsudin mengganjal sisi pintu dengan lipatan kertas koran. Ia duduk lega lagi.

18/10/2014 16:18:36 WIB
Mugi @Mugianto_

4. Mengusap-usap punggung tangannya. Telinganya mendengarkan gemuruh angin di luar. Hujan sebentar muncul dan menghilang.

18/10/2014 16:19:20 WIB
Mugi @Mugianto_

5. Syamsudin jadi merinding. Tempat berlindung Syamsudin hanyalah gubuk. Dinding-dindingnya dari papan bekas.

18/10/2014 16:20:12 WIB
Mugi @Mugianto_

6. Atapnya dari plastik yang ia tumpuk-tumpuk hingga tebal. Cukup menahan air hujan. Gubuknya terletak di pinggir kuburan.

18/10/2014 16:20:45 WIB
Mugi @Mugianto_

7. Di atas sepetak tanah bekas kuburan yang sudah rata dengan tanah.

18/10/2014 16:22:42 WIB
Mugi @Mugianto_

8. “Keluar dari rumah ini! Bawa barang-barangmu!” Bayangan istrinya yang mengamuk kelebatan di kepala Syamsudin.

18/10/2014 16:23:25 WIB
Mugi @Mugianto_

9. Istri yang telah mengusirnya hingga nasibnya berada di pinggir kuburan ini.

18/10/2014 16:24:07 WIB
Mugi @Mugianto_

10. Sebulan telah berlalu, tapi bayangan istrinya, dirasa selalu datang untuk menertawainya.

18/10/2014 16:24:21 WIB
Mugi @Mugianto_

11. . Syamsudin mendekap badannya. Menutup matanya. Hatinya merintih sakit.

18/10/2014 16:24:47 WIB
Mugi @Mugianto_

12. Empat puluh lima tahun lalu. Syamsudin adalah anak keluarga kaya. Ayahnya juragan beras. Tuan tanah.

18/10/2014 16:25:22 WIB
Mugi @Mugianto_

13. Terpenuhilah segala kebutuhan Syamsudin tanpa perlu bekerja. Hingga, ia menikah dengan Nuryati, teman sekolahnya dulu.

18/10/2014 16:25:55 WIB
Mugi @Mugianto_

14. Pernikahannya dg Nuryati dikaruniai anak laki-laki. Walaupun Syamsudin tlah memiliki tanggung jawab keluarga,tetapi tetap sj tdk kerja.

18/10/2014 16:27:50 WIB
Mugi @Mugianto_

15. Selalu kedua orang tuanya yang diandalkan. Mulai dari makan sampai biaya persalinan istrinya. Ia mengandalkan ‘aji mumpung’.

18/10/2014 16:29:50 WIB
Mugi @Mugianto_

16. Mumpung orang tuanya kaya; mumpung hartanya banyak; mumpung dirinya anak satu-satunya; dan, mumpung-mumpung lainnya.

18/10/2014 16:30:18 WIB
Mugi @Mugianto_

17. Tibalh wkt orang tuanya jatuh miskin. Ada dua sbabnya: gagal panen dn gagal jdi kades. Musim paceklik tlah menggumuli alam kian lamanya.

18/10/2014 16:31:51 WIB
Mugi @Mugianto_

18. Akibatnya panen gagal terus. Sedangkan, uang tabungan ludes buat ikut kontes pemilihan kades.

18/10/2014 16:32:47 WIB
Mugi @Mugianto_

19. Lambat laun tanah-tanah dijual untuk kebutuhan sehari-hari.

18/10/2014 16:33:13 WIB
Mugi @Mugianto_

20. Mengetahui hidupnya akan jatuh miskin juga, Syamsudin menceraikan Nuryati.

18/10/2014 16:33:44 WIB
Mugi @Mugianto_

21. Ia lebih memilih jadi duda, asal merdeka. Setiap pagi hanya menonton televisi.

18/10/2014 16:34:13 WIB
Mugi @Mugianto_

22. Siangnya tidur. Sorenya mainan burung dara. Malamnya nongkrong di mulut gang.

18/10/2014 16:34:39 WIB
Mugi @Mugianto_

23. Barulah Syamsudin mulai berubah saat bertemu Laksmi. Gadis yang merenggut hatinya. Ia berusaha mencari pekerjaan.

18/10/2014 16:35:34 WIB
Mugi @Mugianto_

24. Meski tiap hari orang menolaknya. Tapi, Syamsudin terus melamar pekerjaan. Demi untuk Laksmi. Bakal calon istrinya nanti.

18/10/2014 16:36:01 WIB
Mugi @Mugianto_

25. Laksmi tinggal hanya bersama ibunya. Ia tidak terlalu cantik tapi tegas. Ibunya perempuan yang keras.

18/10/2014 16:36:39 WIB
Load Remaining (65)

Comment

No comments yet. Write yours!