0
Astoria Greengrass @HP__Astoria
(4 Agustus 2014) Sudah lebih dari 1 jam, dan Mr. Rudolf masih tidak berhenti bicara. Merepotkan. Berkali-kali aku mengumpat dalam (1/7)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
hati. Tangan kiriku tidak berhenti memilin-milin beberapa helai rambutku untuk mengatasi kebosanan. Pandangan mataku mengelilingi (2/7)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
ruang makan, memperhatikan wajah-wajah peserta dari sekolah-sekolah lain yang hampir semuanya terlihat menyedihkan. Kalau saja ini (3/7)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
kontes kecantikan, tidak ada hal yang perlu kukhawatirkan, kupastikan mereka tersingkir di menit-menit paling awal. Oh, kecuali para (4/7)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
peserta dari Beauxbatons, mereka, well, lumayan. Hanya lumayan, tidak lebih dari itu. Tapi sayangnya, ini bukan kompetisi (5/7)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
semenyenangkan itu. Aku mengembuskan napas pelan mengingat apa yang harus kulakukan di sini. Latihan. 12 jam dalam dua hari. Mereka (6/7)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
sinting. Aku memutar kedua bola mataku. (7/7)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
Waktu menunjukan hampir pukul 2 siang. Kami diantarkan ke ruang latihan yang ada di bawah lantai satu. Beberapa peserta terlihat (1/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
sangat antusias, beberapa terlihat malas-malasan, dan sisanya biasa saja. Aku mendekati seorang siswi Durmstrang yang tampangnya (2/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
sama sekali tidak menarik, tapi terlihat sangat bisa diandalkan. "Aku benar-benar penasaran bagaimana arena kompetisi nanti." (3/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
Kataku, berjalan anggun di sampingnya. "Oh, yeah! Aku juga sangat tidak sabar!" Jawabnya antusias. "Aku Apfelsine Harold." Ia (4/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
mengulurkan tangannya sambil memamerkan gigi-giginya yang agak kekuning-kuningan. "Oh, hm." Aku berusaha tersenyum semanis mungkin (5/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
sambil menyambut uluran tangannya. "Astoria Greengrass." Cepat-cepat kutarik kembali tanganku. "Kurasa kita bisa berteman baik." Aku (6/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
memberinya senyuman tulus, seakan-akan aku benar-benar ingin berteman dengannya. "Tentu saja!" Jawabnya, "Kita juga bisa berlatih (7/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
bersama2! Kau di kamar nomor berapa?" Oh, baguslah. Paling tidak, dia akan bisa kuandalkan. Kami melanjutkan berbincang. Aku, tentu (8/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
saja, berusaha membuatnya mempercayaiku. (9/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
Tepat pukul 2 siang, kami sudah mulai memasuki ruang latihan. Dan ternyata aku tidak sekelompok dengannya. Bukan masalah besar (1/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
sebetulnya. Bersama dengan Giselle Benoit, Valentine McQueen, dan Aigawa Loki, kami mulai memasuki ruang pelatihan fisik. Merlin. (2/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
Mereka benar-benar sinting. Aku disuruh menggunakan alat-alat berat seperti ini? Oh, yang benar saja. Aku memutar kedua bola mataku, (3/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
dan memilih melakukan senam yang biasa kulakukan di rumah. Giselle menghampiriku. Ternyata dia memiliki pandangan yang sama (4/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
denganku. Baguslah, paling tidak aku punya teman senam dan bergossip. Hm.. Kami menghabiskan 1 jam pertama dengan melakukan senam (5/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
dan mengomentari Valentine yang terlihat terlalu bernapsu dengan latihannya dan betapa namanya sangat tidak cocok dengan bentuk (6/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
fisiknya. Juga tentang Aigawa, si gadis kurus kering dengan rambut kusam dan wajah pucat yang menyedihkan. 1 jam terkhir kami isi (7/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
dengan--tetap--mengomentari dan mencela apa saja yang bisa kami komentari dan cela sambil memainkan batu-batu bata yang telah (8/9)
Astoria Greengrass @HP__Astoria
disediakan, entah untuk apa batu-batu itu. (9/9)
Load Remaining (175)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.