"Mengenal Rudal Balistik Soviet SS-26 (Iskander)" by @TweetMiliter

international military
0
Tweet Militer @tweetmiliter
Sore ini Foxtrot akan membahas SS-26 Stone (Iskander). Short-Range Ballistic Missile buatan Rusia yang dijuluki "Son of Scud"
Tweet Militer @tweetmiliter
SS-26 Iskander adalah Rudal Balistik jarak pendek (SRBM) buatan Rusia yang dikembangkan sejak awal tahun 1980an
Tweet Militer @tweetmiliter
SS-26 Iskander didapuk untuk menggantikan Rudal balistik lamanya SS-1C Scud-B. selain juga untuk menjadi komplemen rudal balistik SS-23
Tweet Militer @tweetmiliter
Pengembangan SS-26 Iskander dikebut setelah SS-23 masuk dalam daftar terlarang INF Treaty tahun 1987.
Tweet Militer @tweetmiliter
Sebelum SS-26 masuk dinas, Rusia kekurangan Rudal Balistik taktis Teater perang untuk mendukung pasukan di garis depan
Tweet Militer @tweetmiliter
SS-26 Iskander terdiri dari 2 varian. Iskander-M untuk militer rusia, dan Iskander-E untuk diekspor ke negara lain
Tweet Militer @tweetmiliter
Dimensi rudal adalah diameter 0.92 meter dan panjang 7.3 meter. Dengan bobot luncur seberat 4020 kilogram
Tweet Militer @tweetmiliter
Iskander-M memiliki jarak jangkau sejauh 400 kilometer, sedangkan versi eksport Iskander-E berjarak jangkau sejauh 280 kilometer.
Tweet Militer @tweetmiliter
Baik Iskander-M maupun Iskander-E memiliki warhead terpisah dari badan rudal yg dilengkapi Terminal Guidance System
Tweet Militer @tweetmiliter
Akurasi rudal Iskander sangat bergantung dari jenis sistem pemandu yg terintergrasi dengan Terminal Guidance System yang ada di badan rudal
Tweet Militer @tweetmiliter
Inertial guidance System biasa memberikan jarak CEP sejauh 200 meter. Sementara IGS yang diintegrasikan dengan GPS mendongkrak akurasinya
Tweet Militer @tweetmiliter
Rudal Iskander dengan pemandu Terminal Guidance System yang diintegrasikan dengan sistem GPS mendongkrak akurasi CEP sejauh 50 meter
Tweet Militer @tweetmiliter
Iskander dengan pemandu gabungan dari Terminal Guidance System, GPS, Active radar homing & Electro-optic seeker memberikan akurasi 10 meter
Tweet Militer @tweetmiliter
Pilihan Warhead untuk rudal Iskander mulai dari HE, fragmentation, Cluster, Nuklir, Biologi, Kimia, HE penetrator
Tweet Militer @tweetmiliter
Rudal iskander mampu meluncur hingga kecepatan Mach 7 (2200 meter per detik) membuatnya susah untuk diintercept Anti-Ballistic Missile
Tweet Militer @tweetmiliter
Hebatnya, saat memasuki fase terminal (meluncur menuju sasaran) rudal Iskander mampu bermanuver extreme hingga 30G dalam kecepatan Mach 7
Tweet Militer @tweetmiliter
Rudal iskander juga mampu mendeteksi emisi radar pertahanan udara musuh, dan melepas Decoy di udara jika ada missile musuh mengarah ke rudal
Tweet Militer @tweetmiliter
Oke, foxtrot akan memberikan satu skenario peluncuran rudal Iskander dengan sasaran landasan udara musuh.
Tweet Militer @tweetmiliter
Pihak A meluncurkan Rudal Iskander-M berpemandu Terminal Guidance system+GPS berhulu ledak High-Explosive dengan sasaran Airfield Pihak B
Tweet Militer @tweetmiliter
Dalam skenario ini Airfield pihak B dilindungi Rudal Pertahanan udara berkemampuan anti-ballistic. Dalam skenario ini PAC-3 Patriot
Tweet Militer @tweetmiliter
Iskander-M berpemandu TGS+GPS diluncurkan, sasaran airfield B telah ditandai di GPS dan diterima komputer TGS dan GPS di badan Rudal
Tweet Militer @tweetmiliter
Saat rudal Iskander memasuki fase Terminal (menukik menuju sasaran) PAC-3 Patriot di Airfield pihak B mendeteksi kedatangan Rudal Iskander
Tweet Militer @tweetmiliter
Rudal Iskander mendeteksi emisi gelombang radar PAC-3 dan kemudian secara otomatis melepas Decoy (Umpan) untuk menipu Radar Musuh
Tweet Militer @tweetmiliter
Dalam case ini, PAC-3 keburu meluncurkan Rudalnya menuju rudal Iskander yang sedang menukik menuju airfield sasarannya
Load Remaining (13)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.