3
Hunter 99 @SangPemburu99
Pemilihan pimpinan DPR dan MPR baru saja berlangsung menyisakan beberapa catatan menarik, khususnya terkait "nasib" 2 partai: PDIP dan PKS.
Hunter 99 @SangPemburu99
PDIP adalah partai peraih suara terbanyak pada pemilu legislatif 2014 dan pengusung capres terpilih Joko Dodo.
Hunter 99 @SangPemburu99
Sedangkan PKS 'hanya ' menduduki urutan ke-7 perolehan kursi di DPR di bawah PDIP, Golkar, Gerindra, PD, PAN, dan PKB.
Hunter 99 @SangPemburu99
Namun dalam pemilihan pimpinan DPR dan MPR kedua partai itu (PDIP dan PKS) mengalami nasib yg berkebalikan.
Hunter 99 @SangPemburu99
Sebagai partai pemenang pemilu, PDIP tak menempatkan satu pun kadernya di jajaran pimpinan DPR maupun MPR. Ironis memang, tp itulah politik.
Hunter 99 @SangPemburu99
Sedangkan PKS yg tergabung dalam Koalisi Merah Putih berhasil menempatkan kadernya baik di jajaran pimpinan DPR (@Fahrihamzah) & MPR (HNW).
Hunter 99 @SangPemburu99
Penempatan wakil PKS sebagai salah satu pimpinan DPR yg diusung Koalisi Merah Putih jauh2 hari sudah mengemuka shg tidaklah mengejutkan.
Hunter 99 @SangPemburu99
Apalagi kekuatan KMP di DPR jauh lebih superior dibanding KIH. Jadi "jatah" PKS di jajaran pimpinan bisa dibilang sdh "pasti" sblm pemilihan
Hunter 99 @SangPemburu99
Justru yg agak mengejutkan adalah keberadaan wakil PKS dalam paket pimpinan MPR yg diusulkan KMP. Kenapa? Krn awalnya yg diplot adalah PPP.
Hunter 99 @SangPemburu99
Saya sendiri awalnya termasuk yg terkejut kenapa wakil PPP tidak jadi masuk dalam paket pimpinan MPR usulan KMP. Knp justru PKS lagi?
Hunter 99 @SangPemburu99
Padahal PKS sudah mendapatkan "jatah" di jajaran pimpinan DPR. Seharusnya wajar kalau PPP diberi slot untuk duduk di jajaran pimpinan MPR.
Hunter 99 @SangPemburu99
Rupanya ada "cerita di balik cerita" yang membuat KMP batal menempatkan kader PPP dalam usulan paket pimpinan MPR. Cerita apa itu?
Hunter 99 @SangPemburu99
Batalnya KMP mengusung wakil PPP ternyata tak lepas dari konflik tajam yg masih menggelayuti tubuh partai berlambang Ka'bah itu.
Hunter 99 @SangPemburu99
Dan kalau kita tarik ke belakang, itu adalah konflik lama elit PPP bahkan sejak sebelum pilpres berlangsung. PPP terpecah dlm 2 kubu.
Hunter 99 @SangPemburu99
Kubu pertama adalah kubu Ketua Umum SDA dan para loyalisnya melawan kubu Emron Pangkapi, Suharso Monoarfa, dan Djan Faridz cs.
Hunter 99 @SangPemburu99
Menjelang pilpres pun perseteruan 2 kubu di tubuh PPP itu sudah terjadi. Ini terkait dgn kecenderungan 2 kubu itu ke 2 capres: Prabowo & JKW
Hunter 99 @SangPemburu99
Menjelang pilpres, kubu SDA sudah menyatakan dukungan resminya ke kubu Prabowo, namun ditentang keras oleh kubu Emron cs.
Hunter 99 @SangPemburu99
Perseteruan kedua kubu itu (kubu SDA vs Emron cs) sempat membuat ketidakpastian arah dukungan PPP ke Prabowo atau ke Jokowi.
Hunter 99 @SangPemburu99
Namun setelah para sesepuh PPP yg dihormati kedua kubu turun tangan, mereka berhasil didamaikan dan PPP secara resmi tetap mendukung Prabowo
Hunter 99 @SangPemburu99
Namun meski demikian perasaan tidak puas tetap menyelimuti kubu Emron cs yang tetap ingin mengarahkan dukungan ke Jokowi-JK.
Hunter 99 @SangPemburu99
Hal ini sedikit banyak turut mempengaruhi dukungan PPP di lapangan kepada pasangan Prabowo-Hatta sehingga kurang maksimal.
Hunter 99 @SangPemburu99
Dan perimbangan 2 kubu PPP mulai berubah pasca ditetapkannya SDA sebagai Tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi haji. Kubu SDA melemah.
Hunter 99 @SangPemburu99
Puncak perseteruan 2 kubu itu terjadi pada tanggal 11 September 2014 kemarin ketika secara sepihak SDA dipecat sbg Ketua Umum.
Load Remaining (31)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.