7

Jebakan Batman Sang Resi : Sebuah Analisa

Sesungguhnya tidak ada yang abadi kecuali kepentingan. Status sebagai besan, sahabat baik, rekan seperjuangan, bekas bawahan selama 10 tahun tak menjamin peluang menang di Pilpres, meski peluang itu ada bahkan sangat besar. Namun, Sang Resi, besan cawapres itu lebih memilih membantu pihak lawan memenangkan pilpres 2014 dengan 1001 alasan.

Pihak lawan pun akhirnya dinyatakan menang pilpres dan dilantik menjadi Presiden - Wakil Presiden RI 2014-2019 di tengah maraknya tuduhan berbagai pihak seputar pencurangan pilpres masif di semua lini, seluruh tahapan dan setiap tingkatan penyelenggaraan pilpres 2014.

Itu semua sudah menjadi keputusan bulat Sang Resi. Tidak dapat diganggu gugat. Sudah lama direncanakan, meski baru di saat pilpres berakhir maksud sebenarnya diutarakan. Sang Resi memang pakar menyembunyikan niat, menyebarkan tirai asap, menutupi maksud dan tujuan sebenarnya.

Mengapa? Mengapa Presiden SBY berkata 'A'di depan, bermaksud 'B' di belakang. Mengecoh semua orang yang tak 'mengenalnya'. Bahkan, tampilnya sang besan mendampingi Prabowo berhasil menjadi kamuflase sempurna dari niat dan tujuan SBY.

Terlepas dari semua alasan dan pertimbangan utama Sang Resi seperti:

Tekanan pemerintah AS (Presiden Obama, mantan Presiden Clinton dll), yang diawali dengan pemberitaan The Age dan The Herald Sidney Morning. Dua media Australia itu pada 11 Maret 2011 memuat laporan Dutabesar AS di Jakarta Scot Marceil kepada Menlu AS, hasil peretasan Wikileaks, yang dibagikan kepada media Australia.

Materi laporan Dubes Marceil sangat sensitif, dapat mengancam posisi SBY sebagai Presiden. Tentu, Dubes Marceil tidak sembarang menuduh Presiden SBY telah menyalahgunakan kekuasaan dengan mengintervensi penyidikan kasus korupsi yang melibatkan Ketua MPR Taufik Kemas.

Laporan Marceil menyebut Presiden SBY menerima uang dalam jumlah besar dari beberapa konglomerat Tionghoa, dan menuduh SBY telah menyalahggunakan Badan Intelijen Negara untuk memata-matai para lawan politiknya.

Semua tuduhan serius Marceil ini pasti memiliki bukti atau setidaknya dasar pendukung. Merespon pemberitaan media Australia tersebut, SBY marah besar dan menuduh pemberitaan tersebut fitnah dan tidak benar. Sejumlah pengacara ditunjuk untuk mengajukan gugatan terhadap The Age dan The Herald di Australia.

Pihak Dubes Amerika Serikat menyikapi pemberitaan media dan respon Presiden SBY secara hati-hati. Diketahui kemudian terjadi pembicaraan serius melalui telepon antara Presiden SBY dan Obama. Marceil sendiri diberitakan bolak balik mengadakan komunikasi dengan Presiden SBY.

Tidak ada permintaan maaf dari Kedubes AS atau dari Presiden Obama

Faktanya adalah, Presiden SBY mau tidak mau memenuhi permintaan Pemerintah AS yang menggunakan pemberitaan media Australia iitu sebagai entry point untuk memaksa, meminta dan menuntut bantuan atau jaminan dari Presiden SBY agar Jokowi dapat memenangkan Pilkada Jakarta 2012 dan Pilpres 2014.

Presiden SBY lebih memilih menjadi sekutu dan anak manis Amerika Serikat daripada menjadi musuh.Keinginan kuat agar Jokowi dapat menjadi Presiden RI suksesor SBY tidak hanya datang AS, melainkan juga sejumlah negara besar: Inggris, RRC, Australia, Singapura, dll. Sulit dibayangkan menempatkan diri menjadi musuh dari negara-negara ini.

Konspirasi Global dipimpin AS dan China mengusung Jokowi menjadi Presiden RI juga mendapat dukungan penuh hampir dari seluruh komunitas Tionghoa Indonesia. Presiden SBY sadar bahwa mustahil ia menempatkan diri sebagai musuh komunitas Tionghoa Indonesia yang selama ini merupakan salah satu sekutu utamanya.

Tiga alasan utama di atas tak dapat disangkal menjadi pertimbangan SBY dalam memutuskan membantu Jokowi dan terpaksa mengkhianati Prabowo dan Hatta Rajasa, besannya sendiri.

Namun, bukan SBY namanya jika ia tidak mencari peluang memguntungkan dari posisi terjepitnya. Sebagai Presiden RI yang masih berkuasa saat itu, terhitung sejak 11 Maret 2011, SBY memanfaatkan semua sumber daya guna untuk mengumpulkan semaksimal mungkin informasi penting, bukti-bukti, dokumen, hasil operasi intelijen dll, yang digunakannya sebagai bahan penyusunan strategi untuk meraih keuntungan politik sebesar-besarnya dari situasi dan kondisi yang dihadapinya.

Semua informasi yang diperoleh, nantinya akan sangat berguna dalam rangka meraih kembali kekuasaan melalui sosok AHY, yang segera dipersiapkan sebagai capres atau cawapres pada pilpres 2019 mendatang.

JerBasuki Mawa Bea

Setap perjuangan membutuhkan pengorbanan. Untuk memperkuat posisi politik setelah menyelesaikan jabatan sebagai presiden, untuk meningkatkan daya tangkal dan daya tawar atas setiap ancaman dan peluang, serta untuk meraih kekuasaan puncak kembali melalui AHY, Presiden SBY mau tidak mau terpaksa mengorbankan program strategis EKTP, untuk digunakan sebagai umpan dan perangkap.

Proyek EKTP ini diharapkan dapa menjerat sebanyak mungkin politisi partai lain, baik kawan atau lawan politiknya.

Perilaku korup hampir semua politisi Indonesia dijadikan SBY sebagai dasar keyakinannya bahwa umpan dan perangkap KKN pada proyek EKTP ini akan efektif.

Di samping bom waktu proyek EKTP, Presiden SBY segera mengumpulkan sebanyak mungkin informasi kelemahan, kebusukan, catatan hitam kejahatan dari seluruh elit yang potensial menjadi lawan atau kawan politik.

Termasuk data rahasia lengkap mengenai pribadi dan perilaku Jokowi, sejak beliau lahir sampai dilantik sebagai Presiden RI, diyakini sudah berada di tangan Presiden SBY.

Enam bulan setelah peristiwa The Age dan The Herald, SBY mengganti Kepala BIN dengan Marciano Norman, mantan Danpaspampres. Sebagai Dan Paspampres, Marciano pasti selalu berada di samping Presiden. Kedekatan karena hubungan kerja ini dimanfaatkan maksimal oleh Presiden SBY untuk memberi perintah dan pengarahan kepada Marciano dalam rangka penugasan baru sebagai Kepala BIN.

Selain, memilik tugas khusus pengumpulan informasi, analisa, antisipasi dari setiap gerak langkah para politisi yang jadi target umpan dan perangkap Proyek EKTP, Marciano juga harus memastikan SBY dan BIN tidak lagi mudah disadap oleh pihak intelijen asing khususnya Amerika, China, Australia, Singapura, Inggris dan Israel. Sekitar dua bulan Presiden SBY memberi perintah dan arahan kepada Marciano sebelum ditugaskan mengepalai lembaga telik sandi.

Suatu saat, diyakini semua informasi ini akan berguna atau dapay digunakan untuk membantu SBY mengukuh diri sebagai politisi paling terkemuka di Indonesia. Juga membantu SBY meraih kekuasaan lagi dan mengantarkan AHY sebagai Presiden atau Wakil Presiden.

Setelah umpan dan perangkap pada proyek EKTP selsai sempurna. Sudah banyak alat bukti terkumpul dari banyak koruptor proyek EKTP, tantangan berikutnya adalah menguasai KPK melalui penempatan sedikitnya satu orang pimpinan KPK guna memastikan umpan, perangkap serta seluruh bukti yang telah dikumpulkan dapat menjerat politisi tertentu dan atau para lawan politik, serta kasusnya dapat diproses hukum melalui KPK.

Bantahan para politisi Partai Demokrat bahwa SBY sama sekali tidak terlibat kisruh permasalahan Proyek EKTP menjadi tidak berguna ketika fakta membuktikan bahwa Presiden SBY menerbitkan 4 Perpres hanya untuk merevisi Perpres sebelumnya: Perpres No.26/2009.

Terungkap juga di persidangan melalui kesaksian pejabat LKPP bahwa pihaknya sudah menyampaikan berbagai hal penyimpangan dalam pelaksanaan lelang pengadaan EKTP, namun terpaksa diteruskan sesuai arahan Deputi Wapres, yang sangat patut diduga telah mendaoat arahan Presiden SBY. Demikian juga halnya ketika PT Sandipala menghadapi masalah besar terkait pelaporan pidana penipuan oleh Andi Winata atas nama terlapor Paulus Tanos, Presiden SbY tidak mengambil tindakan apapun untuk menyelamatkan proyek sangat strategis itu. Padahal Presiden SBY sudah menerima laporan bahwa masalah internal PT Sandipala (gugatan kepemilikan, perdata dan pidana) mengakibatkan pelaksanaan pencetakan blanko EKTP menjadi terkatung-katung.

Wajar rakyat tanya, "Ada apa denganmu Pak SBY?"

Selanjutnya SBY tinggal memastikan dukungan berbagai media nasional yang berpengaruh untuk membentuk opini sebagaimana yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

So far, sebagian besar rencana SBY berjalan baik sesuai skenario. Hanya penetapan status tersangka pada Agus Rahardjo Ketua KPK oleh Bareskrim menjadi sedikit handicap mewujudkan tujuan utama, memenangkan Pilpres 2019.

Bagaimana kelanjutan analisa seputar jebakan batman sang resi ini?

Bersambung ...du du du 👍

#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
KENAPA @KPK_RI TIDAK PERNAH JUJUR TENTANG INI? Sekarang SN akan menjadi mimpi buruk. Beranikan KPK tersangka kan Nazaruddin Karena sudah ngaku? Sekongkol kalian akan terbuka! hukum.rmol.co/read/2018/01/2… nasional.kompas.com/read/2018/01/2…
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Beliau juga tau banyak yg disembunyikan KPK tapi beliau takut kehilangan KPK...😃😃😃 kalau betul pernah mewawancara gamawan, kenapa KPK tidak memeriksa Agus Raharjo? Mana ada tender nakal lolos di bawah pantauan LKPP yg dipimpin Agus? twitter.com/mpujayaprema/s…
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Jubir KPK tidak pernah bicara hukum...mereka mementingkan propaganda...hukum tidak lagi menjadi dasar menerangkan peristiwa...tapi untuk mendatangkan Simpati dan dukungan buta...cukuplah....cukuplah... twitter.com/rajasundawiwah…
Irene @IreneViena
Mungkin rakyat lengah bahwa telah terjadi kolusi @KPK_RI dengan sejumlah koruptor ektp KPK secara melanggar UU, diam2 minta sejumlah koruptor tertentu mengembalikan uang suap dari kontraktor ektp Saya ingat, hanya @Fahrihamzah yg teriak sendirian mengutuk kolusi bejat itu
Irene @IreneViena
Mungkin rakyat lengah bahwa telah terjadi kolusi @KPK_RI dengan sejumlah koruptor ektp KPK secara melanggar UU, diam2 minta sejumlah koruptor tertentu mengembalikan uang suap dari kontraktor ektp Saya ingat, hanya @Fahrihamzah yg teriak sendirian mengutuk kolusi bejat itu
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
KPK boleh kolusi karena mereka pejuang anti korupsi... salah harus dianggap benar dan harus dipuja agar tetap punya wibawa... twitter.com/ireneviena/sta…
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Saya sakit hati mendengar orang baik seperti pak Gamawan, datuk orang padang dibegitukan...padahal pemimpin KPK sendiri terlibat lobby dan membawa pengusaha tawarkan barang...bisa kayak malaikat setiap hari... #KamuJahatKPK ! twitter.com/mediaindonesia…
Azhar Matang @AzharMatang
@IreneViena @lembah_pribumi @KPK_RI @Fahrihamzah KPK hrs mengedepankan penegakan hukum yg berimbang dan adil biar rakyat tetap terus memberikan dukungan.. jgn pernah bermain politik yaitu cm mem proses org2 yg berlawanan dgn penguasa..
Azhar Matang @AzharMatang
@IreneViena @lembah_pribumi @KPK_RI @Fahrihamzah KPK hrs mengedepankan penegakan hukum yg berimbang dan adil biar rakyat tetap terus memberikan dukungan.. jgn pernah bermain politik yaitu cm mem proses org2 yg berlawanan dgn penguasa..
Hartini Nausin Baskara @Achii_Aghniea
@IreneViena @KPK_RI @Fahrihamzah Koruptor e-KTP disuruh mulangin duit trus ga ditangkap enuuaakkk Bngettt hukum tebang pilih,,,,sesuai pesanan dong,,,,
Hartini Nausin Baskara @Achii_Aghniea
@IreneViena @KPK_RI @Fahrihamzah Koruptor e-KTP disuruh mulangin duit trus ga ditangkap enuuaakkk Bngettt hukum tebang pilih,,,,sesuai pesanan dong,,,,
Irene @IreneViena
Banyak lagi Indikasi mark up DPT pada pilpres 2014 terkait dengan masalah EKTP atau salah satu hidden agenda EKTP Itu hanya a piece of cake dari permasalah EKTP yang sesungguhnya twitter.com/Akbar_Ltd/stat…
Irene @IreneViena
Koruptor EKTP Bukan Perancang masalah EKTP Perancang/Mastermind EKTP tidak ikut korupsi proyek EKTP Perancang/Mastermind adalah pencipta umpan/perangkap Dia sudah punya profile dari target yang akan diperangkap Masuk barang tu !
Irene @lreneviena
Hendropriono "Jokowi pasti menang pilpres 2019. Pilpres 2019 hanya pertarungan merebut kursi cawapres pasangan Jokowi" Pertarungan Pilpres 2019 sejatinya pertarungan jenderal hijau vs jenderal cokelat Politisi sipil jadi pencundang 2014 - 2019 jenderal hijau kuasai RI

Comment

lois.lincoln @LincolnLois 27/09/2014 20:34:13 WIB
gak apa2lah kan udah dinyatakan dalam pembukaan UUD45 'kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa,oleh karena itu maka penjajahan dimuka bumi ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dgan prikemanusiaan & prikeadilan.ngerti gak kalian UUD '45 ???
Login and hide ads.