0
al-lendahwi @tupin_
dan kita pun pergi dengan sedih yang cukup, untuk bisa lebih dekat kepada hangat. sebab tempat ini, kian asing dan dingin. @IstanaSajak
al-lendahwi @tupin_
saya bertanya pada penjual angkringan: "kopiku terbuat dari malam, ya? kok sehabis kuminum muncul rembulan di celah-celah mataku."
al-lendahwi @tupin_
yang menyala di matamu akan padam di mataku. @shareTP
al-lendahwi @tupin_
perasaan ini tumbuh sebagai sebatang pohon dengan akar menjulang ke langit sedang rimbun daunnya ada di bawah kelopak matamu. @shareTP
al-lendahwi @tupin_
ia mencintai burung; yang setia pada angin, yang merindukan langit, yang senantiasa hinggap antara dahan dan kenangan.
al-lendahwi @tupin_
aku temukan lorong kecil di dalam matamu; seperti sebuah jalan rahasia, menuju bahagia. @shareTP
al-lendahwi @tupin_
:) rt @ibulusi: Beri aku senyum paling tulus sebab hal yang kutakutkan dalam hidup ialah tidak dapat membahagiakanmu.
al-lendahwi @tupin_
senja terbenam di cangkir kopimu. sesaat kemudian terdengar suara adzan dari rongga dadaku. @Syair_malam
al-lendahwi @tupin_
aku mencintaimu dengan kesedihan yang cukup.
al-lendahwi @tupin_
di pantai itu akulah angin yang setia mengibaskan rambutmu, yang senantiasa mengirim ombak-ombak jauh ke dalam dadamu. @shareTP
al-lendahwi @tupin_
kau mungkin tak tahu, bayangan dalam cermin yang mengikutimu berdandan, adalah kesedihanku yang sedang mempercantik kepergianmu. @shareTP
al-lendahwi @tupin_
terima kasih, puisi, kau sudah membuat rinduku semakin melarat, tapi sepiku semakin nikmat.
al-lendahwi @tupin_
pada akhirnya puisi akan mengubah kepalamu menjadi cangkir dan kesepianmu menjadi kopi.
al-lendahwi @tupin_
ada sungai mengalir di lekuk tubuhmu. airnya bersih, gemericiknya jernih. rinduku suka mandi dan mencuci baju di situ.
al-lendahwi @tupin_
silakan kalau mau tidur. tapi jangan lupa tutup pintu dan kepalamu. sekarang banyak maling kecil yang suka mencuri puisimu.
al-lendahwi @tupin_
aku menemui uban yg sedang menyisir rambut ibu. ia mencabut sehelai tubuhnya, "ini buat jimat, biar kau tetap waras dan sehat."
al-lendahwi @tupin_
maut menemui penyair dan minta ijin mecabut nyawanya. "silakan saja." pelan-pelan maut mengambil huruf dari puisinya.
al-lendahwi @tupin_
hujan sedang menimang bayi hujan yang baru lahir dari rahim matamu. hujan kecil yang kelak menjadi hujanku. *favorit*
al-lendahwi @tupin_
dompet lusuh itu tetap setia menemani pantat lelaki tua, meski ia sering dibiarkan kosong dan sempat ada hantu yang menempatinya.
al-lendahwi @tupin_
hujan kecil itu sedang bersolek di matamu. sebentar lagi ia akan tampil di panggung untuk menghibur kesedihanmu.
al-lendahwi @tupin_
sungai yang baik itu membasuh tubuh anak kecil dan menghanyutkan luka yang bersembunyi di balik rambutnya.
al-lendahwi @tupin_
kedai itu ramai sekali. saya pesan secangkir ciuman tanpa gula, belum juga dilayani. sudah sebulan saya antri di sini.
al-lendahwi @tupin_
kantuk lebih dulu pamit tidur. ia sudah lelah dan bosan menunggu matamu ngelantur.
al-lendahwi @tupin_
malam, kau sudah tidur? "belum, penyair. kantuk masih dipinjam kopimu."
Load Remaining (8)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.