KPK Tebang Pilih & Sibuk Pencitraan, Korupsi Makin Subur by: @TPK_RI

Bila ada warga negara yg mengkritisi KPK bukan berarti kita mendukung KKN. Tapi mengkritisi sikap buruk KPK yg lebih suka eksis, diliput media & tebang pilih dlm menyelesaikan kasus.
tebang Korupsi pilih kpk sibuk pencitraan makin subur
0
Pribumi Nusantara @TPK_RI
Taraam! Selamat malam tuips. Malam ini kami coba bahas sedikit tentang pemberantasan korupsi di negeri ini.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
1. Kita sepakat bahwa KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) harus diberantas hingga akar-akarnya, krn kejahatan korupsi merugikan rakyat.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
2. Kami mengkritisi @KPK_RI dan lembaga penegak hukum lainnya bkn berarti kami mendukung KKN. Justru sebaliknya, kami sangat anti KKN.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
3. Kenapa KPK dan lembaga penegak hukum lainnya kami kritisi? Krn mereka bekerja tebang pilih. Buktinya?
Pribumi Nusantara @TPK_RI
4. Kasus-kasus yg mereka tangani itu tidak menyasar pada akarnya, tp lebih pada daun bahkan buahnya, hingga pohon itu tidak mati.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
5. Pohon korupsi terus tumbuh, dan makin segar, terus memproduksi buah, yg akibatnya justru membuat rakyat makin menderita memakannya.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
6. Korupsi itu laksana pohon yg berbuah racun, racun itulah yg membunuh hak-hak kehidupan manusia.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
7. Bagaimana bisa pohon itu tumbang dan mati bila yg dicabut hanya daun dan buahnya saja. Tp akarnya dibiarkan terus hidup dan menjalar?
Pribumi Nusantara @TPK_RI
8. Lembaga-lembaga penegak hukum yg memberantas tindak pidana korupsi harusnya bekerja independent, tanpa ikut bermain dlm sistem apapun.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
9. Bila penegak hukumnya bermain dan masuk dlm sistem, maka kinerja mereka tdk independent lagi, tp sudah disusupi kepentingan tertentu.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
10. Bagaimana mungkin KKN bisa diberantas bila sistem penegakan hukumnya sperti ini???
Pribumi Nusantara @TPK_RI
11. Banyak kelemahan baik scara sistem dan penanganan Tindak Pidana Korupsi di negeri ini.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
12. Keberanian KPK hanya untuk pencitraan saja, dgn pernyataan-pernyataan yg dilontarkan ke media itu jelas nuansanya membentuk image saja.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
13. Kenapa KPK slalu melibatkan media, dikit-dikit membocorkan pada media, pdhal itu sifatnya rahasia. Tp diumbar di media.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
14. Jelas sbgi bukti bahwa @KPK_RI mengutamakan pembentukan imagenya agar dianggap pemberani, hebat, dan super-super lainnya.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
15. Dan hal itu sudah berhasil KPK bentuk, lihat saja publik menilai, setiap org yg menyalahkan KPK dianggap pro koruptor dan anteknya.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
16. KPK dulu dan skr itu berbeda, diawal berdirinya, pergerakan KPK itu betul-betul berani menyeret para koruptor kakap, tp apa yg terjadi?
Pribumi Nusantara @TPK_RI
17. Para penegak hukum pemberani itu dibunuh karakternya, hingga dikasuskan dan ditumbangkan oleh kekuatan politik yg memiliki kepentingan
Pribumi Nusantara @TPK_RI
18. Anda mgkn masih ingat Hakim Agung Baharuddin Lopa, satu-satunya Hakim yg berani dan tegas, dan bersih berakhir dgn kematian misterius.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
19. Dia satu-satunya Hakim yg rumahnya pun sederhana, bukti bahwa dia bersih, tp dibunuh oleh komplotan yg dibekingi oleh mafia.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
20. Satu persatu pnegak hukum bersih dibunuh, baik scara karakter atau fisik. yg tersisa hnya para penegak hukum yg ikut bermain dlm sistem.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
21. Ingat pernyataan Nazaruddin pada asisten asisten pribadinya Yulianis. Nazar mengatakan "KPK itu penjahat, dan hakim-hakim dinegeri ini -
Pribumi Nusantara @TPK_RI
22. -bisa dibayar, jd kenapa musti takut?" Begitulah kata Nazar pd Yulianis pd wawancara dini hari kemarin di RCTI.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
23. Dan terbukti, vonis Nazar pun ringan, bahkan terakhir dia mendapat julukan Justice Collaborator oleh KPK. Sungguh luar biasa.
Pribumi Nusantara @TPK_RI
24. Tp kenapa publik tidak juga jeli melihat fenomena ini? Karna publik sudah tergiring oleh opini media jauh sblum kasus ini bergulir.
Load Remaining (45)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.