Memahami Situasi Perkalian (oleh @iwanpranoto)

Lanjutan dari 'kasus' perkalian 4x6 dan 6x4 (http://chirpstory.com/li/231174), pak Iwan Pranoto memberikan ilustrasi dan situasi perkalian. Semoga kian mencerahkan :-)
situasi memahami perkalian
0
Iwan @iwanpranoto
Situasi apa saja yang menggambarkan perkalian? Coba ya, ternyata banyak sekali.
Iwan @iwanpranoto
Yang sering diingat biasanya situasi perkalian sebagai penjumlahan berulang.
Iwan @iwanpranoto
Setiap hari Ibu memerlukan 2 butir telur. Maka, dalam 3 hari Ibu membutuhkan berapa butir telur? Ini situasi 2 + 2 + 2 = 3 × 2 = 6
Iwan @iwanpranoto
Itu tadi penjumlahan berulang. Tetapi juga ada banyak situasi lainnya. Berikut saya beri macam2 situasi perkalian lainnya.
Iwan @iwanpranoto
Situasi Perkalian sbg Harga, kecepatan, atau rate: Harga kue ape Rp. 500,00 per buah. Maka, berapa harga 3 buah kue ape?
Iwan @iwanpranoto
Situasi Perbandingan Perkalian: Berat badan Ayah tiga kali beratku. Jika beratku 19 kg, berapa berat Ayah?
Iwan @iwanpranoto
Situasi Luas Persegipanjang: Jika ladang Pak Bajuri berbentuk persegipanjang dengan panjang 32 m dan lebar 17 m, berapa luasnya?
Iwan @iwanpranoto
Siatuasi Perkalian sbg Kombinasi: Pak Ali berjualan martabak manis. Dia menjual martabak dengan kulit yang tebal dan kulit yang tipis.
Iwan @iwanpranoto
Sedangkan isi dalamnya ada tiga macam, yakni coklat, keju, dan pisang.
Iwan @iwanpranoto
Jika setiap martabak hanya dapat diisi oleh satu macam saja, ada berapa macam kombinasi martabak yang dijual Pak Ali?
Iwan @iwanpranoto
Dari situasi2 perkalian di atas, ada yang simetri tetapi ada juga yg tak simetri. Artinya ada yang boleh dibalik, tp jg ada yg tak boleh.
Iwan @iwanpranoto
Dalam situasi Penjumlahan Berulang, tentunya arti 3x4 tidak simetri dg 4x3.
Iwan @iwanpranoto
Tetapi dalam situasi martabak tadi, tak ada urusan 2 mcm kulit x 3 mcm isi atau 3 mcm isi x 2 mcm kulit, bukan?
Iwan @iwanpranoto
Ini perlu kecermatan bernalar. Kemudian, kita harus paham perkalian tidak seintutif penjumlahan.
Iwan @iwanpranoto
Ini perlu kecermatan bernalar. Kemudian, kita harus paham perkalian tidak seintutif penjumlahan.
Iwan @iwanpranoto
3 + 4 secara intuitif anak dapat dg mudah berintuisi bhwa hasilnya sama dg 4 + 3
Iwan @iwanpranoto
Tetapi, WTH 3+3+3+3 bisa sama dengan 4+4+4? Ini sangat tidak intuitif. Anak tak dapat didogmai, percaya aja, beriman saja, bhw itu sama.
Iwan @iwanpranoto
Tetapi, jk situasinya sebagai luas persegipanjang, tentunya persegipanjangnya diputar, luasnya akan tetap sama. Ini baru intuitif buat anak.
Iwan @iwanpranoto
Kemudian, harus didiskusikan bahwa perkalian sangat berbeda dg penjumlahan.
Iwan @iwanpranoto
Dlm penjumlahan/pengurangan, satuannya HARUS SAMA. Tetapi dlm perkalian, satuannya BOLEH BERBEDA. Ingat martabak tadi?
Iwan @iwanpranoto
Lalu, permasalahan pengajaran perkalian ini mmg msh diributkan/didebatkan smp sekarang di dunia ini. Jd, kita tidak lebay. :)
Iwan @iwanpranoto
Ada satu yg ekstrem tahun lalu bahkan berkata bhw mengajarkan perkalian sbg penjumlahan berulang itu tak tepat.
Iwan @iwanpranoto
Dia menantang: Jika penjumlahan didefinisikan sbg pemetaan dari pasangan bil bulat ke bil bulat, mengapa perkalian tdk demikian juga?
Iwan @iwanpranoto
Toh, dia blg, jk kita menjumlah dan jg mengalikan, pd praktiknya kita tak melakukan membilang dan menjumlah berulang.
Iwan @iwanpranoto
Jd, knp tak langsung saja mengenalkan perkalian sebagai sebuah operator baru. Bahwa nanti terkait dg penjumlahan, itu nanti jd teorema.
Load Remaining (7)
Login and hide ads.