BAHAYA PENDOGMAAN MATEMATIKA UTK BUDAYA BERNALAR SISWA by @iwanpranoto

Di Matematika tak ada KEBENARAN, yg ada hanyalah KESAHIHAN. Jika pernalarannya sahih, maka kita terima, walaupun kesimpulannya mungkin aneh... By @Bang_Gopur
6
Iwan @iwanpranoto
Jika 12 ÷ 4 itu artinya apa? Partisi, yakni ada 12 kelereng dibagikan ke 4 anak, msg2 dpt brp butir. Atau Pengurangan Berulang.
Iwan @iwanpranoto
Pengurangan Berulang, yakni ada 12 kelereng jika tiap anak dpt 4 butir, ada brp anak yg dapat diberi.
Iwan @iwanpranoto
Dua pengertian Pembagian ini sama2 benar. Tak ada yg salah. Hanya satu pengertian kadang lebih cocok dlm konteks tertentu.
Iwan @iwanpranoto
Misalnya, 125 ÷ 5 tentunya lbh cocok diartikan sbg Partisi. Sedang 125 ÷ 25 tentunya lbh cocok Pengurangan Berulang.
Iwan @iwanpranoto
Di Indonesia, DUA pengertian Pembagian itu dpt diterima. TETAPI tidak demikian dg Perkalian. Kita tak mau menerima DUA pengertian Perkalian.
Iwan @iwanpranoto
Mungkin kita terbiasa dg PENGERTIAN yg harus selalu TUNGGAL, dan ditetapkan oleh Penguasa. Kita merasa tak berdaya menentukan sendiri.
Iwan @iwanpranoto
Simetri dg Pembagian tadi, Perkalian pun dapat diartikan dg DUA cara tersebut. Ini TIDAK mengatakan KEDUANYA SAMA.
Iwan @iwanpranoto
3 × 4 diartikan 4+4+4 itu betul. Sedang 3 × 4 diartikan 3+3+3+3 jg betul. Tergantung kita memaknainya bagaimana.
Iwan @iwanpranoto
Juga tergantung bahasa. Di bahasa Jawa, "telu ping papat" artinya 3+3+3+3.
Iwan @iwanpranoto
Tetapi di buku2 Singapura misalnya 3×4 diartikan "three groups of four" atau "tiga buah empatan"
Iwan @iwanpranoto
Nah, cara bertanya guru kebanyakan di Indonesia mungkin yg salah. Juga cara mengoreksinya yang salah.
Iwan @iwanpranoto
Kita hrs paham cara memeriksa pemahaman perkalian. Kalau sekedar tanya 3×4 = .... ya tentu anak kita boleh menjawab sesuai pengertiannya.
Iwan @iwanpranoto
Pertanyaan sekedar 3×4 = ... HRS DIBENARKAN jawaban 3+3+3+3 atau 4+4+4. Salah gurunya tak beritahu dlm instruksinya yg mana yg diminta.
Iwan @iwanpranoto
Pertanyaan guru seharusnya begini "Jika 2×3 = 3 +3, tentukan 3×4". Jika dg pertanyaan ini anak jawabnya 3+3+3+3, barulah SALAHKAN.
Iwan @iwanpranoto
Matematika itu lebih sebagai Kata Kerja, ketimbang Kata Benda. Pengetahuan sangat sedikit, ketimbang Keterampilan.
Iwan @iwanpranoto
Mungkin ada yg berargumen, kalau pertanyaannya begitu anak ya bisa. Ya, memang anak supaya bisa! :) Kalau mau menjebak, bukan di Matematika.
Iwan @iwanpranoto
Menguji SKILL dalam Matematika lebih utama ketimbang menguji KNOWLEDGE.
Iwan @iwanpranoto
Hal yang lebih menakutkan adalah PENDOGMAAN MATEMATIKA di kita.
Iwan @iwanpranoto
Di Matematika tak ada KEBENARAN, yg ada hanyalah KESAHIHAN. Jika pernalarannya sahih, maka kita terima, walaupun kesimpulannya mungkin aneh.
Iwan @iwanpranoto
Di Matematika, Guru bukan sumber Kebenaran.
Iwan @iwanpranoto
Apalagi ada yg usul Kebenaran Matematika harus ditanyakan ke Mendikbud. :) Ini semakin absurd.
Iwan @iwanpranoto
Ini menyangkut budaya atau sikap kita yg tak nyaman dengan Kebenaran Jamak. Juga tak berani bernalar mandiri.
Iwan @iwanpranoto
Mengubah sikap guru matematika yg luwes bernalar merupakan tantangan bg institusi penyiapan guru kita, LPTK.
Iwan @iwanpranoto
Pembenahan sikap, budaya, dan cara berpikir calon guru matematika ini serius. Ini menyangkut hakikat Bermatematika.
Iwan @iwanpranoto
Perhatikan bgmn guru matematika kita kebanyakan mengajar hr ini. Datang, "Ini Dalil Pitagoras. Ini contoh soalnya. Ini latihan soalnya."
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.