0
Dharma Puspha @dharma_g3
[1] Masih ingat berita hangat dari berbagai media Nasional dan Lokal Kalimantan Barat beberapa waktu yang lalu
Dharma Puspha @dharma_g3
[2] dimana pemerintah Malaysiasecara terang-terangan telah membangun Beacon (dudukan Mercusuar)
Dharma Puspha @dharma_g3
[3] di perairan Tanjung Datok wilayah Laut Teritorial Kodam XII/Tanjungpura
Dharma Puspha @dharma_g3
[4] Merujuk pada perjanjian Landas Kontinen antara RI-Malaysia yang disyahkan di Kualalumpur 27 Oktober 1969
Dharma Puspha @dharma_g3
[5] masing-masing pemerintah RI oleh Mentaben Prof Dr. Ir. Sumantri Brodjonegoro&pemerintah Malaysia oleh Penguam Negara AbdulKadir binJusof
Dharma Puspha @dharma_g3
[6] Kemudian Idonesia meratifikasi dengan Keppres No.89 Tahun 1969 tanggal 5 Nopember 1969
Dharma Puspha @dharma_g3
[7] Lembaran Negara 1969 No. 54 telah disepakati penetapan 25 titik coordinat yaitu: 10 titik di Selat Malaka
Dharma Puspha @dharma_g3
[8] Lembaran Negara 1969 No. 54 10 titik di Laut Natuna dan 5 titik di utara Tanjung Datok, wilayah Prov Kalbar
Dharma Puspha @dharma_g3
[9] Dimana Garis Pangkal (baseline 21) pada coordinat 109º 38´ 8ʺ BT- 02º 05´ 0ʺ LU (± 210 meter dari pantai utara Tanjung Datok)
Dharma Puspha @dharma_g3
[10] yang dilengkapi dengan Base Point 35 atau Titik Dasar (TD.35) atau Titik Ikat di pantai Tanjung Datok,
Dharma Puspha @dharma_g3
[11] telah di depositkan di lembaga internasional PBB
Dharma Puspha @dharma_g3
[12] Patok Dishidros TNI AL pada TD.35 Tahun 2005 tergusur abrasi pantai, berkat kepedulian Babinsa Tanjung Datok dan masyarakat binaannya
Dharma Puspha @dharma_g3
[13] patok itu dapat diselamatkan, ± 5 meter dari kedudukan patok semula, dibangun Pos Babinsa Permanen Tanjung Datok,dari hasil Swadaya
Dharma Puspha @dharma_g3
[14] Pembangunan MercusuarMalaysia Mei 2014 itu jika mengacu MoU Indonesia-Malaysia di Kualalumpur 27 Oktober 1969, Pasal 1 ayat (1) point A
Dharma Puspha @dharma_g3
[15] dinyatakan bahwa Base Line 21 di Tanjung Datok telah disepakati pada coordinat 109º 38’ 8” BT – 02º 05’ 0” LU
Dharma Puspha @dharma_g3
[16] sedangkan Mercusuar Malaysia yang dibangun di wilayah Laut Teritorial Indonesia di coordinat 109º 38’ 8,70” BT – 02º 05’ 0,3” LU
Dharma Puspha @dharma_g3
[17] Terdapat selisih hitungan 5,70” BT – 0,3” LU
Dharma Puspha @dharma_g3
[18] (masuk wilayah Laut Teritorial NKRI sejauh ± 1.390 meter, atau ± 800 meter dari pantai terdekar di Tanjug Datok Indonesia)
Dharma Puspha @dharma_g3
[19] sesuai Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS 1982) dalam Pasal 80 secara tegas telah disebutkan bahwa
Dharma Puspha @dharma_g3
[20] “negara yang mempunyai hak berdaulat di Landas Kontinen dan Hak Eksekutif untuk membangun
Dharma Puspha @dharma_g3
[21] dan memiliki kewenangan serta pengaturan instalasi (mercusuar) di atasnya; adalah Negara Kepulauan seperti NKRI”
Dharma Puspha @dharma_g3
[22] Oleh karena itu saya tidak mengatakan bahwa Beacon yang dibagun oleh fihak Malaysia di wilayah abu-abu (wilayah sengketa)
Dharma Puspha @dharma_g3
[23] hal ini bisa membuka celah hukum dan Malaysia akan menuntut ke mahkamah internasional atas wilayah abu-abu itu
Dharma Puspha @dharma_g3
[24] Demikian jawaban Kasilistra Pendam XII/Tpr Mayor Inf Drs. Umar Affandi, M.H atas pertanyaan Presenter pada acara Berita TNI AD
Load Remaining (47)
Login and hide ads.