SALAFI VS KYAI NDESO

Humor sufi ini memberi kita pelajaran berarti tentang madzhab Ahlusunnah Wal jama"ah. simak chrips...
0
Biren Muhammad™ @biren_mh
SALAFI VS KYAI NDESO inilah kisah kiai kampung. Kebetulan kiai kampung ini menjadi imam musholla & sekaligus pengurus ranting NU di desanya.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Suatu ketika didatangi seorang tamu, mengaku santri salafi, karena lulusan pesantren modern dan pernah mengenyam pendidikan di Timur Tengah.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Tamu itu begitu PD (Percaya Diri), karena merasa mendapat legitimasi akademik, plus telah belajar Islam di tempat asalnya.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Sedang yang dihadapi hanya kiai kampung, yang lulusan pesantren salaf.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Tentu saja, tujuan utama tamu itu mendatangi kiai untuk mengajak debat dan berdiskusi seputar persoalan keagamaan kiai.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Santri salafi ini langsung menyerang sang kiai: Sudahlah Kiai tinggalkan kitab-kitab kuning (turats) itu, krn itu hanya karangan ulama kok.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Kembali saja kepada al-Quran dan hadits ” ujar santri itu dengan nada menantang.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Belum sempat menjawab, kiai kampung itu dicecar dengan pertanyaan berikutnya. ”Mengapa kiai kalau dzikir kok dengan suara keras dan ...
Biren Muhammad™ @biren_mh
pakai menggelengkan kepala ke kiri & ke kanan segala. Kan itu semua tidak pernah terjadi pada jaman nabi dan berarti itu perbuatan bid’ah?”
Biren Muhammad™ @biren_mh
kilahnya dengan nada yakin dan semangat. Mendapat ceceran pertanyaan, kiai kampung tak langsung reaksioner.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Malah sang kiai mendengarkan dengan penuh perhatian dan tak langsung menanggapi. Malah kiai itu menyuruh anaknya mengambil termos dan gelas.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Kiai tersebut kemudian mempersilahkan minum, tamu tersebut kemudian menuangkan air ke dalam gelas. Lalu kiai bertanya:
Biren Muhammad™ @biren_mh
“Kok tidak langsung diminum dari termos saja. Mengapa dituang ke gelas dulu?” tanya kiai santai.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Kemudian tamu itu menjawab ” Ya ini agar lebih mudah minumnya kiai,? jawab santri salafi ini.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Kiai pun memberi penjelasan ” Itulah jawabannya mengapa kami tidak langsung mengambil dari al-Quran dan hadits.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Kami menggunakan kitab-kitab kuning yang mu’tabar, karena kami mengetahui bahwa kitab-kitab mu’tabarah adlh diambil dr al-Quran dan hadits,
Biren Muhammad™ @biren_mh
sehingga kami yang awam ini lebih gampang mengamalkan wahyu, sebagaimana apa yang engkau lakukan menggunakan gelas agar lbh mudah minumnya,
Biren Muhammad™ @biren_mh
bukankah begitu? ” Tamu tersebut terdiam tak berkutik.
Biren Muhammad™ @biren_mh
Kemudian kiai balik bertanya ” Apakah adik hafal al-Quran dan sejauh mana pemahaman adik tentang al-Quran? Berapa ribu adik hafal hadits?
Biren Muhammad™ @biren_mh
Kalau dibandingkan dengan Imam Syafi’iy siapa yang lebih alim?” Santri salafi ini menjawab ” Ya tentu Imam Syafi’i kiai sebab beliau
Biren Muhammad™ @biren_mh
sejak kecil telah hafal al-Qur’an, beliau jg banyak mengerti & hafal ribuan hadits, bahkan umur 17 beliau telah menjadi guru besar & mufti ”
Biren Muhammad™ @biren_mh
jawab santri salafi. Kiai menimpali ” Itulah sebabnya mengapa saya harus bermadzhab pada Imam Syafi’iy,
Biren Muhammad™ @biren_mh
karena saya percaya pemahaman Imam Syafi’iy tentang al-Qur’an dan hadits jauh lebih mendalam dibanding kita, bukankah begitu? “tanya kiai.
Biren Muhammad™ @biren_mh
” Ya kiai ” jawab santri salafi. Kiai kemudian bertanya kepada tamunya tersebut ” Terus selama ini orang-orang awam tatacara ibadahnya
Biren Muhammad™ @biren_mh
mengikuti siapa jika menolak madzhab, sedangkan mereka banyak yang tidak bisa membaca al-Qur’an apalagi memahami ?” tanya kiai.
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.