" Kecurangan Masif, Terstruktur dan Sistematis " By @RustamIbrahim

Pelanggaran masif, terstruktur. sistematis tentunya pelanggaran konstitusi khususnya asas Pemilu umum, langsung, bebas, rahasia, jurdil... By @Bang_Gopur
0
Voter Education @RustamIbrahim
1. Pagi ini saya mau kultwit apa yang dimaksud dengan dan bagaimana bentuk kecurangan yang masif, terstruktur dan sistematis dalam Pemilu
Voter Education @RustamIbrahim
2. Kultwit terutama saya tujukan kepada generasi muda yang dapat menikmati Pemilu yang bebas, demokratis, jurdil setelah reformasi 1999
Voter Education @RustamIbrahim
3 Pelanggaran masif, terstruktur. sistematis tentunya pelanggaran konstitusi khususnya asas Pemilu umum, langsung, bebas, rahasia, jurdil
Voter Education @RustamIbrahim
4. Kecurangan yang masif adalah kecurangan yang sangat besar atau luar biasa besarnya dan bersifat menyeluruh
Voter Education @RustamIbrahim
5. Terstrukur maksudnya melibatkan berbagai komponen negara dan penyelenggara Pemilu secara struktural dari atas sampai ke bawah
Voter Education @RustamIbrahim
6. Dengan sistematis tentunya direncanakan dari awal, by design, lengkap dengan strategi dan cara mencapainya
Voter Education @RustamIbrahim
7. Menurut saya kecurangan Pemilu nasional hanya terjadi masa pemerintahan Orde Baru Soeharto, belum pernah terjadi di masa reformasi
Voter Education @RustamIbrahim
8. Presiden Soeharto dgn Orde Baru-nya punya agenda sendiri untuk berkuasa dan melanggengkan kekuasaannya lalu merancang mencurangi Pemilu
Voter Education @RustamIbrahim
9. Agar tetap bisa disebut demokratis Presiden Soeharto merasa perlu melaksanakan Pemilu dan untuk itu perlu ada Partai Politik sbg peserta
Voter Education @RustamIbrahim
10. Dengan adanya Pemilu dan Parpol dapat memberikan legitimasi kepada keberlanjutan Pemerintah Orde Baru untuk jangka waktu yang lama
Voter Education @RustamIbrahim
11. Tapi Orde Baru tidak menyukai partai politik. Parpol kemudian hanya boleh ada dua yakni PPPdan PDI
Voter Education @RustamIbrahim
12. Golkar yang didukung pemerintah Orde Baru dan ikut menjadi peserta Pemilu tdk pernah disebut partai, tapi GOLONGAN.
Voter Education @RustamIbrahim
12. Pada masa itu Golkar secara sistematis dirancang sebagai alat politik Orde Baru, pengumpul suara untuk memenangkan Orde Baru
Voter Education @RustamIbrahim
13. Sedangkan PPP dan PDI tidak lebih dari "partai pendamping" atau pelengkap penyerta dipimpin oleh tokoh2 yg harus mendukung Orde Baru
Voter Education @RustamIbrahim
17. Pegawai Negeri wajib loyal memilih Golkar. Mereka harus memilih dikantor supaya pilihannya dpt dikontrol. Pemilu tdk boleh hari libur
Voter Education @RustamIbrahim
14. Rezim Orde Baru dgn berbagai cara curang secara terstruktur membuat Golkar menang setiap Pemilu, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997
Voter Education @RustamIbrahim
15. Pegawai Negeri wajib loyal memilih Golkar. Mereka harus memilih dikantor supaya pilihannya dpt dikontrol. Pemilu tdk boleh hari libur
Voter Education @RustamIbrahim
16.Keluarga ABRI juga diwajibkan memilih Golkar. Yg menyedihkan anak SLTA yg baru pertama kali milih juga harus milih Golkar di TPS sekolah
Voter Education @RustamIbrahim
17. ABRI sendiri (waktu itu terdiri TNI dan Polri) jelas2 dari atas sampai ke bawah bahu membahu mensukseskan Golkar memenangkan Pemilu
Voter Education @RustamIbrahim
18. Birokrasi darMendagri sampai gubernur, bupati/walikota sampai lurah dan kepala desa juga bahu membahu memenangkan Golkar
Voter Education @RustamIbrahim
19. Dengan cara itulah Presiden Soeharto berkuasa selama 32 tahun, ditopang Golkar yang selalu ":menang" di atas 60% suara
Voter Education @RustamIbrahim
20. Pemilu nasional dimasa Orde Baru itulah yang baru dapat dikatakan curang secara masif, terstruktur dan sistematis
Voter Education @RustamIbrahim
21. Pemilu di masa Reformasi justru diakui dunia sebagai Pemilu yang memenuhi asas2 bebas dan jurdil (free and fair elections)
Voter Education @RustamIbrahim
22. Menurut saya di masa Reformasi penyelenggara pemilu (KPU) justru selalu berupaya independen agar pemilu berlangsung bebas dan jurdil
Voter Education @RustamIbrahim
23. Justru sekarang parpol/tokoh sebagai peserta pemilulah yang berupaya curang dengan politik uang, demokrasi transaksional, membeli sura
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.