Kisah Para Wali, Yang Rentang Jamannya Tak Jauh dari Masa Sekarang By @stakof

Mereka menjadi teladan karena sekaligus menjadi pengayom, dan memutuskan perkara agama tidak secara sembarangan...
1
Rumail Abbas @Stakof
Keluargaku adalah santri. Abahku, Sayid Masror, adalah santrinya mBah Madun. Aku dan kakakku, Hakam, adalah santrinya Gus Aniq Muhammadun.
Rumail Abbas @Stakof
Gus Aniq Muhammadun adalah putra mBah Muhammadun (Madun), dari Dukuh Pondowan, Pati, Jawa Tengah.
Rumail Abbas @Stakof
mBah Madun tidak lain adalah kakeknya Gus @Ulil. Kalau dirunut, mBah Madun adalah generasi ke-6 dari mBah Mutamakkin.
Rumail Abbas @Stakof
Menurut hemat Gus @ulil, mBah Madun yang dipandangnya sebagai kiai “kaku” dalam beberapa hal.
Rumail Abbas @Stakof
Semisal keteguhan mBah Madun memegang pendapat Ibn Hajar al-Haitami yang melarang perempuan bersekolah, dianggap @ulil kaku.
Rumail Abbas @Stakof
Oleh karenanya tidak ada putri hingga cucu perempuan mBah Madun yang bersekolah. Kecuali keluarga abahnya Gus @ulil.
Rumail Abbas @Stakof
Abahnya Gus @ulil, mBah Dulah Rifa’i, belajarnya dari mBah Madun. Tapi memiliki pendapat 180 derajat yang berbeda.
Rumail Abbas @Stakof
Putri2 mBah Dullah Rifa’i bersekolah, atas dukungan istrinya yang tidak mengeyam sekolah, namun berfikir kontekstual tentang sekolah.
Rumail Abbas @Stakof
mBah Madun tidak dapat disangsikan sebagai pribadi yang ‘allamah. Memiliki banyak karya, termasuk Syarh Alfiyah Ibnu Malik (Nahwu-Sharf).
Rumail Abbas @Stakof
Kecintaan mBah Madun pada Bahasa Arab tertular kepada anak-cucu, karena beliau tabahhur di bidang fan alat tadi.
Rumail Abbas @Stakof
mBah Madun nyaris hafal semua bait-bait dalam bidang alat (Nahwu-Sharf), termasuk fan Balaghah dan Manthiq.
Rumail Abbas @Stakof
Meski mahir ber-Nahwu-Sharf, namun ada kejadian unik ketika beliau bertemu Abuya Al-Maliki, abahnya Sayid Muhammad.
Rumail Abbas @Stakof
Pada suatu haji, mBah Madun sowan kepada Abuya Al-Maliki, tradisi wajar ketika kyai NU ke Mekah ya sowan-sowan begini.
Rumail Abbas @Stakof
mBah Madun yang alim bahasa Arab ini pun bertatakrama seperti orang jawa pada umumnya.
Rumail Abbas @Stakof
“Ana ahdluru amamak, ya Sayidi (Saya datang ke hadapan Anda, Tuanku.” Kata mBah Madun.
Rumail Abbas @Stakof
Ini kalimat bahasa Arab Fusha (fasih/formal). Dalam jawa: “Kula sowan wonten ngarso nJenengan, nDoro.”
Rumail Abbas @Stakof
Tidak langsung membalas, Abuya Maliki malah tertawa dan meledek mBah Madun.
Rumail Abbas @Stakof
“Ya Kyai, enta Sibawaih Jawa, Wana ahdluru amamak? (Yai, sampean ini Imam Sibawaihnya Jawa, tapi ngomong kok: ana ahdluru amamak?)”
Rumail Abbas @Stakof
FYI: Imam Sibawaih adalah tokoh ilmu alat, muridnya Imam Khalil. Karena jenius, konon, ilmu beliau melebihi gurunya.
Rumail Abbas @Stakof
Dalam sebuah halaqah yang dihadiri oleh kyai-kyai besar, Almarhum Nurcholish ibn Madjid melontarkan kritikan tajam.
Rumail Abbas @Stakof
“Bertahun2 bahasa Arab diajarkan di pesantren”, katanya, “tapi sedikit sekali, bahkan diantara kyainya, yang mampu mempergunakan bahasa Arab
Rumail Abbas @Stakof
Masih belum puas, Cak Nur menambahi: “Pasti ada yang salah dalam metode pengajarannya!”
Rumail Abbas @Stakof
Kyai Badri Masduqi Probolinggo Allah yarham–lahumal faatihah–langsung mengacungkan jari.
Rumail Abbas @Stakof
“Pak Doktorandus!” beliau menyergah tanpa menunggu dipersilahkan oleh moderator.
Load Remaining (54)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.