"Analisis Guru Besar Hukum UGM Terkait Sidang MK" by @AriDwipayanaUgm

1
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Soal bukti dlm sidang MK, jangan lupa baca analisis Prof Eddy OS Hiariej, guru besar Hukum Pidana UGM di @hariankompas hari ini, di hal 6.

06/08/2014 07:38:42 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Prod Eddy sampaikan 4 hal fundamental terkait dgn pembuktian: 1. Suatu bujti haruslah relevan dgn sengketa atau perkara yg sdg diproses.

06/08/2014 07:42:18 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

2. Suatu bukti haruslah dapat diterima atau admissible. Bujti yg dapat diterima pasti bukti yg relevan.#eddyHieriej

06/08/2014 07:44:31 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

3. Execlusionary rules: prinsip hukum yg mensyaratkan tdk diakuinya bukti yg diperoleh scr melawan hukum #eddyHieriej

06/08/2014 07:46:12 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

4. Setiap bukti yg relevan dan dapat diterima harus dapat dievaluasi oleh hakim. Hal ini terkait dgn kekuatan pembuktian. #eddyHieriej

06/08/2014 07:47:57 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Dari 4 hal yg fundamental tsb, Prof Eddy Hieriej berpendapat berdasarkan berkas permohonan sengketa yg diajukan Prahara terlihat tdk cermat

06/08/2014 07:50:15 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Ketidakcermatan bekas gugatan nampak dr duplikasi uraian permasalahan maupun angka yg mau dibuktikan: bengkulu sama dg bangka-balitung dst

06/08/2014 07:52:43 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Selain duplikasi, ketidakcermatan nampak dr salah kutip uraian permasalahan di jabar dan tidak ada uraian permasalahn dr daerah yg digugat.

06/08/2014 07:54:54 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Prof Eddy Hieriej juga menyoroti soal fundamentum petendi yg di copy paste antara satu provinsi dan provinsi lain. Ini jelas fatal

06/08/2014 07:56:43 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Eddy Hieriej tulis bhw permohonan tanpa uraian permasalahan di bbrp provinsi indikasi permohonan tsb tanpa bukti yg relevan=unfair prejudice

06/08/2014 07:58:43 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Jk prahara sampaikan bukti yg tdk relevan maka secara mutatis mutandis bukti itu tdk dapat diterima dn hrs dikesampingkan. Unfair prejudice

06/08/2014 08:00:48 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Kalaupun Prahara berkoar koar soal 2 juta lembar bukti dan 500 saksi, pertanyaannya bgn lembar bukti itu diperoleh? Apakah sesuai prosedur?

06/08/2014 08:02:31 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Jika bilang siap dgn saksi patut dipertanyakan perihal kualitas pribadi saksi, sumber dan substansi kesaksian. Tdk asal jumlah saksi

06/08/2014 08:04:01 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Prof Eddy tulis bhw jika bukti yg diajukan kekuatan pembuktiannya sama hakim akan berpegang postulat in dubio pro reo. Berpihak pd termohon

06/08/2014 08:06:09 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Prof Eddy tulis bhw berdasarkan prinsip culpatory evidence @KPU_RI sbg tergugat memiliki hak yg seluas luasnya utk buktikan tdk bersalah

06/08/2014 08:12:18 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Pembukaan kotak suara @KPU_RI selama sesuai prosedur dg dihadiri saksi, Bawaslu aparat yg berwenang tdk langgar hukum. Excupatory evidence

06/08/2014 08:14:02 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Sidang MK bukan arena tarung opini apalagi adu massa tapi ajang pembuktian. Jika masih bermasalah dgn bukti maka jgn alihkan ke opini

06/08/2014 08:17:57 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Prahara pertontonkan pendidikan politik dan hukum yg buruk. Jika tdk miliki bukti yg relevan maka itu jelas unfair prejudice.

06/08/2014 08:20:37 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Jika ingin menolak pelaksanaan Pilpres dan tarik diri maka perlu konsisten. Tolak pelaksanaan beda dg tolak hasil. Sikap berubah ubah

06/08/2014 08:22:17 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Jika menolak hasil siapkan diri dgn baik, sediakan bukti yg relevan dan bs diterima. Jgn pakai asumsi dan teori konspirasi. Adu bukti

06/08/2014 08:24:33 WIB
Ari Dwipayana @aridwipayanaugm

Jika serius ke MK susun berkas gugatan dgn cermat. Jgn berkilah dgn waktu pendek shg ketidakcermatan dan copy paste. Indikasi bukti lemah

06/08/2014 08:26:31 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!