1
Donaldson @DonaldsonBjm
Selayang pandang alias hasil baca cepat dokumen tuntutan Tim Pembela Merah Putih ke MK. by Ni Mahati
Donaldson @DonaldsonBjm
Kami, termasuk saya, bukan ahli hukum meski ada beberapa dari kami punya sedikit pengalaman mendraft legal dokumen atau saya yang pernah
Donaldson @DonaldsonBjm
bekerja di kantor kunsultan hukum: - Gugatan ini kan penting sekali bagi PS, jadi seharusnya mereka tunjukkan itu dengan dokumen yang
Donaldson @DonaldsonBjm
meyakinkan. Ini juga menunjukkan bahwa mereka menghargai intelektualitas hakim MK yang harus membaca dan menganalisis gugatan tsb.
Donaldson @DonaldsonBjm
- Dokumen yg meyakinkan dilihat dari 2 hal: format (menunjukkan keseriusan untuk dibaca dan dipahami hakim) dan substansi
Donaldson @DonaldsonBjm
(konsisten dan kuat argumennya). FORMAT: Dokumen gugatan tsb secara format, maaf, ancur2an.
Donaldson @DonaldsonBjm
Tidak ada format yang konsisten untuk: font, spasi, style, flow.
Donaldson @DonaldsonBjm
Lihat saja, ada deskripsi kecurangan per daerah yang ditulis dlm bentuk tabel dan ada yang dalam satu bullet/strip (pake koma).
Donaldson @DonaldsonBjm
Hal lainnya? 80 halaman(!) dari total 146 halaman gugatan isinya tabel TPS di provinsi Aceh,
Donaldson @DonaldsonBjm
padahal TIDAK ADA yang dituntut dari penyelengaraan Pilpres di Aceh
Donaldson @DonaldsonBjm
Di bawah sub isi: V. Sumatera Selatan, isinya adalah copas dari Sumatera Barat (termasuk nama provinsi yang berubah menjadi Sumbar).
Donaldson @DonaldsonBjm
VI. Bengkulu: isinya copas Bangka Belitung (termasuk nama provinsi berubah ke Babel)
Donaldson @DonaldsonBjm
XI. Jawa Barat: dimulai dengan tuntutan umum yang cukup panjang (level nasional) kayaknya copas dari bagian tuntutan awal?
Donaldson @DonaldsonBjm
Inkonsistensi penomoran. Di atasnya sudah poin 5, sub isinya malah poin 4.3. Dimulai dengan I. Aceh, kemudian I. Sumatera Utara...
Donaldson @DonaldsonBjm
Ada IX. Kepulauan Riau tapi tidak ada isinya (tidak semua provinsi ditulis, berarti logikanya yang ditulis yang bermasalah saja kan?),
Donaldson @DonaldsonBjm
ada beberapa provinsi yang tidak ada isi gugatan, jadi buat apa ditulis? Ini sebagian cara penomoran sub isi: XIV. Jawa Timur
Donaldson @DonaldsonBjm
XV. Pelanggaran bla bla bla... XVI. Banten - Bali XVII. NTB (tanpa isi) dst Ada poin (i) tapi tidak ada poin selanjutnya (ii).
Donaldson @DonaldsonBjm
Penggunaan huruf besar dan kecil yang salah, ada yang bold dan yang reguler tanpa pola, ada kehilangan spasi antar 2 kata, dsb.
Donaldson @DonaldsonBjm
Ada revisi dengan tulisan tangan di bagian TERPENTING: PETITUM. Tidak menggunakan kalimat dan bahasa baku: "merubah", "sepanjang di",
Donaldson @DonaldsonBjm
ada yang pakai "perhitungan", ada yg "penghitungan", salah ketik termasuk menjumlahkan 99.99% menjadi 100%
Donaldson @DonaldsonBjm
(PENTING KARENA INI TUNTUTAN UTAMA). (Maaf soal penulisan kami cerewet, karena itu adalah standar dan menunjukkan keseriusan penulis.
Donaldson @DonaldsonBjm
Easy writing makes hard reading. Jangan menyiksa pembaca) SUBSTANSI: problem inkonsistensi.
Donaldson @DonaldsonBjm
Tuntutannya lari ke sana ke mari dan dituliskan secara tidak terstruktur: Penggelembungan suara, tidak ada pemilu tapi ada hasil,
Donaldson @DonaldsonBjm
politik uang capres no. 2 (ini tuduhan kriminal, seharusnya disertai laporan ke polisi/bawaslu dengan tergugat JKW-JK), KPU menekan pemilih,
Donaldson @DonaldsonBjm
KPU mengubah hasil, KPU tidak mengindahkan rekomendasi Panwaslu, PNS menekan pemilih, dan entah apa lagi...
Load Remaining (9)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.