1
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Saya mau cerita soal satu kawan baik saya dari TNI ya. Namanya Candra. Nama lengkapnya Candra Kuncoro. Dulu, dia adalah Dan Walpri Gus Dur
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Dan Walpri itu adalah Komandan Pengawal Pribadi, di bawah koordinasi Komandan Grup A Paspampres.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Candra ini, tingginya minta ampun. Kalau tidak salah dari CPM. Tiap hari ketemu saya di Istana sebab dulu saya kan wartawan Istana.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Nah, waktu ada peledakan bom malam natal, sebenarnya Gus Dur sedang bertamu ke wismanya para pastor di Kanisius Menteng.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Dan Walpri tadi, alias Mas Candra Paspampres ini instingnya kuat. Dia lihat, kok ada 1 mobil mendadak memaksakan parkir depan mobil Gus Dur
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Paspampres dengan cepat bergerak dan memeriksa keadaan. Candra masuk ke Kanisius untuk koordinasi dengan Ajudan Presiden.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Ajudan membisikkan ke Gus Dur bahwa saat itu juga Gus Dur harus kembali ke Istana karena ada sesuatu yang tidak beres. Intinya begitu.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Namanya Paspampres ini khan, gerakan mereka sangat cepat dan profesional. Mereka mengamankan Gus Dur dan segera membawa Gus Dur ke Istana.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Begitu iring iringan mobil Gus Dur tiba di Istana, Paspampres dapat laporan bahwa ada satu mobil yang meledak
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Dan mobil yang meledak karena membawa BOM, adalah mobil yang memaksakan diri untuk parkir di depan mobil Gus Dur
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Bom malam natal itu, meledak di 10 kota, termasuk di Jakarta, tahun 2000.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Waktu itu, saya masih jadi reporter di Radio Trijaya, tetapi penugasannya di Istana.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Saya dengar, atasan saya di Trijaya menugaskan seorang junior yang belum berpengalaman meliput di lapangan, apalagi meliput bom/kerusuhan
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Junior saya ini belum pernah laporan live. Sangkin bangganya dapat tugas meliput bom, dia tulis di kertas, apa yang harus dia omongin.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Tapi pas namanya dipanggil penyiar untuk melaporkan kejadian bom di Kanisius, dia grogi. Suaranya gak keluar karena gugup luar biasa.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Dipanggil berulang kali oleh penyiar di studio, baru dia bisa bicara.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Dan laporannya singkat, "Profesional muda, saat ini ... ada ... bom meledak .... di Kanisius.Demikian .... laporan saya".
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Dia langsung dimarahi sama atasan kami di Trijaya. Hahahaha. Namanya juga grogi. Padahal dia sudah tulis panjang lebar kejadiannya.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Kembali ke soal Kolonel Candra Kuncoro yang dulu jadi Dan Walpri Gus Dur. Baru beberapa hari, kawan saya ini dapat tugas baru di BIN.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Dia pernah jadi Atase Pertahanan Indonesia di Turki. Jadi sekarang dia sedang penyesuaian untuk bertugas di BIN.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Saya kagum pada Paspampres yang dulu berhasil mengamankan dan melindungi Gus Dur sebagai Kepala Negara dari ancaman bom.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Bayangkan kalau presiden kita terluka atau tewas karena terkena serangan bom teroris. Iya khan. Tapi waktu itu, Paspampres sangat hebat.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Saya bilang sama kawan saya, Komandan Paspampres yang sekarang, Donni namanya, harusnya Paspampres era Gus Dur dapat penghargaan lho.
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Tadi siang saya telponan sama Mas Candra Kuncoro, mantan Dan Walpri Gus Dur. Dia becanda, "Ini Mbak Mega yang dulu suka nyegat2 Gus Dur ya?"
Mega Simarmata @MegaSimarmata
Saya ketawa. Sebab dulu, kalau dengar saya memanggil namanya, Gus Dur pasti berhenti. Sebab Gus Dur sudah lama kenal saya. Kawan lama.
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.