1
Voter Education @RustamIbrahim
@iramady Saya mempercayai kejujuran dan kredibilitas sejumlah lembaga QuickCount itu. Mereka sudah lama bekerja dan terbukti hasilnya akurat
Voter Education @RustamIbrahim
Jika terjadi perbedaan hasil KPU dengan Quick Count persoalannya tidak semata2 hukum, tapi persepsi dan trust rakyat kepada KPU dibanding QC
Bang Ady @iramady
Tergantung pesanan Pak @RustamIbrahim: Saya mempercayai kejujuran dan kredibilitas sejumlah lembaga QuickCount itu. Mereka sudah lama beke
Voter Education @RustamIbrahim
@iramady Itu namanya prasangka buruk. Allah tidak menyenangi orang yang berprasangka buruk
Voter Education @RustamIbrahim
Dalam pemilihan Presiden AS 2011, begitu televisi memprediksi Obama menang, Romney ucapkan selamat, tanpa menunggu hasil electoral college
Aang Kunaifi @Aangku
@RustamIbrahim QC membuat masy distrust terhadap KPU, QC melemahkan institusi negara :D
Voter Education @RustamIbrahim
@Aangku Memangnya institusi negara itu malaikat apa? Institusi negara itu terdiri dari orang2
Peziarah @eae18
@Aangku @RustamIbrahim cek dong selisihnya berapa. Banyak org bikin skala perbandingan tapi parameternya keliru
Voter Education @RustamIbrahim
@eae18 @Aangku 5-6% itu selisih yang besar: 9 - 11 juta suara
Voter Education @RustamIbrahim
Apakah lembaga2 survei seperti Puskaptis dan LSN itu mau membuka daftar dan angka seluruh sampling TPS-nya dan berapa banyak sampel TPS-nya?
Voter Education @RustamIbrahim
Menurut Quick Count SMRC, Jawa Timur dimenangkan oleh Jokowi - JK dengan 52,85%, sedangkan Prabowo-Hatta 47,15%
Hermawans @hsdby
@Aangku @RustamIbrahim hari gini masih bahas soal QC. Move on, dong! Sebelah udah buka-buka data RC. :D
Voter Education @RustamIbrahim
@hsdby @Aangku Untuk apa Real Count? Real Count itu tugas KPU
Hermawans @hsdby
@RustamIbrahim @Aangku Ya. Realcount based on C1 jd dasar KPU menetapkan pemenang. Bukan QC. Jadi utk apa ribut2? :D
Voter Education @RustamIbrahim
Sejarah Quick Count itu justru nanti sbg alat kontrol terhadap kemungkinan curanglembaga penyelenggara pemilu. Logika berfikir jgn dibalik
Voter Education @RustamIbrahim
@hsdby @Aangku QC itu alat kontrol ilmiah terhadap KPU. Apa menurut Anda tidak mungkin ada kecurangan jika ada formulir C1?
Peziarah @eae18
@choirilmbr @RustamIbrahim @Aangku itu harusnya pernyataanmu untuk diri sendiri tuh
Voter Education @RustamIbrahim
@hsdby @Aangku Siapa bilang saya ribut? Saya hanya sampaikan fikiran, karena waktu saya Direktur LP3ES (1993-1999)QC pertama kalidintrodusir
Voter Education @RustamIbrahim
Ilmu pengetahuan dan teknologi menemukan metodologi memprediksi hasil pemilu secara cepat dan akurat, dan sudah lama QC teruji di Indonesia
Aang Kunaifi @Aangku
QC memang bisa jadi alat koreksi, tp bisa juga dijadikan sbg alat propaganda :D | @RustamIbrahim @hsdby
Voter Education @RustamIbrahim
@Aangku @hsdby Sejauh ini menurut saya QC justru berfungsi memberikan legitimasi, termasuk Pilkada Jawa Barat, Sumatera Utara,Sumatera Barat
Voter Education @RustamIbrahim
1.Pagi ini saya mau kultwit sejarah Quick Count yg pertama kali diintrodusir LP3ES dlm Pemilu 2004, kebetulan saya menyajikan didepan media
Voter Education @RustamIbrahim
2. Upaya menemukan metodologi Quick Count sudah dilakukan LP3ES sejak tahun 1997, kebetulan waktu itu saya Direktur LP3ES (1993-1999)
Voter Education @RustamIbrahim
3. LP3ES masa Orde Baru itu mengirim stafnya belajar Polling ke berbagai negara. Ada yang ke Filipina, Korea Selatan dan Amerika Serikat
Voter Education @RustamIbrahim
4. Sejak masa Orde Baru LP3ES melaksankan polling (survei), hanya masa itu tidak terlalu menyentuh isu politik, karena pasti dilarang
Load Remaining (59)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.