1
Iman Brotoseno @imanbr
Perlu tahu, sejarah Soeharto dalam orde baru penuh kekejaman kepada Islam. Hari hari akhirnya yg mendekat ke Islampun dicurigai cuma akal2an
Iman Brotoseno @imanbr
Salim Said, Doktor Politik militer lulusan Ohio University, pernah melihat Soeharto melotot kepada seorang santri wanita yg menyarankan ..
Iman Brotoseno @imanbr
...menyarankan agar demontrasi dukungan kepada ABRI – pada hari pertama pasca G30SPKI – ditutup dengan doa.
Iman Brotoseno @imanbr
Subchan Z.E Ketua PBNU pernah menemui Soeharto di Kostrad, utk menyampaikan plan massa aksi. Ia ucapkan Insya Allah. Soeharto amat terganggu
Iman Brotoseno @imanbr
Mengapa harus Insya Allah ? “ Tanya Soeharto. Setelah di luar Subchan ZE bergumam. “ Wah Soeharto ini benar abangan tulen “
Iman Brotoseno @imanbr
Kisah Harry Tjan Silalahi yg cerita pertemuan tokoh masyarakat. Kasimo - golongan Katolik, Kiai Dahlan - NU, Lukman Harun dari Muhammadiyah
Iman Brotoseno @imanbr
Lalu Soeharto bertanya ttg Piagam Jakarta. Kiai Dahlan menjelaskan dalam piagam tersebut. Umat Islam diwajibkan menjalankan syariat Islam
Iman Brotoseno @imanbr
Soeharto bertanya, “ Apa itu sarengat ( bahasa Jawa ) Islam ? “.Lalu Kiai menjelaskan lagi. Soeharto tanya. “ Bagaimana saya yg abangan ini
Iman Brotoseno @imanbr
dan orang2 Islam abangan, apa mereka akan dipaksa paksa melakukan sembahyang ? Oleh Kiai Dahlan dijelaskan tergantung orang nya masing masin
Iman Brotoseno @imanbr
Soeharto menutup pembicaraan yg meminta agar issue2 Piagam Jakarta tidak diteruskan lagi. Saat itu Soeharto mengatakan dia Islam hakekat
Iman Brotoseno @imanbr
Dia Islam bkn Islam Syariat. Bersama Sudjono Humardani, Romo Giat,Romo Misran,Romo Budi, lingkaran penasehat Soeharto yg penganut kebatinan
Iman Brotoseno @imanbr
Ini Menjelaskan Soeharto lebih percaya anjuran Sudjono Humardani agar menanam biji mangga ‘ khusus ‘ di bawah tiang Bendera Istana Merdeka
Iman Brotoseno @imanbr
Konon, dengan menanam biji mangga yg khusus dipesan itu. Bisa menenangkan demonstrasi mahasiswa Malari tahun 1974.
Iman Brotoseno @imanbr
Pemerintah anggap Islam sebagai musuh besarnya. Ketika Soeharto menerima Frans Seda & pemimpin partai Katolik yg akan difusikan partainya
Iman Brotoseno @imanbr
Soeharto menyambut mereka di ruang kerjanya. Kalimat pembuka dari Soeharto. ‘Jgn kuatir, Islam musuh saya juga. Kita punya musuh yg sama'
Iman Brotoseno @imanbr
Soeharto jelas tdk punya pemahaman ttg Islam. Asisten pribadinya, Jenderal Soejono Humardani ( mertua Fauzi Bowo ) yg bertindak sbg mentor
Iman Brotoseno @imanbr
Soeharto memposiskan Islam sebagai ekstrim kanan yg harus ditumpas. Kebijakan orde baru itu dipengaruhi CSIS bentukan Ali Moertopo
Iman Brotoseno @imanbr
Orde baru dan Soeharto melakukan kejahatan politik terhadap Islam selama 1970 – 1990, seperti pelarangan pelajar mengenakan busana muslimah
Iman Brotoseno @imanbr
Lalu juga pelarangan libur sekolah di bulan Ramadhan, RUU Perkawinan serta masuknya Aliran Kepercayaan dalam GBHN ( 1978 ).
Iman Brotoseno @imanbr
Soeharto juga alergi dg tentara yg Islami. Dalam tes untuk perwira perwira yg hendak mendapatkan kesempatan pendidikan ke militer lanjutan
Iman Brotoseno @imanbr
Ada pertanyaan yang bertujuan mengetahui apakah perwira itu bersedia menerima pemuda non muslim untuk anak gadisnya.
Iman Brotoseno @imanbr
Kalau jawabannya perlu menekankan perlunya iman yang sama. Bisa diduga, karirnya akan bernasib buruk. Tak dapat kesempatan sekolah.
Iman Brotoseno @imanbr
Mayjend Edi Budianto, pernah menceritakan pengalamannya kepada pengamat militer Salim Said, ketika dia masih perwira pertama di BAIS.
Iman Brotoseno @imanbr
Ia ditugaskan memata matai seorang colonel yg mengirim putrinya ke pesantren kilat pd liburan sekolah. Kolonel itu dicurigai fundamentalis
Load Remaining (42)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.