0
matanews @matanews
Sekedar menyegarkan ingatan publik ihwal catatan perilaku Capres Prabowo. Kami kultwit nukilan buku Sintong Panjaitan, oleh| Hendro Subroto.
matanews @matanews
1.Peristiwa Maret 1983 di Kopassandha (kini Kopassus) terjadi ketika Jenderal TNI M. Jusuf menjabat Menhankam/ Panglima ABRI (kini TNI),
matanews @matanews
2.Letjen TNI L.B Moerdani sebagai Asisten Intelijen Hankam/ Kepala Pusat Intelijen Kopkamtib. Sedangkan Kolonel Sintong Panjaitan menjabat
matanews @matanews
3.sebagai Komandan Grup 3/ Sandiyudha Kopassandha di Kariango, Makassar. Pada waktu itu Mayor Luhut Pandjaitan dan Kapten Prabowo Subianto
matanews @matanews
4.baru kembali setelah menyelesaikan pendidikan di Grenzschutzs-gruppe 9 (GSG-9), suatu satuan antiteror Polisi Federal Perbatasan
matanews @matanews
5.(Bundesgrenzschutz) di Jerman Barat.
matanews @matanews
6.Moerdani akan Melakukan Kup?
matanews @matanews
7.Pada bulan Maret 1983 menjelang Sidang Umum MPR, Komandan Den 81/Antiteror Mayor Luhut Pandjaitan datang ke kantor seperti biasa. Tiba-
matanews @matanews
8.tiba ia dikejutkan oleh laporan anak buah yang menyebutkan, Den 81/ Antiteror sedang siaga.
matanews @matanews
9.Luhut bertanya mengapa bersiaga? Ia mendapat jawaban, status siaga atas perintah wakilnya, Kapten Prabowo Subianto. Luhut bertanya kepada
matanews @matanews
10.Kasi 2/Operasi dan para Komandan Tim Den 81/Antiteror tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Kasi 2/Ops menjawab, atas perintah Wakil
matanews @matanews
11.Komandan Kapten Prabowo, mereka sudah membuat rencana untuk mengambil Letjen L.B Moerdani dan beberapa perwira tinggi ABRI lainnya.
matanews @matanews
12.Menurut Kasi 2/Ops, di antara nama-nama perwira tinggi ABRI yang akan diambil atas perintah Prabowo ialah Letjen TNI L.B Moerdani,
matanews @matanews
13.Letjen TNI Sudharmono, Marsdya TNI Ginandjar Kartasasmita, dan Letjen TNI Moerdiono. Dalam rencana operasi tertutup itu terdapat lima
matanews @matanews
14.atau enam orang perwira tinggi ABRI yang akan diamankan oleh Prabowo.
matanews @matanews
15.Luhut Pandjaitan tidak mengerti dari mana datangnya inspirasi Prabowo untuk menculik L.B Moerdani dan beberapa perwira tinggi lainnya.
matanews @matanews
16.Dua hari sebelumnya Prabowo masih membicarakan L.B Moerdani seindah bulan dan bintang. Bahkan, Prabowo mengajak Luhut untuk mendukung
matanews @matanews
17.L.B Moerdani yang pada waktu itu menjabat Asisten Intelijen Hankam, menjadi Menhankam/Panglima ABRI (kini TNI). Namun, Luhut menjawab,
matanews @matanews
18."Pangkat saya baru mayor. Pak Benny sudah jenderal. Saya nggak mau ikut-ikutan soal itu."
matanews @matanews
19.Rencana untuk menculik para perwira tinggi ABRI itu benar-benar tidak dimengerti oleh Luhut. "Saya nggak ngerti soal ini. Kok aneh. Ada
matanews @matanews
20.soal begini, saya sebagai komandan kok nggak tahu," katanya. Akhirnya Luhut memberikan perintah dengan tegas, "Nggak ada itu. Sekarang
matanews @matanews
21.kalian semua kembali siaga ke dalam. Tidak seorang pun anggota Den 81 yang ke luar dari pintu, tanpa perintah Luhut Pandjaitan, sebagai
matanews @matanews
23.Malam itu Luhut tidur di kantor. Seluruh senjata dan radio anggota dikumpulkan di dalam kamar kerjanya. Segenap anak buahnya patuh pada
matanews @matanews
24.perintah Luhut Pandjaitan sebagai komandan. Banyak perwiran Den 81/Antiteror yang pada waktu itu menjadi anak buahnya sekarang sudah
Load Remaining (64)
Login and hide ads.