0
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Posisi mereka dulu beraneka ragam pula, a.l mrk mantan: Jenderal, menteri, jubir kepresidenan, cawapres, dan ada pula mantan capres gagal.
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Mereka masuk ke dalam tim sukses dua kubu. Ada yg berada dlm kepengurusan tim sukses, ada yg hanya ikut "ubyang ubyung".
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Para mantan ini ada pula yg jadi penasehat khusus, ada yg mjd penasehat agung, dan ada pula yg meramaikan bursa pilpres.
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Banyak diantara perilaku dan ucapan mereka yg aneh2, tidak pas, bahkan terkesan lugu (lucu tur "wagu").
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Terlebih ucapan-ucapan mereka yg sering kontradiktif dg pernyataan sebelumnya, sering jd lelucon di media sosial.
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Tak pelak lagi, ungkapan miring sering dialamatkan pd mrk: ada yg bilang demensia (pikun), tdk tau diri, napsu, dan post power syndrome, etc
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Para sesepuh tsb sangat mencintai negeri ini. Tak disangkal pula bakti mereka pada tanah tumpah darah Indonesia selama ini.
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Saya tertarik utk nge-tweet contoh yg terakhir tadi, "Post Power Syndrome" :)
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Post power syndrome ~> Gejala pada seseorang yg hidup dalam bayang-bayang kebesaran dan kejayaan masa lalunya. #Psikologi
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Tidak semua para mantan itu menderita post power syndrom lhoo.. Lalu bagaimana membedakannya?
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Setiap orang yg sudah memasuki usia pensiun pasti akan membanggakan masa lalunya. #Psikologi
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Masa lalu yg dijalani dengan penuh kegigihan, perjuangan dan pengorbanan. Masa lalu yg heroik. Hal itu dapat dimaklumi.
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Hal itu wajar terjadi pd pensiunan/mantan. Yg tdk wajar & masuk kategori "post power syndrome": ketika tdk dpt memandang realita saat ini.
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Para penderita post power syndrome MERASA mereka masih mampu memberikan kontribusi yg signifikan pdhl kenyataannya tdk demikian.
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Para mantan/pensiunan ini tidak mau menerima kenyataan bahwa mereka tidak sepowerfull dulu! ~ Post Power Syndrome (PPS) #PPS
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Mereka juga tidak mau menerima kenyataan bahwa kebutuhan dunia sudah berubah, mereka sudah tidak "terpakai" lagi. #PPS
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
"Ibu nyindir siapa lagi??" Aih... Perasaan panjenengan saja... :) Ini baru nge-tweet Post Power Syndrome kok. *ting
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Post power syndrome tidak menyerang org yg sudah TUA saja. PPS dapat menyerang di usia yg lebih muda (usia produktif). #PPS
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Contohnya orang yang di PHK / dipecat ~ Mereka rentan menderita post power syndrome. #PPS
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Contoh laninnya: Orang yg sakit mendadak / kecelakaan sehingga menyebabkan kecacatan ~ Rentan juga menderita post power syndrome. #PPS
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
"Bu Esti nyindir ini. Ini pasti nyindir...." Ehh.. Apa sih, ini beneran tentang post power syndrome. :) *ting #Selingan
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Mereka yg tidak mau menerima kenyataan dengan ikhlas, sabar dan lapang, bisa mengalami post power syndrome. #PPS
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
Hanya ketika bisa menerima kenyataan, mereka baru bisa "move on". :p #PPS
Dwi Estiningsih @estiningsihdwi
"Move on" ditandai dengan kemampuan untuk kembali beraktualisasi diri. #PPS
Load Remaining (26)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.