0
ragilnugroho @ragilnugroho1
1. "Pak De, sampenyan kan paham banyak senjata. Senjata apa yang paling banyak ditakuti lawan," tanya Gareng pada Togog
ragilnugroho @ragilnugroho1
2. "Senjata makan tuan," jawab Togog, "Sekarang aku tanya, kenapa senjatamu sabit?"
ragilnugroho @ragilnugroho1
3. "Dikasih sama dalangnya gitu, Pak De," jawab Gareng lugu,"Gue tinggal pakai saja."
ragilnugroho @ragilnugroho1
4. "Sabit itu yang terpenting gagangnya. Kalau gagang terbuat dari kayu yang bagus, bisa u menebas dengan baik," terang Togog.
ragilnugroho @ragilnugroho1
5. "Bener, Pak De. Kalau batang kaku memang tebasan lebih oke. Bisa bikin jerit2 yg kena tebas, " kata Gareng membenarkan pendapat Togog.
ragilnugroho @ragilnugroho1
6. "Reng, kau ingat kisah Semar Papa?" tanya Togog.
ragilnugroho @ragilnugroho1
7. Iklan. Mau sarapan pagi? Coba menu trancam ogok ogok.
ragilnugroho @ragilnugroho1
8. "Ingat, Pak De. Apa hubungannya dengan senjata?" Gareng balik bertanya.
ragilnugroho @ragilnugroho1
9. "Sekarang keluruhan kita menghadapi situasi seperti kisah Semar Papa itu," terang Togog.
ragilnugroho @ragilnugroho1
10. Episode Semar Papa terjadi ketika Kerajaan Ngamarta diserang wabah yang misterius. Tak ada yg tau sebabnya.
ragilnugroho @ragilnugroho1
11. Banyak orang yg mati. Saking banyaknya, dibiarkan membusuk krn rakyat tak sanggup lagi mengubur. Parfum tak sanggup menghilnknnya.
ragilnugroho @ragilnugroho1
12. Masing masing keluarga sibuk mengurus kedukaanya sendiri. Ngmarta diliputi mendung tebal dan banjir air mata.
ragilnugroho @ragilnugroho1
13. Seorang paranormal Ngamarta, Bejatmikos, memberikan petunjuk, bahwa wabah itu hanya bisa diatasi dengan kematian Semar.
ragilnugroho @ragilnugroho1
14. Maka para Pandawa berkumpul untuk membahas hasil terawangan paranormal itu. Apakah Semar harus dibunuh? Perdebatan bermalam2.
ragilnugroho @ragilnugroho1
15. Dari hasil pertemuan, Abimayu yang akhirnya diputuskan untuk membunuh Semar. Maka Semar dibawa ke tengah hutan.
ragilnugroho @ragilnugroho1
16. Tapi Abimayu tak tega membunuh Semar. Ia tinggalkan Semar, dan balik pulang ke Ngamarta. Semar tetap hidup, pulang ke Klampis Ireng.
ragilnugroho @ragilnugroho1
17. "Itulah kenapa banyak yang ingin membunuh Semar, Reng," kata Togog setelah memungkas ceritanya.
ragilnugroho @ragilnugroho1
18. "Lha siapa yang berani membunuh Semar, Pak De. Kita dikentuti Semar jadi abu semua," ujar Gareng
ragilnugroho @ragilnugroho1
19. "Tapi Semar mesti dibunuh agar wabah itu biasa diatasi, Reng. Makanya senjata banyak diarahkan ke Klampis Ireng," kata Togog.
ragilnugroho @ragilnugroho1
20. "Betul, Pak De," kata Gareng, "Kemarin gue banyak memunguti senjata senjata entah milik siapa di halaman kelurahan. Dpt satu cikar."
ragilnugroho @ragilnugroho1
21. "Bahkan ada yang mau membakar kelurahan Klampis Ireng dengan Obor," terang Togog.
ragilnugroho @ragilnugroho1
22. "Gue yang memandamkan, Pak De. Jilatan api membakar sedikit bagian samping," kata Gareng.
ragilnugroho @ragilnugroho1
23. "Orang berlomba lomba ingin membunuh Semar untuk dijadikan tumbal, "ujar Togog
ragilnugroho @ragilnugroho1
24. "Tapi Semar masih santai santai saja, Pak De. Masih tidur klekaran di teras pendopo kelurahan," kata Gareng.
Load Remaining (7)

Comment

andi @juswantar 21/06/2014 13:09:43 WIB
cerita mini ini sangat lucu bagi orang yg bisa mengerti
Login and hide ads.