Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

"AMBURADULNYA KARTU JAKARTA SEHAT ALA JOKOWI "

Persoalan KJP ini perlu disampaikan kembali kepada masyarakat, apalagi dalam debat capres pertama Jokowi menyatakan yang paling utama dari setiap kebijakan adalah pengawasan.
0
novi @novii_ciut

Malam kita bahas sedikit soal Kartu Jakarta Pintar (KJP), salah satu program unggulan Jokowi saat kampanye sebagai Gubernur Jakarta.

11/06/2014 22:36:26 WIB
novi @novii_ciut

1. Persoalan KJP ini perlu disampaikan kembali kepada masyarakat, ....@Presiden2014com@ .

11/06/2014 22:37:03 WIB
novi @novii_ciut

1. ...... apalagi dalam debat capres pertama Jokowi menyatakan yang paling utama dari setiap kebijakan adalah pengawasan.@tanduakkabau

11/06/2014 22:37:40 WIB
novi @novii_ciut

2. Artinya, sistem yang baik, program yang baik tdk akan berjalan baik jk tdk diawasi. Dan JKW seolah sangat konsen terhadap pengawasan itu

11/06/2014 22:39:25 WIB
novi @novii_ciut

3. Tapi sepertinya, pengawasan yang jadi hal utama itu, seolah hanya jargon dan pemanis bibir bagi Jokowi. KJP adalah salah satu buktinya.

11/06/2014 22:39:37 WIB
novi @novii_ciut

4. Saat kampanye sebagai calon Gubernur Jakarta keseluruh pelosok Jakarta, Jokowi selalu membawa dua kartu sakti: KJS dan KJP. @Vampire_RI

11/06/2014 22:40:48 WIB
novi @novii_ciut

5. Kesehatan dan pendidikan gratis menjadi andalan utama Jokowi untuk meyakinkan warga Jakarta utk memilihnya menjadi Gubernur.@kulakkulik

11/06/2014 22:42:22 WIB
novi @novii_ciut

6. Saat terpilih sebagai Gubernur Jakarta, Jokowi kemudian mengeluarkan program KJP sesuai dengan janji kampanyenya.@argopantas

11/06/2014 22:42:42 WIB
novi @novii_ciut

7. Namun, JKW seperti tdk menyiapkan sistemnya dgn baik. Lebih ironis lagi, JKW tdk melakukan pengawasan seperti yang selalu disampaikannya.

11/06/2014 22:43:24 WIB
novi @novii_ciut

8. Riset ICW yang dilakukan pada tahun 2013 menunjukkan sebanyak 19,4% penerima KJP salah sasaran. http://t.co/mZbgxTtF9c. @VampireMuslimah

11/06/2014 22:43:49 WIB
novi @novii_ciut

9. Masalah utama dari KJP ini adalah tdk adanya pengawasan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta terhadap sekolah2 yg mendistribusikan KJP

11/06/2014 22:44:24 WIB
novi @novii_ciut

10. Rendahnya pengawasan ini membuat bnyk penyimpangn yg terjadi. Salah satunya dgn bayar 50 ribu sj, KJP sdh didpt. http://t.co/H2Ba8UYbiu

11/06/2014 22:45:30 WIB
novi @novii_ciut

11.Akibatnya, banyak siswa yg seharusny mendapatkn KJP justru tdk dpt krn data yg dimiliki Pemerintah JKT tdk akurat dan lemahnya pengawasan

11/06/2014 22:46:46 WIB
novi @novii_ciut

12. Penyimpangan makin banyak terjadi karena Pemprov DKI tidak membolehkan siswa untuk memegang buku rekening dan PIN-nya.@kontra_jasmev

11/06/2014 22:47:11 WIB
novi @novii_ciut

13.Buku rekening dan PIN hny dikethui oleh guru dan Komite Sekolah.Akibtny terjd penyimpngn dimana phk sekolh memotong dana KJP utk keprluan

11/06/2014 22:50:50 WIB
novi @novii_ciut

14. Penyimpangan ini terjadi, lagi-lagi karena rendahnya pengawasan. Lalu Jokowi mengawasi apa selama ini?@Poconggg @ArdzaArief

11/06/2014 22:52:26 WIB
novi @novii_ciut

15. Jokowi sebenarnya tidak pernah mengawasi. Dia hanya melakukan pencitraan dengan secepat mungkin mengeluarkan program KJP.@M4ngU5il

11/06/2014 22:54:33 WIB
novi @novii_ciut

16.JKW hanya ingin dinilai sbg pemimpin cepat bekerja dGN cepat mengeluarkan program KJP. Sayangnya Jokowi melupakan faktor pengawasan itu.

11/06/2014 22:55:28 WIB
novi @novii_ciut

17. Kesalahan lain dari Jokowi lewat KJP ini adalah Jokowi seperti ingin mereduksi kebutuhan pendidikan itu hanya menjadi 4 kebutuhan yaitu.

11/06/2014 22:56:28 WIB
novi @novii_ciut

18. .transportasi sekolah, buku, seragam dan tambahn mkn minum. Akibtny,hampir Rp 1 T anggarn KJP terbuang pecuma krn asumsi yg keliru trsbt

11/06/2014 22:58:09 WIB
novi @novii_ciut

19.Lewat kasus KJP ini, jls trbkt bahw utk mengawsi progrm setingkt provnsi sj, JKW sdh gagal. Aplg ditingkt nasionl. Indonsia ini luas bung

11/06/2014 23:00:49 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!