0
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
1. Pernyataan Aliansi Jurnalis Independen (AJI): Hentikan Praktik Jurnalisme Partisan!
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
2. Ruang redaksi media tak ubahnya spt markas tim sukses. Seorang pimred bisa jd Bappilu & timses Capres yg berbeda hanya dlm hitungan hari.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
3. Pada 30 Mei 2014, KPI telah menegur 5 stasiun televisi: TVOne, RCTI, GlobalTV, MNCTV & MetroTV.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
4. Sebelumnya, 8 April 2014, 5 stasiun TV itu juga sudah ditegur karena melanggar batas maksimum pemasangan iklan kampanye (politik).
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
5. Sebelumnya lagi (11 Maret) 10 TV ditegur KPI karena melanggar SKB antara KPU, Bawaslu, KPI & KIP ttg iklan politik sebelum masa kampanye.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
6. Jadi teguran 30 Mei adalah yang ke-4 hanya di 2014. Teguran I pada Januari utk RCTI & Global dlm kasus Kuis Kebangsaan & Indonesia Cerdas
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
7. Itupun adalah teguran II untuk RCTI dan GlobalTV, krn kedua kuis tersebut sejatinya sudah ditegur sejak Desember 2013.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
8. Pada Desember 2013, KPI juga telah menegur 6 stasiun TV yang dinilai partisan atau berpihak pada partai/kandidat tertentu.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
9. Lalu apakah salah bila pemilik TV menggunakan medianya sendiri untuk politik? Jawabannya: Salah dan melanggar hukum.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
10. Menurut UU Penyiaran (32/2002) pasal 36 butir 4: Isi siaran wajib dijaga netralitasnya dan tidak boleh mengutamakan golongan tertentu.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
11. Juga melanggar Kode Etik Jurnalistik: Wartawan bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, & tidak beritikad buruk.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
12. Pelanggaran ini dilakukan dengan sadar, disengaja, dan melecehkan hukum serta lembaga negara seperti KPI dan Dewan Pers.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
13. Saat Pileg (April 2014), Dewan Pers telah memanggil petinggi media dan memaparkan hasil penilitian tentang media-media yang partisan.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
14. Penelitian dilakukan oleh 3 lembaga: PR2Media, Remotivi, dan MPM Yogya dengan garis besar kesimpulan sebagai berikut:
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
15. Dari 12 parpol, Nasdem adalah partai yang paling banyak diberitakan MetroTV dengan nada positif (25%).
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
16. Hanura memborong semua pemberitaan bernada positif di RCTI (100%), di mana pemimpin redaksinya juga caleg.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
17. Di TVOne, partai yang paling banyak diberitakan positif adalah Golkar (60%), dibanding PKS (20%) dan Demokrat (20%).
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
18. Aburizal Bakrie adalah tokoh yang paling sering beriklan (152 kali dalam sepekan pemantauan, 1-7 November 2013).
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
19. Surya Paloh adalah pemilik TV yang paling masif menjadikan medianya sebagai sarana politik.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
20. Juga disimpulkan: 78% berita yang disajikan media (terutama TV), mengandung penggiringan opini dan bias kepentingan pemilik media.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
21. Ketika hasil penelitian ini dipaparkan Dewan Pers di hadapan petinggi media, semua yang hadir relatif mengakui substansinya.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
22. Seluruh praktik jurnalisme partisan terang-terangan merugikan hak publik atas informasi yang obyektif dan berimbang.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
23. Praktik jurnalisme partisan mengembalikan Indonesia ke masa Orde Lama & Orde Baru di mana pers menjadi corong propaganda.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
24. Pemilik media dan wartawan partisan, belakangan semakin dianggap wajar dalam praktik bermedia di Indonesia.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
25. Karena itu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyatakan sikap:
Load Remaining (8)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.